
Dinniar sedang membawa Devano jalan-jalan ke taman komplek. Dia bertemu dengan tetangganya yang mengurus arisan komplek.
"Assalamualaikum... Mama Tasya maaf kemarin arisan belum ya?" tanya mama Daffa seorang tetangga dari Dinniar.
"Waalaikumsalam, kebetulan sekali suah aku titip sama mama Rani. itu yang bendahara rukun tetangga mama Daffa." ucap Dinniar memberitahukan kepada tetangganya itu.
"Soalnya saya kemarin tidak sempat mengantar ke rumah mama Daffa dan juga saya tidak bisa hadir dalam acara arisan." Dinniar tersenyum.
"oh begitu. Ia tadi saya belum ketemu sama mama raninya. mungkin mamam Rani juga sedang sibuk mengurus bayinya." mama Daffa tersenyum.
"ya sudah kalau begitu saya pamit Dudu mama Tasya. terima kasih sudah di titipkan uang arisannya." mama Daffa pergi dari taman.
"Sama sama mama Daffa." Dinniar menyahut dengan sopan.
"Ada apa sayang?" tanya Jonathan yang baru muncul sehabis dia membeli minuman untuk mereka berdua.
"itu mama Daffa. nanyain uang arisan komplek sayang. aku sudah titipkan kepada mama Rani." tukas Dinniar.
"oh begitu aku kira ada apa tadi. ya sudah kita pulang yuk. sudah hampir sore juga ini." Jonathan mengajak istrinya pulang ke rumah.
.
.
.
.
"Assalamualaikum." Dinniar dan jonathan sampai di rumah mereka berdua.
"waalaikumsalam." sahut mama Jonathan.
"Dinniar, jonathan kalian mau pergi jam berapa nanti?" tanya mama mertuanya kepada Dinniar.
"aku berangkat jam delapan mah. mas Jonathan tidak mau terlalu lama juga di sana." jawab Dinniar.
"Ok siap kalau begitu. mama jadi bisa menonton sinetron kesukaan mama dulu." ujarnya dengan senyuman tipis.
"okeh siap mah." Dinniar ikut tersenyum.
"mas, Aku siap-siap dulu juga. aku mau mandi dulu." ujar Dinniar kepada suaminya.
"Ok sayang. mandi yang wangi ya. setelah itu gantian Aku yang mandi." kata jonathan yang bergantian dengan istrinya untuk menjaga Devano.
Dinniar mandi dan setelah itu bersiap shalat karena adzan Maghrib sudah berkumandang.
"sayang. aku mandi dulu. kamu jagain Devano ya." Jonathan bersiap untuk mandi.
Sambil menjaga putranya Dinniar menghubungi sahabatnya yang kebetulan juga akan menghadiri acara tersebut.
"Nanti kalo sudah kumpul baru info aku ya." kata Dinniar kepada temannya itu.
"Ok, tenang ajah pasti aku bakalan info kok. oh ya kita jalannya jangan terlalu pas waktu banget ya. aku harus mampir ke rumah ibu mertua ku dulu. antar anak-anak." ujar temannya lewat panggilan telepon.
"okeh siap. nanti kabarin ya klo dah mau jalan juga."
"Din, si Mama aluna ikut kan ya?" tanya temannya kepada Dinniar.
"Tadi sih dia infonya kalau mau ikut ya. semoga ajah dia ikut. soalnya biar tambah rame juga'kan." ujar Dinniar.
"Ya sudah aku siap-siap dulu deh. nih anak-udah ngerengek ajah kepengen cepet-cepet kerumah Omanya."
mereka berdua mengakhiri panggilan telepon dan Dinniar kembali mencari nomor telepon temannya yang lain untuk janjian pergi bersama ke acara pesta.
"sayang kamu udah selesai belum mandinya?" tanya Dinniar yang merasa jonathan sudah lama di dalam kamar mandi.
"sudah sayang, sebentar lagi. lagi pakai baju dulu aku. kenapa? kamu udah kangen sama aku ya?" celetuk Jonathan.
"kamu itu. becanda ajah sih sayang." Dinniar mengetuk pintu.
"sayang cepetan. biar kita bisa shalat berjamaah." teriak Dinniar sebelum meninggalkan kamar mandi.
Dinniar melihat ponselnya lagi dan dia melihat percakapan di group chatting sekolah. karena Dinniar masih berada di group sekolah harapan jaya.
pesan di group.
mama Diana ; Assalamualaikum... Mom jadi bawa make up tidak? mom takut nanti ada yg luntur make up mereka. aku tadi lupa bawanya.
mama Safa : Bawa mam sebentar lagi aku sampe.
mama Aruna : Mom kalo yang cewek kata aku kurabg satu acesoris'a sepertinya butuh tambahan. kalo begitu itu kihatan hampa.
mama Safa : yang cewek emang cuma kayak begitu mam dari sekolah aksesoris nya yang di gunakan.
Mama aruna: Iya kalo di tambah kalung pake kertas yang kaya mahkota cakep jadi tidak hampa.
The Biggest: Iyh sih keramean yang cowok ya. Narinya juga lebih semangat yang cowok.
mama Diana : Soalnya itu yang cewek suara nyanyiannya enggak ada.
The Biggest: Iyah ya. Jadi bocah kayak bingung narinya.
The Biggest: kita prepare deh dari malam ini untuk lagu
The Biggest: Iyah orang tua murid harus segera setor lagi ke kita.
mama aliska : kalau yang cowok semangatnya pas latihan sangat pas dan semoga akan pas saat tampil diacara pentas seni.
mama azka : anak yang cewek kayaknya latihannya kurang semangat. kurang ceria gitu.
Mama Safa : tidak apa-apa. semoga saja besok saat pentas akan bagus.
The Biggest: Iyah
The Biggest: Iyah tidak apa-apa mereka gak semangat karena lagunya gak keluar juga pas latihan. semoga saat tampil musik dan lagunya keluar jelas.
Mama naffa: Iya mom padahal rapih ya tariannya dan mudah.
Dinniar sangat seksama membaca beberapa pesan yang ada di dalam grup chatnya. dia juga bahkan tertawa-tawa karena membaca beberapa pesan yang masuk.
"sayang kamu kenapa ketawa-ketawa sendiri?"kata Jonathan yang menghampiri istrinya.
"ini lho Mas mereka pada lagi ngobrol di grup. Aku mau menimpali untuk acara besok tapi aku kan sudah tidak bekerja di sana lagi. jadi aku merasa tidak berhak saja." Dinniar terlihat lesu.
"ya sudah sekarang kita salat dulu. Setelah itu kamu siap-siap karena kita kan mau pergi ke acara pesta malam ini."
Dinniar dan Jonathan segera menunaikan salat Magrib. kita berdua berusaha untuk selalu mengerjakan salat berjamaah ketika sedang berada di rumah.
tidak hanya mereka berdua yang salat berjamaah tetapi mereka juga salat berjamaah bersama-sama dengan anak-anak dan juga beberapa karyawan.
Jonathan yang menjadi imam salat magrib kali ini. mereka juga beberapa kali menjalankan ibadah salat magrib bersama secara berjamaah dengan imam yang berbeda-beda.
setelah selesai menjalankan ibadah salat magrib. Dinniar langsung bersiap-siap untuk pergi ke acara pesta yang diadakan oleh teman-temannya.
"wow mami cantik sekali."puji Tasya kepada maminya yang turun dari tangga.
"benarkah mami cantik?" tanya Dinniar sambil bergaya.
"cantik dong Mami kan istri papa." Jonathan mengecup pipi istrinya.
"Mami kan. maminya aku, kak Alesya dan adik Devano." Tasya membalas kata-kata papanya.
"Iya deh Mami adalah maminya kalian semua dan juga istrinya papa."
"mah, aku berangkat dulu ya sama mas jonathan." Dinniar berpamitan kepada Mama mertuanya.
"hati-hati di jalan ya kalian berdua. Jangan pulang terlalu malam kasihan Devano."
"siap Mama. pulang malam kok." jawab Jonatan.
Jonathan dan Dinniar pergi ke acara pesta.