
Darius terus menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Dia lihat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Salsa tak kunjung pulang sejak kepergiannya karena marah. Darius menghubungi pun tidak direspon oleh istrinya. Dia mulai memijat-mijat keningnya yang sudah terasa sakit. Menunggu memang bukanlah hal yang menyenangkan bagi siapapun.
"Kamu kemana sih salsa? kenapa belum juga pulang ke rumah." Darius mondar-mandir tak menentu.
Terdengar suara mobil berhenti di depan rumahnya. dia langsung berlari ke arah depan untuk membuka pintu rumah dan melihat apakah istrinya yang datang. saat pintu terbuka seorang wanita yang membawa tas besar sudah berdiri. Darius terkejut melihat kedatangan sang ibu yang tanpa pemberitahuan sebelumnya.
"Ibu? Kenapa ibu tidak bilang kalau mau ke sini?" tanya Darius ketika ibunya masuk ke dalam rumah.
"Apa seorang ibu yang ingin menemui anaknya harus meminta izin dulu?" tanya ibu Susi dengan wajah tidak ramah.
"Bukan begitu, Bu. aku hanya terkejut ibu sudah ada di depan rumahku." Darius mengambil alih tas ibunya dan menaruhnya di kamar tamu.
Ibu Susi melihat sekitar rumah yang sudah satu tahun dia tidak datangi semenjak Darius sudah resmi menikah dengan salsa. Ibu Susi memang tidak terlalu menyukai menantu barunya itu. selain pakaiannya yang lebih sering kekurangan bahan. Ibu Susi juga tidak terlalu suka dengan sikap boros menantunya itu.
"Dimana istrimu?" tanya ibu Susi dengan menatap wajah putranya.
"Dia ... Dia sedang pergi." Darius bicara dengan terbata-bata.
"Sudah malam begini belum pulang? apa yang dia lakukan? seharusnya dia berada di rumah sebelum suaminya pulang." ketus ibu Susi.
rasa tidak sukanya selalu ditonjolkan ketika mereka sedang bertemu. Ibu Susi bahkan sering kali memprotes kelakuan salsa secara langsung atau tidak langsung.
Ibu Susi hanya tersenyum sinis."Bagaimana bisa seorang wanita pergi dan belum kembali hanya karena suaminya mengizinkan? apa dia tidak memiliki rasa malu?" ibu Susi lagi-lagi tersenyum sinis.
Sudah memang jika kita sudah mencap seseorang berprilaku buruk. maka mereka akan selalu buruk dimata orang yang membenci. Ibu Susi melangkah pergi menuju kamar tamu yang biasa dia gunakan jika menginap di rumah putranya.
"Suruh istrimu cepat pulang." ujar ibu Susi sebelum menutup pintu kamarnya.
Mendengar kata terakhir ibunya. membuat Darius merasa kebingungan. dia tidak tahu lagi harus menghubungi Salsa kemana. dia bahkan tidak tahu kemana istrinya pergi sejak tadi siang.
"Haaa! semuanya jadi kacau! ditambah ibu pasti akan lama berada di rumah ini. pasti ibu akan banyak mengatur salsa dan mendesak salsa pastinya. Darius semakin frustrasi dengan keadaan malam ini. Disatu sisi ibunya mau istrinya pulang. di sisi lain dia tidak bisa menghubungi istrinya.
"Aku benar-benar dalam masalah yang serius. semua terasa mendadak dan aku tidak tahu harus bagaimana!" Darius melemparkan dirinya ke atas kasur dan berusaha kembali menghubungi salsa.
Nada tersambung terdengar. namun, sayangnya salsa tidak mau mengangkat telepon dari dirinya.
"Perempuan itu kalau sudah ngambek pasti berbuntut panjang dan tidak berkesudahan." Darius mulai menyerah menghubungi istrinya.
Dia akhirnya memilih masuk ke dalam kamar dan tidur berteman rasa gelisah.