
Cahaya matahari sudah menunjukkan eksistensi di pagi hari. Dinniar bergegas untuk bangun dan turun ke dapur untuk membuat sarapan pagi. Hari libur semakin membuatnya bersemangat dalam mengurus keluarga. Karena hari libur adalah momen yang sangat pas untuk saling bertukar cerita atau menceritakan hal-hal yang belum dia ketahui tentang apa yang dijalani oleh putra dan putrinya diluar pengawasannya.
"Tolong garamnya." Dinniar meminta garam kepada asisten rumah tangganya.
Dia mengaduk saus yang akan menjadi pelengkap sarapan pagi mereka semua. Dinniar membuat beberapa kimbab untuk menjadi menu sarapan.
"Tolong di tata dengan rapih. saya mau membangunkan anak-anak." Dinniar membuka apron masak yang dikenakannya.
Dia langsung bergegas keluar dapur dan ternyata anak serta suaminya sudah menunggu di sana. Dinniar langsung tersenyum melihat pemandangan yang begitu manis menurutnya.
"Kalian semua sudah bangun?" tanyanya sambil duduk.
"Sudah dong, mami. Kita tidak akan membuat mami lelah di pagi hari." Tasya mengembangkan senyumannya.
"Terima kasih sayang. kalian memang anak mami yang sangat luar biasa." Dinniar memuji mereka sampai memejamkan matanya sejenak.
"Anak papa juga dong. masa cuma anak mami ajah." protes Jonathan.
"Anak mami dan papa memang semuanya luar biasa pintar." Dinniar mengulang kata-katanya sambil melempar senyum terbaiknya untuk sang suami.
Jonathan langsung mengecup pipi sang istri dengan sangat mesra dihadapan anak-anak mereka. hal itu membuat ketiga anaknya menyoraki kedua orang tuanya yang selalu terlihat mesra.
"ini sarapannya." Asisten rumah tangga menyajikan masakan yang tadi dimasak oleh Dinniar.
Mereka semua menyantap masakan yang telah dihidangkan dengan penuh keseruan. Alesya, Tasya dan Devano sangat suka dengan masakan yang dimasak oleh maminya.
Sambil menikmati masakan. mereka satu persatu mulai bercerita tentang semua hal yang dilakukan baik di sekolah maupun di tempat kursus. setiap kejadian yang melekat diingatan mereka diceritakannya semua.
Dinniar dan jonathan menyimak setiap detail cerita dan mereka berdua sebagai orang tua terkadang tertawa saat ada gak yang lucu. sedangkan saat ada gak yang serius. mereka sisipkan sedikit nasihat dan juga pujian jika apa yang dilakukan oleh putra dan putri mereka adalah sebuah kebaikan dan kebenaran.
"Waah Devano ternyata sudah sangat hebat ya pah. dia sudah bisa menjawab pertanyaan dari guru dan berani menolong temannya yang terjatuh." puji Dinniar kepada putranya yang sedang banyak belajar tentang hidup.
Devano langsung merasa terkesima dan sangat senang karena mendapatkan pujian dari kedua orang tuanya dan juga kakak-kakaknya.
"Mami. boleh tidak kita semua pergi main ke rumah eyang?" tanya Tasya.
"tentu sayang. nanti papa dan mami akan mengantar kalian ke rumah eyang, tapi ingat. di sana kalian jangan nakal dan turuti kata-kata eyang."
ketiganya langsung memberi hormat tanda bahwa mereka setuju. mereka kembali melahap makanan untuk dihabiskan.
Keluarga memang tempat di mana kita mencari kenyamanan, kebahagiaan dan ketenangan. bersama keluarga kita bisa mengekspresikan apapun dengan baik. saling menghormati di dalam keluarga juga hal yang perlu untuk menjaga keharmonisan dan juga keselarasan. dengan adanya keluarga kita bisa berbagi suka dan duka.
Dinniar dan jonathan sangat bersyukur bisa menjadi hubungan yang begitu erat. mereka selalu berusaha membuat kehangatan ditengah-tengah keluarga yang memiliki kesibukan masing-masing.