
Melihat semua orang yang berada di ruangan luas itu. Dinniar melihat sosok yang sangat tidak asing baginya. ternyata Darius dan istrinya juga hadir di acara yang sama.
Dinniar melemparkan senyuman kepada pasangan suami istri itu. Entah kenapa raut wajah istri Darius sangat tidak suka dan membuat Dinniar mengurungkan diri untuk menyapa.
"sayang, kamu mau menyapa mereka?" tanya jonathan.
Dinniar mengalihkan pandangannya dan menatap wajah tampan sang suami. "tidak perlu mas. lagi pula acara akan segera dimulai. lebih baik kita fokus dengan acara ini." Dinniar mengakhiri perkataannya dengan senyuman manis di wajahnya.
Dinniar dan Darius memang sudah memiliki hubungan yang baik. namun, Dinniar tetap menjaga jarak dari Darius. dia tidak mau menimbulkan kesalahpahaman lagi. cukup Cornelia yang membuat kacau keadaan.
Melihat semua tamu sudah hadir. pasangan suami istri yang mengadakan acara pesta langsung memberikan sambutan yang sangat meriah dan mempersilahkan para tamu undangan untuk menikmati hidangan yang sudah mereka sediakan.
"sayang kamu mau kemana?" tanya sang istri kepada suaminya.
Darius langsung menatap manik mata istrinya yang sudah memberikan tatapan penuh peringatan. Darius tau kini dia yang di dalam kendali istrinya. menikah dengan seorang wanita yang cukup berkuasa dan juga terbilang salah satu keluarga VIP.
"aku harus bicara dengannya. kamu tunggu saja disini. aku tidak akan lama." Darius menyingkirkan tangan istrinya yang sejak tadi menghalangi dirinya untuk bertemu dengan Dinniar.
Darius terus melangkah dan berdiri di hadapan mantan istrinya.
"permisi, maaf bisa luangkan waktu sebentar?" tanya Darius kepada Dinniar yang sedang sibuk dengan para tamu undangan lainnya.
"Silahkan."
"kenapa anda memanggil saya?" tanya Dinniar dengan wajah yang cukup kaku.
"Aku hanya ingin bertanya. kapan aku bisa bertemu dengan anakku?" tanya Darius dengan sangat penuh pengharapan.
"apa maksudnya? bukan kah kita sudah sepekat untuk saling menjaga bersama!" Darius sangat kesal sekali.
Dia tidak menyangka kalau Dinniar sudah mulai berubah. Dinniar melakukan hal itu agar tidak ada lagi kesalahpahaman diantara mereka.
"Aku mau bertemu dengannya. dia juga anakku, Dinniar!" ujarnya dengan berbisik kepada Dinniar.
"sayangnya anakmu tidak mau bertemu. aku hanya bisa memintanya bertemu denganmu bukan memaksanya. dia sudah besar jadi sudah mengerti semua keadaan. aku harap kamu mau mengerti akan hal itu." kini giliran Dinniar yang berbisik di telinga Darius.
"Apa kamu salah dalam mendidiknya ? sampai dia menjadi mengabaikan ku sekarang?" tanya Darius.
"salah? apa kamu bilang aku salah dalam mendidik? yang aku tahu semua ini adalah kesalahanmu. kamu membuat dia hancur. dengar jangan lagi ada keributan. atau kamu akan menyesalinya." Dinniar memberikan peringatan keras kepada mantan suaminya.
Dinniar menikmati acara dan menikmati makanan. Darius dan istri juga menikmati makanan yang sudah disediakan oleh pemilik acara.
Dinniar memang tidak pernah sekalipun melarang Tasya untuk pergi menemui ayahnya. namun, Tasya memiliki suatu alasan yang membuat dirinya tidak mau bertemu dengan Darius.
Dinniar juga tidak pernah menanamkan rasa dendam. dia juga sering bertanya tentang apa sebenarnya yang terjadi kepada Tasya sehingga anak yang duduk di bangku sekolah dasar itu menjadi berubah drastis.
Tasya menjadi dingin setiap papinya kerumah . padahal Darius menyimpan rindu yang teramat besar kepada sang putri.
"Aku besok mau bertemu dengan Tasya." tegas Darius.
Dinniar melipat kedua tangan di dada. "silahkan saja."