
Dinniar sudah sampai di tempat Tasya akan melakukan kontes menari. Jonathan juga tengah menemani istri dan anaknya ditemani oleh Devano dan Alesya juga. Mereka ingin melihat Tasya dan juga memberi support kepadanya.
"Sayang, kamu semangat ya. Menang atau kalah. yang penting kamu sudah melakukan yang terbaik."
"papa yakin kakak Tasya bisa dan pasti menang." Jonathan menyela perkataan istrinya.
Dia sangat tidak ingin mengecilkan hati malaikat kecilnya. Dinniar juga tidak bermaksud begitu. Hanya saja dia tidak mau putrinya kecewa dan merasa kurang ketika mengalami kekalahan.
"Kita harus optimis. Jangan kendurkan semangatnya." bisik Jonathan ditelinga istrinya.
"Aku tahu sayang. Terima kasih sudah membuat Tasya menjadi tambah bersemangat " ujar Dinniar.
"itu sudah kewajibanku sebagai orang tuanya." Jonathan mengerlingkan satu matanya.
Tasya naik ke atas panggung dan dia mulai bersiap untuk menunjukkan tarian yang akan dia bawakan hari ini. Tasya mempersiapkan tarian manuk Dadali. Dia sangat suka dengan lagunya dan juga gerakannya yang penuh irama.
"Tasya, kamu pasti menang." teriak Alesya dengan sangat lantangnya
"Kakak, kakak pasti bisa." Devano ikut bersorak untuk memberikan semangat.
Mereka semua melihat bagaimana Tasya menari. Sedangkan Jonathan mulai sibuk dengan telepon selulernya. Dinniar melihat suaminya yang mulai sibuk.
"sayang apa ada masalah?" tanya Dinniar.
"Tidak, ini hanya Rendy mengabarkan kalau anak buahnya sudah mulai mencari keberadaan Cornelia dari informasi yang di berikan oleh salsa." ujarnya.
Tasya menari begitu lincah dan banyak sekali orang yang memberikan tepuk tangan yang meriah atas penampilannya. rasa percaya diri Tasya semakin tinggi hingga dia menari dengan sangat lihat dan gemulai.
"Hebat sekali dia." terdengar teriak seorang wanita yang begitu memperhatikan Tasya.
Dinniar semakin bangga kepada putri cantiknya yang sudah sangat bisa menguasai panggung dan menguasai emosinya sendiri. Dinniar melihat Tasya menjadi bersemangat dan menarinya dengan penuh percaya diri. Sehingga setiap gerakan hentakannya begitu nyata dan sangat terampil dalam melakukan tariannya.
Tasya selesai dengan tarian. Dia memberi hormat kepada penonton, guru dan juga para juri yang menilai akan kemampuannya.
Tasya ingat perkataan maminya. Dia meski bisa menari dan menjadi orang hebat. Satu hal yang harus tetap di lakukan. Yaitu selalu menghormati orang yang lebih tua. Karena sikap santun adalah hal yang paling berguna dan berharga dalam kehidupan sehari-hari.
Tasya turun dari panggung dan langsung menghampiri papa dan maminya. Mereka berempat sangat bersemangat menyambut Tasya dan satu persatu memeluk Tasya dengan sangat erat.
"Papa, mami, kakak dan adik. Aku sangat berterima kasih dan sangat bersyukur kalian adalah keluargaku. Aku yakin pasti bisa menang." katanya dengan sangat lancar.
Tasya dan keluarganya lalu mengambil momen foto bersama dan mereka lalu pergi untuk melihat hidangan apa yang disediakan oleh panitia lomba.
"Wah kakak tadi menarinya sangat bagus. Aku saja sampai tidak bisa berkedip melihatnya sangking tidak ingin terlewat satu gerakan pun." puji sang adik.
"terima kasih ya, Devano." tasya mencubit gemas pipi adiknya.
"Kalau kak Alesya tadi rasanya terharu sekali. Karena baru kali ini melihat kamu tampil secara langsung. Kamu memang yang terbaik. Kakak akan selalu mendukungmu." Alesya lalu menggandeng tangan kedua adiknya dan membawanya berlarian menuju tempat makan.
Dinniar dan Jonathan begitu senang dengan ketiga anaknya yang selalu berbagi kasih sayang.