
Devano meminta maminya untuk membacakan dongeng. Dan Dinniar dengan sangat antusias segera membacakan dongeng untuk sang anak tercintanya.
dongeng belimbing sang bintang di sebuah kebun buah yang luas tampaklah beraneka macam ragam buah-buahan yang sedang asyik berkumpul bermain bersama-sama diantara kelompok boy itu ada buah belimbing ia sangat pandai bernyanyi dan menarik bila ia bernyanyi suasana kebun pun menjadi ramai belimbing memang senang menghibur teman-temannya suatu hari ia melihat jeruk yang sedang melamun sendirian mengapa kamu sendirian ayo bernyanyi denganku ajak belimbing jeruk pun menjadi gembira Terima kasih ya belimbing aku tidak lagi kesepian ucap jeruk sambil tersenyum Mereka pun bernyanyi bersama ketika belimbing hendak berjalan pulang ya bertemu dengan sang melon yang sedang murung mengapa kamu terlihat sedih tanya belimbing Aku merindukan ibuku ucap melon dengan wajah yang sangat sedih dan belimbing pun mulai menari menghibur melon melon perlu tak akan kesedihannya terima kasih ya belimbing kamu memang bintangnya buah. akan tetapi tidak semua buah menyukai belimbing ada juga dia yang tidak suka dengan belimbing dasar belimbing sombong aku juga bisa bernyanyi dan menarik ucap anggur yang diam-diam memperhatikan membimbing. Pir juga iri kepada belimbing yang banyak temannya. anggur pun merencanakan niat buruk ia meletakkan kulit pisang di jalanan yang akan dilalui oleh si belimbing saat belimbing hendak menginjak kulit pisang tiba-tiba nanas memanggilnya hai belimbing kemari sebentar panggil nanas belimbing pun berbalik dan melangkah ke arah nanas anggur yang kesal langsung berjalan menuju ke arah nanas ialah lupa dengan jebakan kulit pisangnya sendiri anggur pun terjatuh anggur menginjak kulit pisang lalu tergelincir dan jatuh nanas dan belimbing menghampiri yang menolong anggur-anggur pun tersadar dan mengakui kesalahannya kepada beliau namun beliau memaafkan anggur dengan tulus.
"kenapa bimbing langsung memaafkan si anggur mami?" hanya Devano setelah ceritanya usai.
"karena belimbing adalah anak yang baik jadi kalian semua jangan suka menjadi teman ya apalagi teman kalian itu orangnya baik bisa-bisa kayak malah kena marah dan terkena batunya seperti yang terjadi pada si anggur di dalam cerita itu." jelas dinier kepada putranya.
Dinniar lalu tertawa. Dia tidak menyangka anaknya menjadi narsis seperti ini. seiiring waktu dia sering sekolah. Membuat Devano menjadi aktif dalam bersosialisasi. Dan komunikasinya juga sudah mulai terbentuk dengan orang di luar rumah. Biasanya dia sangat tidak suka bergaul. Awal masuk sekolahpun dia sangat kesulitan untuk berbaur dengan teman-temannya di sekolah. Sifat jonathan yang sangat melekat kepada dirinya membuat Devano memiliki sifat hampir sebelas dia belas dengan papanya. Namun, sekarang sedikit berkurang. Kepribadian Devano lebih terbuka dari pada papanya. Mendapati sifat dan sikap putranya yang semakin baik. Membuat Dinniar menjadi lega. Sebab anaknya kini perlahan sudah bisa bergaul dan bahkan banyak kisah yang dia bawa pulang untuk di ceritakan di rumah.
Dinniar mengelus kepala putranya dengan penuh kasih sayang. Dia sangat senang sekali. Dinniar juga memeluk Devano erat dan berbisik.
"Devano anak yang hebat. Mami bangga sekali sama Devano. Terus menjadi anak yang hebat sayang." ujarnya.