
Dinniar dan Jonathan pulang setelah melihat putri mereka pulang menggunakan taksi online. sebenarnya Dinniar sangat khawatir. setelah kejadian penculikan itu, Dinniar tidak ingin putrinya pergi sendirian lagi dan akan memperketat penjagaan untuk kedua putrinya.
"sudah kamu tidak perlu khawatir. kita akan mengikuti mobil yang di tumpangi oleh Alesya. kita akan mengawasinya sampai ke mini market dekat komplek rumah. kamu tidak perlu cemas seperti ini sayang. percaya kalau Alesya bisa menjaga dirinya." Jonathan menggenggam tangan istrinya ketika mobil mereka sudah mulai bergerak mengikuti mobil taksi online putri mereka.
Dinniar mencoba tenang. dia tahu diri karena sedang mengandung dan tidak mau juga membahayakan kandungannya. dia tidak mau membuat kecewa suaminya.
Dinniar terus melihat ke arah depan demi menjaga putrinya dari jarah jauh. Dia tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakiti putri-putrinya. sudah cukup perasaannya tersiksa untuk ke dua kalinya. dia tidak ingin hal ini terjadi. cukup anak-anaknya mengalami satu kali kepahitan dan kejadian yang mengerikan dalam hidupnya. cukup satu kali seumur hidup.
Mobil yang di tumpangi Alesya melewati mini market dan memasuki gapura perumahan mereka. Dinniar melonggarkan kerutan di keningnya yang tadi tercetak begitu jelas di keningnya.
"Selama nafas ini berhembus aku akan melindungi mereka semua. jangan berharap kalian akan lolos kali ini. aku akan pastikan kalian mendapatkan balasan yang setimpal atas semua yang telah kalian lakukan kepada anakku." Jonathan sangat geram. dia berjanji akan meringkus semua tikus-tikus itu.
...****************...
layar yang menunjukkan setiap sudut ruangan dari rumah Jonathan masih terpampang jelas. bahkan kamar tidur Dinniar dengan Jonathan saja mereka berhasil tembus. Sungguh Cornelia memang sangat pandai dalam menyusun rencana seperti ini.
"sambungkan semua ini ke ponsel ku. sehingga aku tidak perlu pergi kemari lagi." perintah Cornelia.
Cornelia tidak bisa sering-sering melihat semuanya di layar televisi karena itu bisa membuat orang lain melihat dan bisa saja rencana mereka terbongkar. dan dia juga tidak bisa setiap hari pergi ke kantor dimana dia menjalankan bisnisnya.
Darius benar-benar sama sekali tidak mengetahui apa saja yang dikerjakan oleh istrinya setiap kali pergi ke luar rumah. Darius yang memiliki sikap cuek membuat Cornelia menjadi mudah melakukan apapun di belakangnya.
"Saya pulang dulu. kalian segera sambungkan ke ponsel saya. Ingat jangan ada yang masuk ke ruangan saya selain atas izin saya." Cornelia memberikan ultimatum kepada beberapa anak buahnya.
Cornelia dan anak buahnya semua keluar dari ruangan kerja direktur utama. Dengan langkah cepat dia langsung menuju lobby dan menuruni tangga menuju mobilnya. dia harus tiba lebih dahulu dari Darius agar suaminya tidak terlalu curiga. banyak hal yang dia tutupi dari suaminya.
"Aku harus segera sampai di rumah. kalau dia yang sampai lebih dulu ke rumah. dia pasti akan banyak mengajukan pertanyaan untukku. aku tidak suka dengan pertanyaan-pertanyaan yang dia ajukan." Cornelia memakai safety beltnya dan langsung menginjak pedal gasnya.
mobil segera meluncur. dia sangat cepat mengendarai mobilnya. beberapa mobil di depannya dia salip segera. dia sudah seperti mobil yang sedang balapan di sirkuit.
dua jam sudah dia akhirnya sampai di rumah. dia pastikan mobil suaminya belum terparkir di garasi. ternyata benar suaminya belum pulang. dia langsung memarkir mobilnya dan berlari menuju ke rumah.
"Augh!" jeritnya pelan sambil merasakan nyeri dari perutnya yang keram.
Cornelia berjalan sambil tertatih menuju tangga teras rumahnya. Cornelia berusaha sekuat tenaga mencapai rumah meski perutnya terasa sangat keram.
Dia berhasil mencapai gagang pintu dan membukanya dengan menempelkan telapak tangannya di sensor pintu.
Rumah mereka berdua sudah cukup canggih. tidak memerlukan anak kunci lagi dan tidak perlu takut lupa mengunci pintu saat bepergian karena pintu akan otomatis terkunci saat pintu tertutup rapat.
Cornelia masuk ke dalam rumah dan rumah masih dalam keadaan gelap. dia menyalakan lampu dan masuk ke dalam kamarnya segera. dia duduk di bangku yang bias membuat dirinya nyaman.
"Aaagh! sakit sekali." Cornelia merasakan sesuatu di dalam perutnya berputar dan membuat dirinya merasakan seperti sedang melilit.
Dia langsung lari ke dalam kamar mandi. Usia kandungannya kini memasuki tiga bulan. entah kenapa hari ini perutnya sangat terasa sakit sekali dan dia tidak bisa menahan rasa sakit itu sehingga meremas bagian depan perutnya sambil menahan sakitnya yang luar biasa.
Cornelia duduk di atas closed karena rasanya dia seperti akan membuang air besar. saat dia duduk dan masih merasakan sakitnya perut tak lama kemudian setelah duduk beberapa menit. rasa sakit itu menghilang. dia langsung bangun karena tidak lagi merasa mulas. dia ingin menekan tombol pembuangan air. namun, sesuatu dia lihat di sana. Cornelia berusaha tetap tenang. dia membuka seluruh pakaiannya dan membersihkan diri agar tubuhnya lebih relaks.
Di depan rumah, Darius sedang sibuk memarkir mobilnya di dalam garasi karena dia lihat mobil istrinya tidak terparkir dengan benar.
Darius selesai parkir mobil dan keluar dari dalam mobilnya. dia lihat mobil istrinya dan masih terasa hawa panas yang tersisa dari mesin yang belum lama mati.
"Dari mana dia hari ini? pasti dia baru pulang beberapa menit lalu." Darius kemudian berhenti melihat mobil istrinya. dan berjalan menuju rumahnya.
Saat di dalam rumah dia lihat istrinya sudah siap dengan beberapa makanan yang tersaji di atas meja.
"sayang kamu sudah sampai?" tanya Cornelia sambil mengecup kedua pipi suaminya secara bergantian.
"Aku mandi dulu." sikap dingin kembali terlihat dari Darius.
Cornelia yang mendapatkan sikap dingin Darius semakin bertekad ingin menghancurkan Dinniar dan keluarganya. dia tidak rela wanita yang suaminya dia rebut lebih bahagia dibandingkan dirinya. dia mau kalau pernikahan Dinniar juga hancur. dia mau Dinniar kehilangan anak-anaknya dan dibenci banyak orang.
"mas, sikapmu yang seperti ini yang akan membuat hidup mereka semakin menderita. Kalau aku tidak bisa bahagia. maka dia juga tidak akan pernah bisa bahagia. aku tidak rela dia bahagia dengan kehidupan barunya. aku tidak mau kalah darinya. aku juga ingin kamu kembali melihatku sebagai wanita. aku akan melakukan apapun sampai kau tidak lagi meragukan cintaku. aku takkan mau kehilanganmu. sampai kau bahagia bersamaku dan selalu di sisiku." gumamnya seorang diri.
Wanita yang sudah dimabuk cinta sudah pasti akan buta. dia akan melakukan apapun demi mendapatkan apa yang dia inginkan hingga tercapai. wanita mampu berbuat apapun meski berat dia lakukannya.