Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
313 - Pesta penyambutan



"Bu Dinniar. Hari ini beberapa staff akan mengadakan pesta penyambutan atas bergabungnya anda dengan hotel." Sandra memberi tahukan Dinniar rencana staff.


"Di mana mereka mengadakan pestanya? Aku dan suami akan datang. Tolong persiapkan tempat untuk kami berdua." titah Dinniar kepada sandra.


Sandra adalah sekretaris baru Dinniar. Sandra merupakan saudara sepupu dari sekretaris hotel. Jonathan sengaja mencari orang secara diam-diam untuk membantu istrinya mengurus pekerjaan di hotel. Jonathan tidak bisa secara terbuka mengumumkan membuka lowongan. Dia takut orang-orang Melinda akan melamar pekerjaan di hotel. Cukuplah bagi jonathan Melinda yang sering membuat kesal dirinya di hotel. Dia tidak tahan lagi menghadapi orang-orang yang sejenis dengan sepupu angkatnya itu.


Hari Sudah semakin sore. Dinniar dijemput Jonathan mereka berencana untuk pergi ke bar bersama untuk memenuhi undangan para staff kantor hotelnya.


"Kamu sudah siap sayang?" tanya Jonathan.


"Tenang saja. Semua sudah dipersiapkan. Semoga kita semua baik-baik saja." harap Dinniar.


"Semua akan berjalan dengan baik. Kita mau berangkat sekarang?" wajah tampan Jonathan menatap Dinniar.


"Rendy sudah bersiaga sesuai rencana?"


"Sayang, aku bilang jangan terlalu khawatir. Aku dan Rendy sudah mengatur segalanya." Jonathan meyakinkan istrinya.


Mereka berdua berangkat menuju bar yang sudah ditentukan oleh para staf. Meski di dalam hatinya Dinniar masih merasa khawatir, tapi dia berusaha untuk tetap percaya kepada suaminya bahwa semua akan baik-baik saja.


.


.


.


Melinda dan beberapa orang hotel mengadakan penyambutan Dinniar di sebuah bar. Jonathan dan Dinniar datang bersama sebagai tamu. Melinda bersikap seolah dia dekat dengan Dinniar.


Melinda mengajak ngobrol Dinniar. Sedangkan jonathan bergabung dengan staff pria dan juga Syam yang ikut bergabung dalam pesta penyambutan.


"Terima kasih sudah datang. Aku yakin para staf akan senang karena pemilik hotel tempat mereka bekerja adalah orang yang ramah dan menghargai keinginan mereka." ucap Melinda.


"Ya, aku harus datang. Aku tidak mau mengecewakan orang-orang yang bekerja denganku." Dinniar lalu menyunggingkan senyuman.


"ya, begitulah seharusnya boss yang baik." Melinda duduk dengan sombong.


Jonathan terus mengawasi istrinya yang sedang berbicara berduaan dengan Melinda. Dia tidak mau istrinya menjadi celaka. Dia lalu mengirim sinyal kepada seseorang.


Melinda dan Dinniar dihampiri oleh Evelin


yang ikut bergabung dengannya.


"Hai, Evelin." sapa Melinda dengan ramah.


"Hai, Melinda, Dinniar. Senang bisa bertemu denganmu Dinniar." sapa Evelin seolah belum pernah berbincang dengan Dinniar


"Ya." jawab Dinniar dengan singkat.


"Dinniar. Kenalkan ini Evelin. Dia adalah salah satu model kita yang baru. Dia dulu juga merupakan wanita yang sangat dicintai oleh mas Jonathan." Melinda menaikkan satu alisnya.


Dinniar geram mendengar perkataan Melinda. Ingin rasanya dia menenggelamkan wanita itu ke dalam lautan. Mulut Melinda benar-benar menyebalkan sekali.


"Sepertinya tidak. Bisa saja kamu masih dihatinya. Hanya saja dia tidak bisa mengatakannya karena sudah terikat pernikahan. Opps...," Melinda menggantungkan perkataannya.


"maafkan aku Dinniar aku tidak bermaksud untuk menyinggung dirimu." sambungnya.


Wajah Dinniar sudah memerah. Meski dia tahu kenyataannya kalau sang suami hanyalah mencintainya. namun, tetap saja perkataan Melinda menyayat hati.


Evelin jadi merasa tidak enak kepada Dinniar. Dia juga menjadi risih dekat dengan Melinda yang sering kali senang menyakiti perasaan orang lain dengan membual.


"Dinniar kamu adalah bintang tamu di sini. Berikanlah kata untuk kami semua agar bisa selalu semangat dalam bekerja." Melinda meminta Dinniar untuk berdiri dan memberikan sepatah kata.


Dinniar berdiri dan menatap sekeliling. Ruangan yang dipenuhi oleh staff hotel itu menjadi sunyi. Musik di hentikan dan Dinniar sebelum bicara di depan banyak orang menatap suaminya terlebih dahulu.


"Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih karena sudah hadir dan membuat acara spesial ini. Satu yang ingin saya katakan. Bekerja bukan hanya tentang bagaimana kita bisa mendapatkan uang atau gaji. Bekerja itu juga harus di awali oleh kesungguhan, ketulusan. Jika kita sudah mencintai pekerjaan yang sekarang kita miliki maka kita akan menekuninya dan berbuat yang terbaik. Saat bekerja juga berusahalah menjadi seorang yang jujur. Bersikap Jujur tidak akan pernah merugikan kita. Sebaliknya jika kita berbuat curang. Maka dimasa depan. Akan ada konsekuensi yang harus ditanggung." Dinniar menaikkan gelas yang dia pegang.


"Kita bersorak untuk diri kita sendiri dan katakan, saya adalah orang hebat, orang jujur dan akan sukses dimasa depan." pinta Dinniar.


"Saya orang hebat, saya orang Juju dan akan sukses dimasa depan." teriak semua orang kecuali satu orang yaitu Melinda.


Melinda hanya ikut mengangkat gelas miliknya tanpa mengatakan apa yang diminta oleh Dinniar.


"Sekali lagi. Terima kasih." Dinniar kembali duduk di sofanya.


Melinda menyeringai. Dia tidak suka dengan sikap Dinniar. Baginya perkataan Dinniar terlalu sombong dan tidak sesuai kenyataan.


"Kamu bicara seolah jujur itu mudah, Dinniar." ujarnya dalam hati sambil menatap Dinniar tajam.


Dinniar meneguk kembali minumannya. Dan dia merasa kalau kepalanya pusing. Begitu juga dengan Evelin.


"Melinda. Kepalaku sangat pusing sekali. Ada apa ini? Apa kamu ...." Evelin pingsan.


Evelin, Dinniar serta Jonathan tiba-tiba ambruk. Melinda melihat mereka langsung panik.


"Evelin, Dinniar. Kalian kenapa? penjaga, cepat bantu mereka. Bawa mereka ke ruangan." teriak Melinda memberi perintah.


Tiga orang penjaga langsung berlarian masuk ke dalam bar. Mereka membopong ketiga tubuh yang tak berdaya itu. Evelin serta Dinniar di pisahkan dengan Jonathan.


Melinda yang melihat itu tertawa dalam hatinya. Ketiga orang itu telah masuk ke dalam jebakannya.


"kalian lihat. aku lebih cerdik. Evelin, kamu pikir. Kamu akan mendapatkan mas jonathan? Itu hal yang takkan pernah aku biarkan. Aku tidak akan pernah menyerahkan mas Jonathan kepadamu. Dia hanya milikku dan selamanya akan begitu." Melinda lalu tertawa lepas di dalam ruangan tempat Evelin dan Dinniar berada.


Melinda keluar ruangan dan masuk ke dalam ruangan yang terdapat Jonathan di dalamnya.


"Mas, aku sudah lama menantikan semua ini. Aku akan memilikimu seutuhnya. Malam ini aku akan membuatmu tak bisa berkutik lagi." Melinda menyentuh dan mengelus wajah Jonathan yang tertidur lelap akibat obat tidur yang dia masukkan di dalam minuman.


Melinda dan Syam sudah merencanakan semua ini. Syam memilih bar milik temannya untuk menjadi tempat pelaksanaan rencana buruknya itu.


Melinda duduk di sisi ranjang dan membuka kancing kemejanya. Dia juga mencabik-cabik baju serta rok yang dikenakannya. Dia mengacak-acak rambutnya.


Melinda berencana untuk menjebak Jonathan seolah dia telah direnggut kegadisannya dan akan meminta pertanggung jawaban dari Jonathan agar mau menikahinya. Dia juga mencoba agar Dinniar marah dan meninggalkan Jonathan.