Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 205 - Nenek datang berkunjung



Dinniar diberi kabar kalau mertuanya akan datang berkunjung ke rumahnya. Dia bersiap untuk menyambut kedatangan mertuanya yang sudah ada di jalan. dan hampir sampai ke rumahnya.


Dinniar memberitahukan kabar gembira itu kepada anak-anak dan mereka sangat senang mengetahui kalau neneknya akan datang.


Jonathan juga hari ini kebetulan sekali sudah bisa libur bekerja. dia meminta Rendy untuk menghandle semua agar tidak ada yang menganggu rencana liburannya dengan keluarga.


Dinniar menceritakan kepada jonathan betapa Tasya sangat sedih mengetahui papanya pergi bekerja disaat sudah berjanji akan pergi memancing bersama. alasan Tasya menjadi seperti itu juga bukan semata karena keinginannya. dia takut dengan ini. awal Darius meninggalkan mereka adalah dengan selalu pergi bekerja disaat semua libur. Tasya masih menyimpan trauma itu ternyata. dia bercerita kepada Alesya dan Alesya menyampaikannya kepada Dinniar sehingga dia membahas hal itu dengan suaminya.


"sayang, setelah nenek datang kita akan pergi memancing bersama. nenek rencananya akan ikut berlibur dengan kita juga." ujar Jonathan.


"benarkah? waaah semakin seru dong acara liburan kita kali ini." seru Tasya dengan begitu girangnya.


Jonathan menjadi lega karena Tasya sudah kembali ceria dan tidak merajuk lagi. kemarin saat Jonathan pulang masih ada sedikit rasa kesal meskipun sudah di bujuk oleh mami dan kakaknya Alesya.


tin tin tin


terdengar suara bunyi klakson mobil dan ternyata ibu dari Jonathan sudah tiba di rumah mereka.


"Nenek datang!" seru kedua gadis cantik itu.


mereka langsung berlarian menuju pintu keluar untuk menyambut kedatangan neneknya. mereka berdiri di depan pintu.


"Selamat datang nenek cantik." Tasya dan Alesya menyambut neneknya yang sudah ada di depan teras rumah mereka.


"Halo cucu-cucu cantiknya nenek. wajahnya semakin cantik saja nih." Mama dari Jonathan mengecup bergantian Tasya dan Alesya.


"nenek. nanti ceritakan aku buku cerita ya. aku banyak sekali buku cerita baru dibelikan oleh papa." ujar Tasya.


"Siap baik cucu cantik."


"nanti kak Alesya juga akan bacakan buku cerita untuk Tasya." janji Alesya.


"benar ya kak. aku pokoknya mau di bacakan buku cerita yang banyak sekali. aku suka dibacakan buku cerita." Tasya tersenyum lebar.


"Alesya, bagaimana kabarmu sayang?" tanya neneknya.


"Kabarku baik nek. aku sangat bahagia berada di dekat mereka semua." Alesya menunjukkan rona bahagianya.


"kapan kamu akan berkunjung ke rumah nenek? teman-temanmu di sana sudah menanyakan mu."


"nanti jika sepulang kita liburan. aku boleh ajak Tasya juga'kan nek?" tanya Alesya.


"tentu sayang jika dia mau diajak nenek sangat senang. dua cucu cantik menemani nenek di rumah."


Alesya sudah tidak bisa lepas dari adiknya itu. dia sudah sangat menyayangi Tasya dan tidak bisa jauh darinya.


Mereka bertiga naik ke atas untuk mengantar neneknya ke kamar tamu. dan Tasya langsung menagih janjinya untuk dibacakan buku cerita oleh neneknya.


"Nek ayo bacakan Tasya dua buku ini." rengek Tasya.


"baiklah nenek akan membacakannya sayang."


neneknya membuka satu buku cerita yang akan dia bacakan terlebih dahulu.


Rumania dipeluk bergantian oleh kakek dan neneknya yang dipanggil dengan sebutan opung.


wah cucu opung sudah besar ujar opung perempuan sambil memperhatikan rumania dengan wajah berseri-seri. gadis kecil itu tersenyum sopan Ini pertama kali rumania menginjakkan kaki di kota Medan dia lahir dan besar di Jepang sekarang mereka sekeluarga akan menetap di Indonesia karena ayahnya dipindah tugaskan di negara asalnya.


sebenarnya rumania kurang suka melihat opung perempuannya mengunyah siri. namun kata maminya itu memang salah satu kebiasaan orang-orang Medan untuk mencegah kerusakan gigi dan juga agar tidak bau mulut.


sejak pindah ke kota Medan rumania agak bermasalah dengan makanan di sana. maklum saja makanan yang tersedia tergolong asing untuk lidahnya. nama makanannya pun tidak biasa didengarnya. akan tetapi lama-kelamaan Romania terbiasa juga. apalagi rasanya memang lezat rumania pun mulai terbiasa begitu juga dengan udara panas yang membuatnya berkeringat.


saat tidak sibuk opung laki-lakinya yang bermarga Napitupulu selalu mengajaknya berkeliling kota. mereka juga berkunjung ke masjid Raya atau istana Maimoon yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.


rumania paling senang saat diajak mengunjungi danau Toba. danau Toba itu sangat indah dan luas dari kejauhan airnya juga nampak berwarna hijau kebiruan menyajikan pemandangan yang luar biasa. rumania tak henti berdecak kagum melihat pemandangan di sana.


danau Toba tidak hanya menjadi danau terbesar di Indonesia tetapi juga di Asia tenggara loh panjangnya juga sampai 100 KM dan lebarnya sekitar 30 km.


"wow pasti itu sangat besar ya nek? kapan ya kita bisa berlibur kesana melihat keindahan danau Toba?" tanya Tasya.


"nanti kita tanyakan kepada papa ya sayang. sekarang nenek lanjutkan berceritanya." ujar sang nenek mulai menarik napas untuk melanjutkan cerita.


Danau Toba adalah tempat wisata paling populer di Sumatera Utara .setiap tahun diselenggarakan sebuah acara bernama pesta Danau Toba .pada saat itu banyak sekali wisatawan yang berkunjung .Opung napitupulupun memiliki sebuah hotel di sana .menurut cerita Opung Napitupulu kisah terjadinya Danau Toba sangat unik dulu ada seorang putri yang dikutuk menjadi ikan setelah diselamatkan oleh seorang petani Sang Putri pun kembali ke wujud semulanya .


Petani pun menikah dan mempunyai seorang anak namun sang petani tidak boleh memberitahu asal usul putri kepada siapapun jika tidak istri dan anaknya bisa menghilang dan terjadi bencana .


Suatu ketika Si petani Melanggar janjinya akibatnya istri dan anaknya menghilang lalu dari jejak kaki istrinya keluarlah air sangat deras dan kelak menjadi Danau Toba .


"apa benar begitu ceritanya nek?" tanya Tasya kepada neneknya tentang kebenaran cerita itu.


"sebenarnya Danau Toba berasal dari letusan Gunung Toba."


"letusan gunung Toba bisa membuat danau sebesar ini?" tanya Tasya sambil menunjuk gambar.


"benar sayang gunung Toba meletus sekitar 75000 tahun yang lalu. letusannya terjadi selama satu minggu dan membuat udara dipenuhi oleh debu menurut penelitian debu letusan gunung Toba ditemukan hingga ke kutub utara sehingga menelan korban jiwa yang cukup besar hampir separuh penduduk bumi kala itu tewas karenanya." cerita nenek.


"tapi kata di buku ini bukan seperti itu ceritanya Nek."


nenek pun tersenyum sambil membelai rambut cucunya yang cantik. "nanti nenek akan menjelaskannya lagi. ini akan lanjutkan dulu ceritanya."


Pada suatu kesempatan Opung Napitupulu pun mengajak Rumania ke Pulau Samosir yang terletak di tengah danau toba untuk mencapainya mereka harus menyeberang dengan menggunakan kapal feri .


Di Pulau Samosir ada banyak pedagang menjajakan berbagai macam cenderamata semua dijual dengan harga murah Opung membelikan cucunya sebuah kaos yang bertuliskan Lake Toba .


Rumania begitu menyukai kaos yang diberikan oleh opungnya .sepertinya Rumania jatuh cinta dengan Danau Toba sepulang dari Pulau Samosir rumahnya menceritakan keinginannya .


Opung Apakah hotel ini nanti menjadi milikku tanya rumania pada neneknya


Memangnya kamu mau tinggal di sini tanya opungnya kepada rumania.


Aku mau Opung tinggal di sini Aku mau menikmati indahnya Pulau Samosir.


"selesai sekarang waktunya kita turun ke bawah dan makan siang dulu nanti selepas makan siang dan Tasya mau tidur siang nenek akan melanjutkan cerita yang kedua. setuju?" tanya neneknya.


"baiklah nek." Tasya menyetujuinya.