Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 57 - Mengejar



Jonathan yang mendapatkan kabar tentang keberadaan mobil penculik. langsung bergegas pergi ke tempat itu langsung bergegas pergi ke tempat itu.


" cepat jalan kita harus segera sampai di sana," perintah Jonathan kepada sopirnya.


sopir Jonathan tancap gas setelah menerima aba-aba dari bosnya. mobil melesat dengan sangat cepat sehingga hanya dalam waktu 3 jam sudah dapat menemukan lokasi mobil itu.


" kita sudah sampai Bos," ujar sang sopir


Jonathan langsung menghubungi lagi anak buahnya. dia ingin memastikan kalau memang benar ini adalah tempat yang dicari.


tak lama setelah mengkonfirmasi. Jonathan turun dari mobilnya setelah melihat salah satu anak buahnya memberi kode kepadanya.


Jonathan masuk ke dalam rumah kosong tersebut. dia sudah siap akan pemberantasan para penculik itu. Dia berjalan menyusuri pintu rumah dengan sangat jantan. tidak ada rasa takut sedikitpun yang menyelimuti hati Jonathan pria yang diketahui cukup berdarah dingin.


saat dia dan beberapa anak buahnya hendak memasuki ruangan kedua. Jonathan memberi aba-aba untuk meminta mereka semua berhenti. Jonathan mendengar suara orang sedang berbicara melalui telepon.


Jonathan dan anak buahnya lalu menguping pembicaraan salah satu pria yang sedang berbicara di telepon.


" baik bos. saya akan pastikan Anak itu tidak akan bisa kabur."


menelepon itu diberitahu oleh seseorang ditelepon. bahwa anak yang mereka culik itu sangat pintar. sehingga mereka berdua diminta untuk hati-hati menjaga anak tersebut agar tidak kabur dari rumah kosong itu.


Jonathan lalu kembali dari aba-aba untuk anak buahnya maju kembali. mereka siap untuk meringkus kedua orang itu. Jonathan melihat kedua pria yang memakai kaos serta jaket jeans sedang duduk.


" kalian sebagian ringkus mereka dan saya dengan dua orang lainnya akan mencari anak itu. cepat bergerak."


mereka segera bergerak. 5 orang bertugas untuk meringkus para penculik, sedangkan Jonathan dan 2 orang lainnya mencari keberadaan Tasya di beberapa ruangan.


Jonathan dengan dua anak buah lainnya berpencar dan mencari keberadaan Tasya. di rumah kosong itu terdapat beberapa kamar sekitar 9 kamar dengan pintu tertutup. terlihat rumah ini seperti bekas kos-kosan.


" tolong… Mami tolong Tasya."


sayup-sayup Jonathan mendengar seseorang meminta tolong dari dalam ruangan yang hendak dia buka pintunya. saat dia membuka pintu ruangan. Jonathan mendapati Oh ternyata itu adalah suara Tasya dan dia melihat Tasya dengan tubuh yang sudah sangat lemah.


" Om baik." Tasya memanggil Jonathan dengan sebutan ' Om baik'. sejak perceraian Mami dan Papinya.


Tasya pernah dua kali bertemu Jonathan di sekolahan. tempat maminya bekerja ketika ada acara di sekolah.


...****************...


saat Jonathan sibuk mencari Tasya. di ruangan lain kelima anak buahnya menghampiri kedua pria yang menculik Tasya.


" Hei siapa kalian?" teriak dua orang pria tersebut.


kedua pria yang bertubuh besar itu ketika melihat segerombolan orang menghampiri mereka. dengan cepat mereka mempersiapkan diri. Mereka menggerakkan jari-jari dan menggerakkan kepala mereka ke kanan dan ke kiri untuk melakukan peregangan otot.


kelima anak buah Jonathan juga bersiap untuk berkelahi dengan kedua penculik itu.


" kami akan menyerahkan kalian ke pihak polisi." salah satu anak buah Jonathan yang tubuhnya paling besar memberi ancaman.


kedua pria itu hanya tersenyum menyeringai seakan menantang lima pria yang sudah mendatangi mereka berdua.


" baik, kalau begitu kita mulai saja perkelahiannya." tantang salah satu pria penculik tersebut.


anak buah Jonathan juga meregangkan otot-otot mereka dan bersiap untuk baku hantam.


" kalian beraninya keroyokan." salah satu pria penculik yang bertubuh agak kecil berkata lalu membuang ludah sembarangan.


melihat akan Hal itu membuat beberapa anak buah Jonathan semakin geram dan semakin ingin menumbangkan mereka berdua.


" Hajar." teriak salah satu anak buah Jonathan memberikan aba-aba untuk anak buah lainnya.


mereka semua sibuk berkelahi untuk menghabisi satu sama lain. Sedangkan Jonathan dan anak buah lainnya. bergegas membawa Tasya keluar bangunan dan segera berjalan menuju mobil.


" buat mereka buka mulut. Saya mau kalian mendapatkan satu nama. untuk mengetahui siapa dalang dibalik penculikan ini." Jonathan memberi perintah sebelum pergi.