
Kegiatan pagi hari dimulai dengan beberapa hal yang membuat mereka semua bisa bahagia sebelum memulai hari.
Dinniar yang sudah bisa lebih lincah dari hari-hari kemarin. mulai menyiapkan beberapa keperluan anak-anaknya.
"Sayang, besok kamu ada acara di sekolah bukan?" tanya Dinniar kepada Alesya.
"Benar Mami. Besok aku harus sudah ada di sekolah jam Enam pagi. Karena aku sebagai pembawa acara. Jadi aku sepertinya akan di make up di sekolah." Jelas Alesya.
"Kalau begitu mami akan siapkan semuanya lebih pagi. Mami dan papa mungkin akan ke sana setelah selesai dengan Devano. Dan menunggu nenek datang ke rumah." Dinniar bicara sambil memasukkan kotak bekal Tasya.
"Siap, Mamih. aku akan tunggu mami." Alesya tersenyum.
Sebelum berangkat kesekolah. Mereka akan melakukan tebak-tebakan dan juga mereka akan memberitahukan apa harapan mereka.
"Aku harap hari ini gladi bersih untuk acara pentas seni sekolah bisa berjalan lancar agar besok kita bisa lebih tenang dan acara sukses." harap Alesya.
"Aku berharap, latihan menari hari ini semuanya lebih kompak lagi. agar penampilan kami untuk besok bisa sukses." Tasya mengungkapkan harapannya.
"Papa berharap hari ini semua kegiatan anak-anak papa lancar dan besok acaranya sukses tanpa kurang hal apapun. mami dan papa juga bisa menjalani hari ini dengan penuh kebahagiaan." Harap jonathan.
"Mami berharap hari ini berjalan sesuai keinginan kita semua dan mami harap kita semua selalu dalam lindungan Tuhan. bahagia selalu untuk kita." Dinniar mengucapkan apa yang dia harapkan.
"Hati-hati sayang." Dinniar melambaikan tangannya.
Dinniar kembali masuk ke dalam rumah untuk memandikan Putranya Devano. Dia selalu melakukan semua hal untuk Devano sendirian. Dia ingin merasakan sensasi menjadi seorang ibu seutuhnya dalam mengurus anak sejak bayi. dulu saat Tasya bayi dia tidak tidak sempat melakukannya karena bekerja. Sekarang karena dia sudah seutuhnya menjadi ibu rumah tangga membuatnya ingin melakukan semuanya sendiri.
"Bu, ini air hangatnya." Kata Surti yang kini menjadi baby sitter dari Devano.
Meski dia menjadi baby sitter Devano tetap saja dia lebih banyak membantu Tasya. karena Devano lebih banyak diurus oleh Dinniar.
Menjadi ibu rumah tangga membuat Dinniar lebih baik lagi mengurus anak-anaknya. Dia juga lebih banyak mencurahkan perhatiannya.
"Nanti tolong untuk makan sore di siapkan menu seafood saja. Dan sayurnya buat capcay kuah seafood juga. Agar menjadi penyemangat untuk mereka berdua yang akan tampil besok di acara sekolah." Pinta Dinniar kepada Mba Surti yang sedang meracik air mandi untuk Devano.
"Baik, Bu. Nanti saya sampaikan kepada Bi Imah." Mba Surti keluar dari kamar mandi dan kembali mengerjakan tugasnya.
Dinniar mengukur suhu air untuk mandi Devano. Setelah sekiranya panas air sudah pas dia membawa Devano untuk mandi. Dinniar begitu bersemangat dan juga Devano yang sudah bisa melihat lebih jelas dan sudah bisa tertawa kecil membuat Dinniar semakin bahagia.
"Halo sayang. sekarang giliran kamu yang mandi biar menjadi wangi. kakak ku sudah pada berangkat ke sekolah. dan papa juga sudah berangkat bekerja. Devano doain ya semoga harapan kak Tasya, kak Alesya, papa dan mami semuanya bisa menjadi kenyataan. nanti kalau sudah besar Devano juga harus memiliki banyak harapan agar bisa menjadi laki-laki yang kuat." Dinniar bicara sambil menggosokkan sabun di kulit putranya.