Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 181 - Di protes



Hidup memang perlu dinikmati dan di syukuri. sebanyak apapun yang kita miliki jika di dalam hati tidak ada rasa syukur maka semua yang kita miliki terasa masih saja belum cukup. Kita akan menjadi orang yang tampak dengan apa yang belum kita miliki.


Cornelia menjadi semakin buruk hari ini. Dia sering kali mengamuk dan lebih sering bicara sendiri dan tertawa sendiri ketika melihat perutnya.


"Panggil dokter Erika lagi. minta dia meresepkan obat lagi dan memeriksa kondisi mental Bu Cornelia. semakin hari tingkahnya semakin tidak masuk di akal. sebaiknya minta dokter Erika untuk membuat surat rujukan untuk Bu Cornelia ke rumah sakit jiwa khusus narapidana." pinta seorang sipir wanita yang memperhatikan Cornelia.


Mereka sudah semakin bosan karena Cornelia setiap hari selalu berulah. sedangkan suaminya Darius sama sekali tidak menanggapi panggilan dari mereka terkait Cornelia.


Darius yang sedang sibuk kembali membangun bisnisnya tidak ingin di ganggu oleh semua hal yang berkaitan dengan istrinya. Apalagi dia sudah mengajukan gugatan cerai kepada Cornelia. Hal itu yang membuat Cornelia semakin terguncang.


"Pak, model baru yang akan mengikuti casting sudah datang."


"Saya akan ke sana." Darius langsung menutup laptopnya dan beranjak dari tempat duduknya. dia akan mulai mewawancarai model yang akan mempromosikan iklan sabun dan shampo terbaru yang sedang viral.


Darius kali ini bekerjasama dengan jonathan untuk penyiaran iklan. Dia dan Jonathan sudah semakin dekat. Mereka kini tak lagi saling menyakiti. Darius juga sudah ikhlas putrinya menyayangi Jonathan sebagai papa sambungnya. Sedangkan Tasya sudah mulai akrab lagi dengannya. hal itu sudah membuat Darius cukup dan merasa putrinya kembali ke dalam pelukannya.


Darius mulai fokus dengan hal-hal baru dan juga masa depannya. Ibunya juga sudah semakin membaik kesehatannya dan kembali tinggal dengannya.


"terima kasih pak Darius. Saya menantikan kerjasama ini. saya berharap besar dengan agency anda." salah satu model menyalaminya.


Darius semakin bersemangat karena banyak model yang sudah mau kembali bergabung dengannya. Semangatnya semakin besar karena saat dia pergi ke kantor jonathan. dia akan bertemu dengan Tasya di sana. kebahagiaannya terasa penuh kali ini dan dia tidak ingin menyia-nyiakan semua yang sudah semakin membaik dan kembali ke posisi semula.


Dinniar dan Jonathan juga semakin mesra. mereka akan segera memiliki tiga anak. Dinniar kandungannya sudah memasuki trisemester ke dua dan sebentar lagi akan memasuki trimester ketiga. Jonathan semakin ketat menjaganya dan siap menjadi suami siaga. Dinniar sudah melepaskan jabatannya sebagai seorang kepala sekolah. Dia hanya sesekali pergi ke sekolah harapan untuk menjemput Tasya atau sekedar menghadiri rapat.


"Sayang, kamu sudah semakin besar perutnya. sudah tidak perlu lagi masuk ke dapur dan memasak. aku sudah tidak tega melihatmu kelelahan." Jonathan protes karena istrinya masih saja sibuk memasak sarapan untuk mereka semua.


"kalau aku hanya duduk dan bersantai saja. nanti aku akan menjadi ibu hamil yang malas." Dinniar juga ikut protes karena Jonathan selalu melarangnya melakukan ini itu.


Jonathan sudah kehabisan cara untuk membujuk istrinya agar bisa istirahat dan tidak memasak.


Kaki Dinniar bahkan terkadang sedikit bengkak karena terlalu lama berdiri saat memasak.


"Mamih, apa kata papa benar. sebaiknya mamih tidak perlu memasak. kasihan adik bayi." Tasya ikut protes.


"benar mih. aku juga jadi tidak berselera karena melihat Mamih kelelahan memasak untuk kita. sudah ada mbok dan BI Imah yang akan mengatur rumah dan memasak. Mamih cukup menjadi ibu hamil yang santai. aku tidak mau adik bayi lelah juga." Alesya ikut protes juga.


Dinniar duduk di kursi dan dia akhirnya mengangguk untuk menuruti perkataan semua orang. kehamilannya sudah lima bulan. dia merasa kalau masih bisa melakukan banyak aktivitas jadi dia tetap ngeyel meski suaminya terus melarangnya.


.


.


.


Pagi-pagi sekali Andi sudah bangun Hari ini adalah hari yang sudah lama ditunggunya ia dan teman-teman sekelas akan berwisata


Gua dari kamar Andi bisa mendengar suara-suara dari arah dapur ternyata ibunya sedang menyiapkan bekal untuk berwisata dengan semangat langsung menghampiri ibunya di dapur


Ternyata ibu Andi sedang menyiapkan bekal untuknya pergi berwisata


Bagaikan ibunya yang sedang menyiapkan bekal untuknya dan ibunya pun merasa terkejut


Pagi sekali Andi sudah mau mandi dan sudah siap untuk pergi berwisata dia akan pergi ayahnya sampai ke sekolah


Ibunya sudah menyiapkan makan siang seperti biskuit air mineral dan juga susu semuanya dimasukkan ke dalam tas berukuran sedang ibunya juga membawa baju ganti untuk Andi ayahnya pun langsung mengantarkannya mereka ke sekolahan di Ayah dan Kak Aliya tidak bisa yang dihadap pergi berdua saja dengan ibunya


Ayah Andi berpesan agar anaknya tidak nakal dan menuruti semua apa yang dikatakan oleh ibunya


Mereka berdua pergi berwisata menggunakan bus dari sekolah .Sesampainya di sekolah ternyata sudah sangat ramai sepertinya semua anak sama bersemangat seperti Andi wajahnya Mereka tampak ceria Tak lama kemudian Bu Ita memberi pengumuman bahwa sebentar lagi mereka akan berangkat


Bu Ita adalah guru kelas dari Andi yang sabar dan cantik kemudian semua bus ada dua belas jumlahnya yang akan mengangkut anak-anak beserta dengan orang tua yang menjadi pendamping


Andi lalu mengantuk karena bangun terlalu pagi Eta tidur di perjalanan hingga akhirnya mereka semua tiba di tempat tujuan yaitu Candi Muaro Jambi namanya Komplek sandi ini adalah peninggalan kerajaan Sriwijaya luasnya mencapai 12 Km kubik


Andi terkagum-kagum melihatnya ada banyak sekali candi mulai dari yang kecil sedang nilai yang cukup besar Bu Ita menyebutkan nama candi-candi di sana ada candi Kedaton candi kembar batu candi astomo candi tinggi candi kota mahligai dan banyak lagi Ani tidak bisa menghafal semuanya karena ada totalnya 61 candi di sana.


setelah mereka mengetahui nama-nama candi lalu Andi dan teman-temannya pun berfoto-foto. candi-candi yang indah itu memang sangat mengagumkan semua yang melihatnya pasti akan terpesona


Bu Ita mengajak mereka ke sebuah museum di sana mereka bisa melihat banyak benda bersejarah semuanya peninggalan Kerajaan Sriwijaya Kerajaan Sriwijaya adalah salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia


Ibu Ita pun bercerita tentang Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Sumatera Selatan ternyata kerajaan itu memiliki daerah kekuasaan yang sangat luas dengan Armada yang kuat


Di dalam Museum benda-benda masih terawat dengan baik padahal menurut Ibu usianya sudah lebih dari 1000 tahun lalu Andri juga melihat tempat duduk arca yang bagus di bawahnya tertulis nama benda tersebut


Saat perjalanan pulang Andi mengajak ibunya untuk kembali ke sana bersama dengan keluarganya dan ibunya pun mengangguk untuk menyanggupi