Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 153 - Kebahagiaan dan kesedihan



Dinniar dilarikan ke rumah sakit terdekat karena kondisinya yang cukup memprihatinkan.


Dinniar sudah tidak memiliki tenaga lagi sehingga dia hanya bisa pasrah ketika tubuhnya ditaruh di atas ranjang medis.


perawat langsung mendorong ranjang hingga masuk ke dalam unit gawat darurat. dokter langsung bersiap menerima pasien dan langsung memeriksa kondisi Dinniar.


Dinniar ditemani oleh asisten rumah tangganya yaitu bi Imah. Bi Imah sangat khawatir dengan kondisi Dinniar. tidak seperti biasanya Dinniar sangat drop seperti ini.


"Dokter bagaimana kondisi majikan saya?" tanya bi Imah sambil terus meremas jemarinya.


"Tidak ada yang perlu di khawatirkan. kondisi seperti ini biasa terjadi di tri semester pertama kehamilan." jelas dokter.


"Hamil?" BI Imah membekap mulutnya spontan.


"Benar, Bu Dinniar sedang mengandung di usia dua Minggu. saya harap dia menjaga kondisi tubuhnya yang kini bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk janin yang ada di rahimnya." Dokter memberikan saran kepada bi Imah.


BI Imah mengangguk sambil tak percaya kalau akhirnya berita bahagia kini terdengar lagi. Meski bukan di waktu yang tepat. Namun, berita ini membuat sedikit urat-urat di kepalanya renggang.


BI Imah langsung menemani Dinniar sampai Jonathan datang ke rumah sakit. BI Imah benar-benar tidak percaya kalau Dinniar sedang mengandung lagi. dia sangat bahagia mendengar berita ini. dia tidak lupa membagikan kabar gembira ini kepada surti baby sitter Tasya.


Di rumah besar Surti langsung membagikan berita bahagia itu kepada seluruh orang yang ada di dalam rumah. mereka langsung bersorak Sorai. mereka langsung bergembira hingga berlompatan.


Surti langsung naik ke kamar majikannya lagi untuk menemani anak yang diasuhnya. Surti menatap Tasya yang sedang tertidur pulas.


"Non, kamu akan punya adik. kamu pasti sangat suka jika saat bangun mendengar kabar ini." Surti sangat kegirangan. dia juga selama ini menanti anak ke dua dari Dinniar meski bukan dari suami pertamanya.


Surti dulu sangat ingin Dinniar bisa memiliki bayi saat Dinniar masih menjadi istri dari Darius. namun, saat dia tahu kalau Darius memiliki wanita lain. Surti mengubur harapan itu dan sekarang harapannya kembali terbuka saat majikannya sudah menemukan pria yang tepat.


Malam ini ada kesedihan dan kebahagiaan yang mereka rasakan sekaligus. hilangnya seorang anak dan hadirnya janin.


...****************...


Video yang menunjukkan kebahagiaan mereka juga terlihat oleh Alesya yang sedang bersedih karena diculik.


"Lihat ini, mereka sedang bersorak Sorai. mereka seakan tidak memikirkan dirimu. sepertinya Dinniar memang sangat menikmati harinya tanpa dirimu." Suara wanita kembali menggema di udara.


Ada suara, tapi tidak ada wujud manusianya. dia dalam ruangan yang di tempati oleh Alesya. terdapat sebuah televisi kecil. di sana televisi itu menampilkan semua pergerakan orang-orang yang ada di dalam rumah Jonathan. Alesya semakin terpuruk. hatinya menyangkal semua yang diucapkan oleh wanita itu. Namun, matanya yang merekam semua apa yang di tampilkan di layar televisi. Membuat dirinya menyimpan rasa ragu dengan sikap orang-orang yang ada di rumah itu terhadapnya.


Mereka bisa bersorak-sorai bahagia disaat kondisi rumah sedang tidak baik-baik saja. mereka seakan tidak menghiraukannya yang sedang tidak ada di rumah besar.


"Pa, ma. apa semua yang aku lihat ini benar? apa mereka semua menyukai dan perhatian kepadaku hanya untuk mengambil hati om Jonathan? apa mereka semua sebenarnya memang tidak menginginkan kehadiranku di rumah besar itu? Nek, tolong Alesya." Lirihnya di akhir kalimat yang dia ucapkan di dalam hati.


"kita lihat saja. Aku akan pastikan kamu hancur. aku akan terus menebar racun di otaknya. aku akan memberikan kalian hadiah terbaik besok." wanita itu menyeringai.


Tekad seorang wanita itu kuat. jika dia sudah memutuskan jalan apa yang akan diambilnya maka dia akan terus berjalan meski jalan yang dia lalui terjal dan sangat berkelok. Bagi seseorang yang sudah bertekad. meski dia harus berjalan di bara api pun, jika tujuannya bisa tercapai maka dia akan terus berjalan tanpa memperdulikan seberapa panas yang akan dia rasakan oleh tubuhnya.


...****************...


Jonathan menitipkan istrinya kepada bi Imah. sedangkan dirinya masih sibuk mencari keberadaan Alesya keponakan yang sudah diadopsi menjadi anaknya.


Tanpa dia sadari ternyata keluarga dari kakak iparnya juga ikut mencari keberadaan Alesya. Mamanya menghubungi Jonathan memberikan kabar berita itu.


Jonathan semakin gencar mencari Alesya. dia tidak akan pernah ingin kehilangan Alesya yang sudah dia rawat sejak usia satu tahun.


Keluarga Mario menghubungi Jonathan dan meminta penjelasan darinya.


"Tolong, ini bukan waktu yang tepat untuk meminta penjelasan. Aku sedang mencari keberadaanya. aku tidak mau membuang waktu." Ujar Jonathan.


"Jika kau tidak mau membuang waktu. seharusnya kamu didik istrimu dengan baik agar bisa menjaga anak remaja yang sedang labil. Jika sudah hilang seperti ini. kemana harus mencarinya?" teriaknya yang membuat Jonathan menjauhkan ponselnya dari telinganya.


"Kemanapun aku akan mencarinya. meski aku harus mengelilingi seluruh tempat di negara ini!" Jonathan menutup panggilan telepon itu dan kembali melanjutkan mencari Alesya.


Dia tidak akan pernah putus asa mencari permata hatinya itu. Dia takkan sanggup untuk kehilangan keluarganya untuk yang kesekian kalinya. kehilangan keluarga membuat dirinya merasa jiwanya sedikit demi sedikit terkikis dan membuat dirinya harus memulai kehidupan dari nol lagi. Dia tidak akan pernah menyerah untuk mencari keberadaan Alesya.


"Papa akan menemukanmu. papa tidak akan pernah kehilanganmu. meski papa harus mengorbankan nyawa ini, papa akan pastikan kamu tetap aman sayang." Jonathan mencari dengan langkah yang sudah gontai.


Langkah Jonathan sudah semakin lemah. dia sudah kehabisan banyak tenaga malam ini. di tambah kondisinya yang belum begitu stabil setelah menerima obat bius. Jonathan memiliki dua tugas yaitu mencari tahu siapa yang membiusnya dan mencari Alesya.


"Pak, sebaiknya bapak istirahat dahulu. Bapak sudah sangat pucat. bisa-bisa bapak nanti jatuh sakit." Rendy mengkhawatirkan kondisi bosnya.


"Tidak perlu khawatirkan diriku. kalian semua fokus saja mencari putriku!" teriaknya dengan sisa-sisa tenaga yang dia miliki.


Mereka semua tidak bisa berkata apapun. jika bosnya sudah memiliki keinginan dan itu menyangkut keluarganya. sudah pasti mereka tidak akan bisa memberikan nasehat. mereka bahkan tidak boleh berhenti mencari.


Jonathan mencari Alesya ke sebuah taman yang agak jauh dari komplek dimana supir ditemukan.


"Alesya ...." panggilnya.


apakah Alesya ditemukan? atau Jonathan hanya melihat seseorang yang mirip dengan putrinya?