Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 138 - Acara Amal



Menjalani hari-hari dengan suasana baru, suami baru, anggota keluarga baru. Memang bukan hal yang mudah. meski Dinniar sudah mampu beradaptasi dengan semuanya. hanya saja orang banyak yang tahu kalau dirinya adalah seorang single parents yang dinikahi oleh pria lajang yang sukses.


Jonathan pulang dari kantornya dan dia menemui Dinniar. dia memeluk istrinya dari belakang dan mengecup leher istrinya dengan sangat lembut.


"sepertinya kalau sudah bermanja seperti ini pasti ada maunya."Dinniar yang tersenyum melihat tingkah suaminya.


"Aku mau punya anak darimu."ucap Jonathan yang membuat Dinniar terkekeh kecil.


"kalau Tuhan sudah memberikannya pasti aku akan mengandung anakmu. aku dengan sangat senang hati memiliki anak dari pria yang begitu aku cintai dan begitu mencintaiku."


setelah mendengar ucapan istrinya Jonathan membawa Dinniar ke atas ranjang. ketika dia sudah bersama dengan istrinya sudah pasti Jonathan tidak akan sanggup untuk menahan gairahnya.


Jonathan melucuti satu persatu pakaian yang menempel di tubuh istrinya. dengan sangat lembut yang menjamah tubuh istrinya. dinniar membuat dirinya merasa candu. Bibir tipis yang dimiliki diniar membuat Jonatan menjadi sangat ingin selalu menikmatinya.


******* demi ******* terdengar lembut dari bibir Dinniar. tidak bisa dipungkiri Setelah lama bertahun-tahun dia tidak menerima sentuhan seorang pria dan ketika dia menikah dengan Jonathan ia bisa kembali menikmati sentuhan itu dan sensasinya berbeda saat bersama dengan Jonathan. sengatan yang diberikan Jonatan kepadanya begitu bisa membuatnya terbang ke awang-awang. Jonathan sangat pintar membuat dirinya mencapai puncak yang terpuaskan.


satu jam Sudah mereka melakukan pergulatan di atas ranjang bersama-sama dan membuat ranjang mereka berantakan.


"kamu memang hebat sayang. Aku sangat mencintaimu Dinniar." Jonathan mengecup kening Dinniar sebelum turun dari tubuh istrinya.


dilihat hanya bisa tersenyum karena tubuhnya sangat lemas pergulatannya dengan Jonatan sangat membuat dirinya menguras seluruh energinya.


"Sayang aku mau memberitahumu Kalau malam ini akan ada acara amal yang digelar oleh beberapa perusahaan. dan aku mendapatkan undangan sebagai pimpinan perusahaan keluarga." tutur Jonathan.


"baiklah aku akan berdandan yang cantik Tuan Jonathan. Aku tidak akan membuatmu malu." kata Dinniar dengan senyuman yang lebar dan menggoda.


Jonathan kembali mengecup Dinniar di bagian bibir istrinya itu sebelum dia pergi ke kamar mandi.


...****************...


diniat menuruni tangga rumahnya dengan gaun yang membuatnya terlihat begitu cantik. Jonathan sampai sampai terkejut melihat kecantikan istrinya.


"Kamu cantik sekali sayang."puji Jonathan kepada istrinya.


"sudah siap pergi?"tanya Jonathan.


Jonathan dan Dinniar masuk ke dalam mobil mereka dan menyusuri Jalan hingga sampai ke sebuah gedung yang menjadi tempat pertemuan mereka.


Dinniar diajak oleh Jonathan menghadiri sebuah acara amal yang diselenggarakan oleh beberapa perusahaan gabungan, di dalamnya ada perusahaan milik Jonathan yang diwariskan oleh mamanya setelah kepergian kakaknya. Jonathan ingin memperkenalkan diniar kepada rekan-rekan bisnisnya. kebanggaannya terhadap istrinya begitu tinggi. dan saat ini Dinniar bahkan tampil bak bidadari.


"Selamat datang Pak Jonathan. Sepertinya semakin hari aura seorang pebisnis semakin terpancar cerah. Selamat sekarang sudah memegang dua perusahaan besar. saya salut kepada anda." Mereka berdua kemudian berjabat tangan.


"Terima kasih Pak Tony. anda juga sangat terlihat semakin gagah setelah menguasai bisnis property di Indonesia."


"Oh, ya. perkenalkan ini istri saya. Dia seorang lulusan di dunia pendidikan dan seorang kepala sekolah." Jonathan memperkenalkan istrinya.


"Selamat datang di perkumpulan kami. Saya sangat senang bisa bertemu dengan istri seorang pengusaha sukses." Tony memandang Dinniar dengan tatapan tak suka.


Tony dan juga Jonathan memang tidak terlalu memiliki hubungan baik. Mereka juga tidak memiliki banyak kerjasama. Karena bidang mereka memang tidak sama. Jonathan menghadiri acara amal ini setelah dia memegang jabatan sebagai seorang pemimpin perusahaan yang bergerak dalam bidang perhotelan menggantikan. posisi kakaknya.


"Pak Tony, maaf saya harus menyapa beberapa rekan yang lain." Jonathan izin pamit dengan sangat sopan.


Jonathan membawa serta istrinya untuk dikenalkan dengan beberapa rekan bisnisnya yang lain yang kebetulan sangat akrab dengannya.


diniat dan juga Jonathan berkeliling menyapa beberapa rekan bisnis. saat mereka berkeliling ternyata Samuel dan violin juga sudah datang.Di sana mereka juga bertemu dengan Samuel dan Violin, karena memang Samuel adalah salah satu pemilik perusahaan yang bergerak di bidang yang sama dengan mereka semua.


Samuel dan violin yang melihat pasangan pengantin baru itu langsung menghampiri mereka. violin sangat senang melihat sahabatnya.


"Dinniar." Violin melompat kegirangan melihat sahabatnya ikut dalam acara amal ini.


"Vi," Dinniar memeluk sahabatnya sangking senang bertemu dengan orang yang satu frekuensi dengannya.


"Vi, tahu tidak, aku merasa sangat canggung sekali di sini." Curhat Dinniar.


"Aku tidak heran karena kamu baru pertama kali ikut acara seperti ini. kamu harusnya heran kepadaku yang sudah bertahun-tahun ikut acara ini, tapi masih tetap tidak nyaman." Keluh violin dengan wajah sendu.


Violin yang sudah cukup lama bergabung dengan rekan bisnis suaminya. masih juga terlihat canggung dan merasa kurang nyaman ketika berada diantara mereka semua. karena memang orang-orang yang ada di perkumpulan ini bukan hanya ingin mengadakan acara amal. akan tetapi mereka juga ingin memamerkan seberapa tinggi status sosial mereka dan seberapa banyak uang yang mereka miliki.


"Tapi sekarang aku senang. karena ada kamu di sini." tiba-tiba ibu satu anak itu kembali ceria lagi.


Dinniar tidak aneh dengan sikap sahabatnya satu itu. dia kemudia tertawa bersama dengan violin.


"kalian berdua nikmatilah hidangannya. aku dan Samuel mau bertemu klien penting dulu." Jonathan dan Samuel pergi ke arah Utara.


Dinniar dan violin kemudian langsung pergi berkeliling melihat beberapa hidangan dessert dan hidangan makanan utama. mereka berkeliling untuk menghilangkan bosan karena memang tidak ada orang yang dikenal oleh mereka di sini.


Dinniar dan violin mengambil satu piring kecil dan meletakkan beberapa dessert yang mereka cukup suka.


Violin meletakkan Chocolate caramel pudding cake, Mango cheese cake, dan Baklava Roll ala Turki. semua yang diambilnya adalah makanan manis.


Sedangkan di sisi lain, Dinniar sedang berkeliling melihat beberapa makanan yang mungkin dia cukup sukai. Dinniar meletakkan beberapa dessert di atas piringnya. Dia meletakkan Regal strawberry cream cheese yang di tata di mangkuk kecil oleh pihak catering. roti cheese smoke beef blanket, dan mini beef burger.


Dinniar sangat suka makanan yang tidak terlalu banyak mengandung gula. dan terlebih lagi dia sangat suka dengan beberapa makanan yang terhidang bersama dengan keju.


Dinniar menikmati beberapa jenis makanan bersama dengan violin. sejak dia melangkahkan kakinya di gedung pertemuan itu. ada seseorang yang tengah memperhatikan dunia dengan seksama.