
Adzan Subuh sudah berkumandang. Bergegas dunia beranjak dari ranjang dan pergi menuju kamar mandi untuk menunaikan salat subuh.
di dalam sujud terakhir dini hari meminta kepada Allah yang maha esa untuk mempertemukannya kembali dengan Tasya Putrinya.
"Ya Allah, tolong jaga putriku yang tidak terlihat olehku. yang tidak bisa aku lindungi. Ya Allah, selamatkan putriku di manapun ia berada. Pertemukan dia dengan orang yang baik yang bisa menolongnya. Tolong kembalikan dia ke dalam pelukanku lagi."
Buliran air mata terus berjatuhan hati seorang ibu yang remuk karena kehilangan anak semata wayangnya. Dinniar sangat berharap dan dia terus menyerukan doa-doa agar putrinya kembali segera kepadanya.
Dinniar percaya kalau Tuhan akan mengembalikan putrinya dalam keadaan sehat walafiat dan dalam keadaan sempurna tak ada satu kurang pun.
Dinniar melipat mukena yang barusan ia pakai untuk salat dia juga melipat sajadah dan menggantungnya.
Dinniar keluar dari kamarnya dan ia menuruni tangga dia melihat ke arah kamar putrinya.
Dinniar biar kembali menuruni anak tangga. dia meraih gagang pintu dan membuka perlahan pintu kamar putrinya.
Dia sangat berharap ketika membuka pintu kamar itu Tasya lah yang pertama kali dia lihat Namun sayang harapannya tak sesuai dengan kenyataan yang didapatnya.
Dinniar masuk ke dalam kamar putrinya dia duduk di atas ranjang putrinya. dia mengelus bantal yang biasa dipakai tidur oleh Tasya.
"maafin Mami Tasya. andai Mami tidak mengizinkanmu untuk pergi bersama Papi. mungkin saat ini kamu masih berada di dalam rumah ini dan sedang tertidur di kamar ini."
Dinniar pendidikan air matanya setiap momen yang mengingatkannya kepada Tasya pasti dia akan menangis.
Air mata kembali lolos dari pelupuk matanya. Dinniar juga merasa kesal karena sampai sekarang Darius sama sekali seperti tidak mementingkan Tasya yang hilang.
"Kamu dimana Mas? Anak kita hilang, tapi sepertinya kamu sangat bersantai.
...****************...
Cornelia terus bermanja dan meminta jatah kepada Darius. Di saat situasi yang sedang tegang ini. Cornelia sangat membuat gerah Darius sehingga dia mau tak mau meladeni keinginan Cornelia untuk bercinta.
Cornelia sepertinya sudah mencapai puncaknya. Darius mempercepat tempo hentakannya dan mereka berdua mencapai puncak bersama.
Cornelia dan juga Darius menyudahi permainan panas mereka.
"Aku harus bergegas pergi mencari Tasya lagi." Darius beranjak dari ranjang tidurnya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Cornelia sangat kesal karena suaminya lebih mementingkan Tasya. Cornelia merasa kalau rencana yang seharusnya membuat dirinya nyaman tanpa pengganggu malah semakin membuat waktu dirinya dengan Darius tersita.
Darius keluar dari kamar mandi dengan sudah mengenakan pakaian yang rapih. Dia sudah siap untuk pergi dan mencari Tasya.
"Kamu mau ikut?" tanya Darius.
"Aku sebaiknya di rumah saja. Badanku tiba-tiba merasa tidak enak." Cornelia menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.
Darius hanya bisa geleng-geleng kepala saja ketika melihat sikap istrinya itu.
Darius selesai dengan pakaiannya. Dia menghampiri Cornelia dan mengecupnya.
Darius kemudian pergi dari rumahnya.
...****************...
Dinniar bersiap untuk pergi mencari putrinya lagi. Adrian sahabatnya sudah menunggunya di bawah. rencananya Adrian akan menemani Dinniar mencari Tasya. Persahabatan yang begitu kental membuat mereka semua khawatir jika Dinniar pergi sendirian.
permasalahan yang menimpa Dinniar juga adalah permasalahan mereka semua. Jadi sebagai sahabat mereka membantu Dinniar.
Semua bergerak menuju tempat yang sudah di sepakati dan saling memberi kabar.
"Terima kasih." Dinniar menatap sendu ke arah sahabatnya itu.