
pesan masuk kepada Dinniar dari Sonia temannya.
Sonia : Assalamualaikum... din besok mau renang tidak di acara kumpul-kumpul?
Dinniar: Aku sih bawa baju renangnya son, Tapi lihat yang lain ajah. Sama bawa baju ganti untuk anak-anak ku.
Sonia : Iya aku juga soalnyaa daffa pasti ribut si. apalagi adiknya nih. pasti pengen berenang kalau lihat air.
Dinniar: Bawa obat-obatan juga kali ya. takutnya nanti di sana tiba-tiba anak demam. biasanya kan kalau habis berenang suka sumeng gitu.
Sonia : Paling aku bawa obat penurun demam. dan untuk mencegah masuk angin saja.
Dinniar: jangan lupa bawa minyak Kayu putih...
Sonia : Iyah kalau itu sih sudah pasti dong say. anak-6butuh itu untuk menghangatkan tubuhnya. emangnya kita kalau butuh kehangatan mepet ke suami.
Sonia memberikan icon tertawa sehingga Dinniar ikut tertawa terbahak-bahak saat membacanya.
Dinniar: adiknya Daffa memang sudah bisa berenang??
Sonia : palingan papanya yang temenin dia berenang di kolam renang. aku lagi enggak bersahabat dengan air. alias sedang datang bulan.
Dinniar : nanti di sana kita dapat makan siang kan ya. karena aku tidak sempat nih kayaknya bikin masakan.
Sonia : dapat dong say. pasti kamu kita healingnya ke tempat yang elit.
Dinniar: okeh deh kalau begitu.
Dinniar tidur setelah dia dan Jonathan selesai membersihkan diri. Dinniar dan jonathan baru saja pulang dari acara pesta.
"aku lihat anak-anak dulu." Dinniar keluar kamarnya dan pergi menuju ke kamar putrinya.
"Hai mami. mami sudah pulang ya?" tanya Tasya yang senang melihat maminya sudah pulang.
" ya Mamih sudah pulang. Tasya ayo tidur sudah malam besok kita akan pergi bersama dengan Tante Sonia untuk menginap di villa. dan kalian akan berenang." Dinniar bicara sambil memeluk Tasya dan Alesya.
"tapi ada syaratnya biar aku tidur." ucap Tasya.
"Pasti minta di bacain buku cerita deh dia." celetuk Alesya.
"Kaka benar sekali. seratus untuk kakak." ujar Tasya.
Dinniar kemudia mengambil satu buku cerita untuk dia bacakan sebagai dongeng sebelum tidur.
Dinniar mulai bercerita tentang apau ahe
atau akhir adalah sebuah desa di dekat kabupaten Kutai. Kutai adalah daerah yang menyimpan memori tentang kerajaan Kutai Kertanegara.itulah mengapa semenjak berabad-abad lampau. apau ahe telah ramai oleh berbagai etnis penduduknya. ada Pak mantri yang berasal dari Jawa orang yang sabar dan suka menolong ada bu guru yang berasal dari Melayu seorang yang jujur dan rajin ada juga Babah Atong pedagang ulung keturunan Tionghoa semua penduduk rukun dan saling bekerja sama.
Ari seorang anak penduduk asli sudah sebulan melihat sahabat barunya bernama Toni yang anaknya manis berasal dari ibukota Jakarta. Papa Toni ikut membuka pertambangan batubara itulah alasan Toni tak disukai teman-teman sekolahnya. teman-teman bahkan menganggap tonit aneh karena mau bersahabat dengan Ari.
ibu berkata tak baik berbeda-bedakan orang. kata Ari kepada teman-temannya. hari ini teman-temannya mengerti.
tapi papanya Toni akan merusak kampung kita Ari sahut Ina dengan tegas.
Iya apa kamu mau kamu kita perlu bencana seperti yang lain karena adanya tambang itu kata siwi seakan ingin mengingatkan Ari.
Ari resah bimbang dan tak tahu harus berkata apa dia tidak ingin kampung yang rusak karena pembangunan tambang akan tetapi dia tak ingin juga menjauh dari Toni.
Toni adalah anak yang sangat baik sekali. Toni bahkan mengajak Ari bermain di rumahnya dan meminjamkannya komputer.
hidup itu pembukaan pertambangan akhirnya merendah penduduk atau akhir tak punya pilihan lain Mereka menerima dengan syarat agar pertambangan tetap memperhatikan lingkungan sekitar jangan sampai menimbulkan kerusakan yang parah.
ariput tetap berteman dengan Toni bahkan teman-teman mulai menyapa Toni setelah itu banyak anak-anak yang datang dari Pulau Jawa ternyata mereka ramah sopan dan rajin bekerja Semua senang atau akhir kembali tenang Semua senang karena para pendatang juga menghargai penduduk setempat.
pada acara-acara keagamaan atau hari besar nasional penduduk atau akhir selalu merayakannya. mereka bahu-membahu merencanakan dan melaksanakan acara bersama-sama. kerukunan khas atau ahe selamanya akan membekas Di hati.
Dinniar melihat Putrinya sudah memejamkan matanya dan tertidur dengan lelap. setelah melihat anak-anak yang sudah tertidur di dalam tas keluar dan kembali ke dalam kamarnya.
di sana ternyata suaminya sudah menunggu dengan sangat manisnya. Jonatan pasti sedang menanti istrinya. sudah pasti Jonathan menagih untuk minta jatah malamnya.
"kok kamu belum tidur sih sayang?"tanyanya kepada sang suami.
"nungguin kamu dong Sayang. kita kan mau percobaan simulasi pembuatan adik untuk Devano." kata Jonathan sambil bercanda.
"jangan ngaco kamu Mas. Devano aja masih bayi banget terus dia harus punya adik lagi gitu?"Dinniar tertawa.
"punya adik lagi sih jangan sayang untuk waktu dekat. tapi kan tetap harus dicoba-coba. kasihan loh akunya nanti nangis." Jonathan merengek seperti anak kecil.
"kamu itu mas. ada-ada saja tau nggak sih." dinniar tertawa kecil dan dia masuk ke dalam selimut.
saat dia masuk ke dalam selimut suaminya sudah bersiap untuk menyambutnya. Mereka melakukan adegan ranjang dengan sangat panas. Jonathan sudah berpuasa untuk beberapa bulan karena istrinya baru saja melahirkan seorang putra tampan untuknya.
ada banyak pantangan yang harus dilakukan oleh seorang wanita yang baru saja melahirkan. salah satunya adalah tidak berhubungan intim dengan suami untuk beberapa bulan dari pasca melahirkan.
Jonathan sudah sangat bersabar. dan saat waktunya sudah tiba dia langsung tancap gas tanpa aba-aba lagi.
mereka bersemangat karena mereka sudah sangat saling merindukan satu sama lain. cucuran keringat mengalir di tubuh mereka berdua. bukan karena hawa ruangan yang panas tetapi karena permainan mereka yang begitu panas.
Jonathan bahkan berkali-kali mencapai puncaknya. malam ini seperti yang mereka akan bermain 4 rounders sekaligus karena saking mereka saling merindukan sentuhan satu sama lain.
"Mas aku capek banget."ujar diniar saat mereka sudah selesai untuk pelepasan terakhir kalinya.
"terima kasih sayang permainan kamu memang sangat hebat." puji Jonathan yang sudah terlentang diatas kasurnya karena kelelahan.