Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
293



Dinniar kembali ke rumahnya ditemani oleh Sefya dan juga Selvia. Mereka meneruskan perbincangan antar wanita yang sempat tertunda.


"Ini minuman dan camilannya."


"Terima kasih, bi." ujar Dinniar.


Setelah mengantar minuman dan cemilan. Asisten rumah tangga Dinniar kembali ke belakang. Sedangkan ketiga sahabat itu kembali berbincang sambil sedikit terkekeh.


"inget. Pokoknya kita harus bikin itu cewek enggak lagi deketin Jonathan. Gue enggak rela kalo sampe suami sahabat gue direbut lagi sama pelakor." tegas Selvia.


Ketiganya telah membuat sebuah rencana sederhana yang akan membuat Melinda menjauh dari Jonathan dan tidak lagi berharap. Dinniar sangat senang karena kedua sahabatnya begitu mensupport dirinya dan dia juga bersyukur sekali disaat dirinya butuh bantuan kedua sahabatnya berada disisinya.


"besok gue akan cari media sosial tuh cewek dan cari informasi. Oh, ya. Tadi Samuel info katanya Melinda mendapatkan tender besar dengan seorang investor. Sepertinya kita harus menyelidikinya. Gue rasa ada yang enggak beres." Sefya mengedarkan pandangannya kewajah sahabatnya.


"kali ini kita bantuin Lo. Tenang ajah." Sefya menggenggam tangan Dinniar.


"kalian enggak perlu repot-repot. Melinda biar jadi urusan gue ajah. Lagi pula, mas Jonathan enggak mungkin mengkhianati pernikahan dan janji sucinya. Gue yakin dia pria yang setia." Dinniar lalu tersenyum.


Bertapa dia sangat mempercayai suaminya. Pria yang sudah beberapa tahun ini mengisi kehidupannya dengan memberikan cinta kepadanya dan juga Tasya, adalah sosok yang tidak akan pernah mengingkari janji. Ditambah lagi Dinniar mendengar percakapan diantara suaminya dengan Melinda beberapa hari lalu. Percakapan itu menjadi bukti nyata kalau suaminya tidak mudah tergoda oleh wanita lain.


"Dia pria yang tidak akan pernah mengkhianati keluarganya. Pemikiran ini bukan karena perasaan cinta. Akan tetapi, pemikiran ini datang karena sebuah bukti. Gue hanya perlu mengewasi gerak-gerik Melinda saja. Melinda adalah anak angkat dari om syam. Om syam dulu menginginkan melinda menjadi istri dari mas Jonathan. Nampaknya mas Jonathan tidak menanggapi dan malah memilih pergi. Hingga akhirnya kita bertemu." tutur Dinniar.


"bener tuh. Kita harus ekstra penjagaan. jangan lengah dan memberikan kesempatan untuk mendekat." saran Selvia.


"kalian semua tenang saja. Kalian tidak perlu mengkhawatirkan hal ini begitu serius. Aku sudah baik-baik saja. Perasaan ku sudah jauh lebih tenang setelah bertemu dengan kalian berdua."


"serius? yakin udah lebih baik.?" tanya Selvia dengan serius.


"benar. kalian tidak perlu khawatir. Aku akan mengatasinya." Dinniar meyakinkan kembali kedua sahabatnya.


Memiliki dua sahabat yang begitu perhatian dan sangat menyayanginya. Membuat Dinniar menjadi lebih kuat dalam menghadapi skenario terburuk dalam mencegah hal buruk menimpa rumah tangganya.


Dinniar yakin kalau suaminya tidak akan main gila dengan wanita seperti Melinda. Ketiganya berakhir berpelukan bersama. Mereka memberikan memberikan support kepada Dinniar. sahabat yang sudah seperti keluarga sendiri dan membuat Dinniar selalu mampu berjalan di tengah terpaan badai yang sedang menerpanya.


"sepertinya suami kita datang." Sefya beranjak dari sofa dan melihat ke jendela.


"tuh,kan. Benerr suami kita datang." Sefya begitu senang.


Dia langsung berlari ke arah pintu dan membukanya. Sefya bertingkah seolah mereka telah terpisah lama. Padahal baru empat jam mereka berpisah. Dinniar dan Sefya yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala.