Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 121 - Bulan madu part lanjutan



"Hari ini kita mau kemana?" tanya Jonathan


"Aku mau nonton film lagi. satu film lagi. baru nanti kita jalan-jalan."


menonton sinetron takdir cinta.


"Selamaaat."


Semua mengucapkan selamat kepada Viko yang sudah menikah dengan wanita yang dia cintai.


Viko merupakan anak pertama di keluarga ini, akan tetapi ini adalah acara kedua yang di gelar oleh keluarga besar Doulton.


Doulton adalah nama papa dari para anak-anak yang tinggal di rumah besar itu.


Doulton kini sudah sangat sepuh sehingga harus ditemani kursi rodanya kemanapun dia pergi.


Leni adik dari Viko dan kakak dari Tania menikah lebih dulu. Leni melangkahi Viko karena dia terlibat one night dengan seorang pengusaha muda dan kaya.


Setelah mengetahui kalau ternyata putrinya mengandung benih seorang pria. Doulton memaksa pria itu untuk bertanggung jawab.


Setelah lelah memikirkan putrinya dan setelah selesai menggelar acara pernikahan putrinya. Doulton pingsan di kamar mandi dan dinyatakan terkena struk ringan oleh dokter.


Doulton masih bisa bicara meskipun terbata-bata, Dia juga masih bisa berjalan sendiri namun, tidak kuat lama.


Doulton terkena struk ringan dua tahun lalu dan terlambat dibawa ke rumah sakit saat itu.


****************


Selesai acara pernikahan kemarin, Tania terlihat murung. Sebab hanya dia kini yang belum mendapatkan pasangan hidup.


Usianya memang baru menginjak dua puluh lima tahun dan sedang kuliah S2.


Tania sangat pendiam dan jarang berbaur dengan kakak-kakaknya. Ditambah lagi, kedua kakaknya sering nongkrong di sebuah club malam dan menghambur-hamburkan uang di sana.


Tania bukan anak yang sering bermain bersama para temannya. Dia tidak terlalu suka keramaian dan suara bising yang membuat telinganya sulit mendengar.


Tania bahkan punya sebuah apartemen yang tidak diketahui oleh anggota keluarganya. Dia sering ke sana hanya untuk menenangkan diri dan mengenang mamanya.


Juliet adalah seorang ibu yang sangat baik dan perhatian terhadap ketiga anaknya. Dia juga sempurna sebagai seorang istri. Juliet meninggal saat usia Tania beranjak delapan belas tahun.


Tania sangat terpukul dengan kepergian mamanya yang secara cepat. Juliet mengidap penyakit kanker dan ternyata sudah menjalar ke seluruh jaringan tubuhnya. Juliet pasrah, karena dia tahu tidak akan tertolong lagi.


Kedua kakak Tania tinggal menjadi satu dengannya di rumah besar itu meskipun mereka sudah menikah. Doulton meminta kepada mereka untuk tetap tinggal bersama apapun yang terjadi.


Leni yang sudah menikah lama dan sudah memiliki satu putri selalu sibuk dengan pekerjaannya. Dia bahkan tidak pernah sempat untuk bercengkrama dengan anak dan suaminya.


Viko sekarang sedang sibuk berbulan madu ke Paris. Mereka memilih Paris sebagai negara yang memiliki sejuta kisah romantis.


****************


Doulton ikut sarapan pagi bersama dua putrinya, satu menantu dan satu cucu yang cantik. Tidak biasanya Doulton ikut makan bersama mereka.


"Caca. Apa Caca mau bermain dengan kakek?" tanya Doulton kepada bocah berusia satu tahun lebih itu.


"Pah, jangan terlalu capek. Caca sudah ada baby sitter yang menjaga dan mengajaknya bermain." Leni menunjukkan perhatiannya kepada sang ayah.


"Tidak capek. Lagi pula dia itu'kan cucuku. Bukan cucu pembantu atau Babay sitternya." Doulton malah marah saat diperhatikan.


Doulton kerap kali meminta Leni untuk berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga saja. Namun, putrinya selalu tidak terima jika dia hanya menjadi ibu rumah tangga di jaman moderen ini.


Leni termasuk salah satu golongan ibu-ibu sosialita yang mengenakan merk branded dari ujung kaki hingga ujung kepala.


...****************...


"Kamu begitu senang menontonnya. mungkin karena dia juga jarang sekali menghibur diri akhir-akhir ini." pikir Jonathan.


suara televisi begitu terdengar merdu di telinga Jonathan.


suara yang terdengar dari film yang sedang di lihat oleh istrinya.


Srrrrrtt


Tirai jendela terbuka oleh wanita bernama Dina.


"pagi sayang" Dina membuka tirai jendela dan cahaya matahari langsung menyerbu seisi kamar tidurnya.


"Sayang, silau" Rizki menutup wajahnya dengan bantal untuk menghindari cahaya matahari.


"Sudah pagi beib, ayo bangun" Dina berusaha membangunkan suaminya yang semalam pulang sangat larut.


"Nanti ajah, aku masih ngantuk banget, semalem tuh cape banget badan aku" kata Rizki sambil terus berusaha memejamkan matanya lagi.


"Beib, kamu kan katanya ada meeting pagi ini, jadi aku tidak mau kamu terlambat." Dina berusaha membangunkan suaminya.


"Kamu ini! Aku bilang cape ya cape, kenapa sih, kamu tuh selalu ajah bikin keributan di pagi hari!" Rizki langsung bangun dan menghampiri istrinya.


"Apa kamu tidak mengerti bahasa Indonesia?" Rizki mencengkram tangan Dina.


"Mas, maaf, aku hanya berniat membangunkan mu, aku hanya tidak ingin kamu terlambat meeting." Dina bicara sambil meringis kesakitan.


Kehidupan Dina dan juga Rizki berubah tiga ratus enam puluh derajat, empat tahun pernikahan mereka, tiga tahun baik-baik saja, memang tempramen Rizki agak lain, tapi selama tiga tahun pernikahan hanya ucapan saja yang kasar, tapi satu tahun ini dia bukan hanya berkata kasar tapi juga bersikap kasar, seringkali terjadi kekerasan, tapi Dina berusaha bertahan, putrinya butuh sosok seorang ayah, lagi pula Rizki adalah sosok ayah yang baik.


***


Dina masuk ke dalam ruangan kerjanya, sebagai seorang wanita karir, dia cukup pandai mengatur waktu.


"Dina, kamu baik-baik saja?" tanya Wina.


...****************...


Jonathan jadi semakin penasaran dengan apa yang sedang di lihat istrinya dia lalu menghampiri Dinniar dan duduk di sampingnya sambil ikut terhanyut dan menyatu dengan apa yang sedang di lihat oleh istrinya.


"kamu sedang asik sekali menontonnya. aku jadi ikut penasaran ingin melihat filmnya." kata Jonathan.


"ini film yang sangat seru sayang. aku saja sampai terhanyut dalam plot yang dibawakan olehnya." kata Dinniar sambil asik menikmati kripik jagung di tangannya.


"Kamu mau bertemu dengan mereka?" tanya Jonathan.


"ketemu siapa?" tanya Dinniar.


"ketemu mereka yang ada di film itu?" tanya Jonathan sambil menunjuk ke arah televisi.


"mereka?" kamu serius sayang?" tanya Dinniar.


"serius dong masa buat kamu aku main-main. kamu enggak lihat dimana di siarkan film sinetron itu?" tanya Jonathan.


Dinniar melihat ke arah televisi dan benar saja kalau ternyata itu stasiun televisi yang dimiliki oleh suaminya. dia benar-benar tidak menyadari akan hal itu.


"Aku mau sayang kapan kita akan ke sana?" tanya Dinniar.


"Setelah kita pulang." kata jonatan menjawab pertanyaan istrinya.


Dinniar kembali menonton televisi. dia benar-benar tidak menyangka ternyata suaminya akan mengajak dirinya bertemu artis dari film sinetron yang begitu dia sukai.


Jonathan binar raut wajah bahagia istrinya. dia pun ikut berbahagia.