Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 178 - Pertemuan yang tak terduga



Erika meninggalkan kliniknya. dia mendapatkan tugas resmi yang tak bisa ditinggalkan olehnya.


"Jika ada sesuatu yang mendadak. jangan ragu untuk menghubungiku." pesan Erika kepada salah satu rekan kerjanya.


Erika menitipkan kliniknya kepada temannya. Dia lalu pergi menggunakan mobil kesayangannya yang merupakan hadiah ulang tahun dari suami tercintanya.


Kehidupan Erika sangatlah terjamin tanpa harus berusaha payah mengelola klinik psikolog. Namun, dia yang belum diberikan momongan akhirnya memilih untuk bekerja demi mengisi waktu luangnya yang sangat banyak.


Erika mengendarai mobilnya di jalanan Jakarta yang cukup padat merayap. Dia terjebak dalam kemacetan yang cukup panjang sedangkan perjalanannya masih cukup jauh.


"Saya akan segera sampai. saya terjebak macet." Erika menjawab panggilan telepon.


Erika sudah cemas dia akan terlambat sampai di tempat tujuannya. Dia terus membunyikan klakson mobil untuk meminta pengendara di depannya maju. Namun, kondisi jalanan yang sangat padat membuat dirinya tidak bisa menjalan majukan mobilnya.


"Kenapa hari ini sangat macet sekali. aku akan terlambat jika terus begini." Erika melihat samping kanan kiri dan belakangnya. Dia terhimpit tak bisa maju, mundur atau belok. Dia sudah terjebak di dalam kemacetan ini.


.


.


.


Di kantor polisi mereka sedang menunggu seorang psikiater yang akan menjalankan serangkaian tes kepada Cornelia.


"Kenapa dokternya belum juga datang?" tanya salah seorang petugas kepolisian.


"dia bilang sudah di jalan dan terjebak kemacetan. jadi pasti dia akan datang terlambat." Kata kepala kepolisian kepada nak buahnya.


"Wah, jika sudah macet panjang. akan dipastikan dia terlambat sekitar tiga puluh menit sampai enam puluh menit. tidak mudah menerobos tol yang macet ketika akan menuju ke kantor polisi keagungan.


Mereka yang bekerja di kantor polisi keagungan, sudah tahu bagaimana kondisi jalanan ketika terkena kemacetan. Mereka bahkan sering mengalami hal itu karena memang jalanan tol di sana cukup populer seperti artis papan atas.


"kalau begitu kita tunggu saja. untungnya tahanan itu tidak berisik lagi. saya hanya berharap dia tidak mengamuk di dalam sel penjara dan membuat penghuni sel merasa terusik."


"Sudah kembali bekerja. jangan sampai kita mengabaikan tugas karena mengetahui kondisi tahanan itu." Jelas kepala kepolisian.


Mereka akhirnya bubar dan kembali menjalani tugas masing-masing. karena memang di dalam penjara kita harus bisa menjadi seorang yang lebih teliti. kalau tidak dikhawatirkan akan menimbulkan masalah.


Mereka semua mulai berpatroli. ada juga yang harus melanjutkan mengintrogasi beberapa orang yang terlibat dalam tindakan kejahatan.


Mereka yang bertugas mengawasi sel tahanan terus memperhatikan Cornelia sebelum psikolog datang.


Enam puluh menit berlalu dan terdengar suara seorang wanita berjalan sambil menyapa beberapa petugas kepolisian.


"Selamat siang." sapanya dengan sangat sopan sekali.


"Siang, ada yang bisa kami bantu?" tanyanya.


"Saya Erika, seorang psikiater yang bertugas untuk memeriksa kondisi tahanan." Jelas Erika.


Erika mendapatkan tugas menjadi seorang psikiater yang akan memeriksa kondisi Cornelia. Erika bertemu dengan beberapa petugas kepolisian sebelum bertemu langsung dengan Cornelia.


"dokter, ini adalah tahanannya. dia bernama Cornelia. mantai model yang menikah dengan pemilik agency bergengsi. entah kenapa keluarganya juga tidak ada yang bisa dihubungi. kami mau meminta izin. Namun, karena tidak ada keluarga jadi kepala kepolisian sendiri yang akan menjaminnya." jelas petugas kepolisian


melihat kondisi Cornelia membuat Erika menjadi iba. Darius sama sekali tidak ingin kembali kepadanya dan tidak ingin menemui Cornelia lagi. Erika mendekat ke arah sel tahanan dan Cornelia hanya tersenyum sambil bola matanya terus berputar seperti sedang mencari sesuatu.


.


.


.


"Kakak ayo bacakan aku buku cerita kali ini buku cerita yang diberikan oleh tante Sonia untukku. buku cerita ini tentang makanan yang kakak suka."


Tasya menarik-narik tangan kakaknya hingga mereka masuk ke dalam kamar.


kakaknya tidak bisa menolak lagi permintaan adiknya. karena dia penasaran jenis makanan kesukaannya yang mana yang dibahas di buku cerita milik adiknya itu.


"ini kakak kan suka pempek tolong bacakan buku ceritanya aku mau dengar."reggak Tasya.


"Kakak akan membacakannya. padahal kan Kamu bisa baca sendiri Tasya."


"Aku maunya dibacakan oleh kakak."Tasya melipat tangannya di dada.


"baik adikku sayang Kakak akan membacakannya untukmu sekarang dengarkan baik-baik ya."


Ata berlari-lari dengan gembira dia selalu merasa senang bila hari Sabtu tiba rumah sudah terlihat


Ramai keluarganya tinggal di salah satu Sungai Musi setiap Sabtu Bundanya mengizinkan untuk membantu warung pempek milik keluarga Ata


Atas senang membantu Bundanya bundanya tapi kali ini tidak mengizinkan karena harta harus belajar dan tidak perlu susah payah untuk membantu Bundanya karena memang Bundanya sudah banyak sekali karyawan untuk membantunya


Ata terus-menerus membujuk bundanya akhirnya budaya mengizinkan atau membantu pada hari Sabtu dan Minggu atau selalu Tak sabar menunggu akhir pekan tiba


Sudah sejak 3 tahun lalu Bundanya berjualan untuk membantu ekonomi keluarga karena Ayah atas seorang karyawan biasa pada hari kerja warung mereka cukup ramai namun setiap akhir pekan akan lebih lama lagi banyak pengunjung yang suka pempek buatan Bunda Ata ada yang berasal dari luar kota dan sudah menjadi langganan Setia mereka


Pempek buatan budaya Apa memang saat lezat atas diri pun tidak pernah bosan menyantapnya Bahkan dia bercita-cita untuk membuka restoran pempek terbesar di Palembang saat dia besar nanti


Tiap hari Bundanya dibantu oleh dua orang tetangga untuk membuat adonan pempek Sedangkan untuk apa diberikan tugas yang sangat ringan yaitu membersihkan meja dan meletakkan piring kotor di wastafel letaknya ada di bagian belakang warung namun dia tidak boleh membawa banyak piring sekaligus


Bahan dasar tempe adalah daging ikan tenggiri setelah dihaluskan lalu dicampurkan dengan sagu pempek ada banyak jenisnya ada yang disebut dengan pepelejer adaan kapal selam atau pempek kulit ikan jenis penempel paling laris di warung Bunda adalah pempek kapal selam


Bundanya selalu membuat pempek apa saja dalam jumlah banyak pempek itu diisi dengan telur sehingga bentuknya agak mirip dengan kapal selam


Apa yang sedang memperhatikan nenek Ani saat membuat Cuko


Cukup adalah saus berwarna coklat yang disantap bersama dengan pempek Cuko disebut cukup dibuat dari air gula merah dan bumbu


Sekarang ata semakin suka menyantap pempek dengan cuko pasalnya beberapa minggu yang lalu guru kelasnya memberi informasi yang menarik tentang cuko.


setelah Atta ikut membantu bundanya hingga menjelang magrib hari Sabtu dan Minggu pun menjadi istimewa bagi ata dia juga selalu menemani bundanya ke pasar untuk membeli ikan agar bisa dibuat pempek Bunda ata memilih ikan-ikan yang segar untuk dijadikan bahan dasar sebagai olahan pempek.


atas sangat senang diajak oleh bundanya pergi ke pasar untuk memilih beberapa ikan.


Aku suka ikan tenggiri teriak kata dengan bersemangat sehingga bundanya tertawa saat mendengarnya.


"aku benar kan kalau ini adalah makanan kesukaannya kakak." ujar Tasya kepada kakaknya.


"Iya kamu benar ini adalah makanan kesukaan kakak. tapi bukan aja kesukaan Kakak kamu juga senang saat memakannya berarti kamu juga suka."


"berarti ini kesukaan kita berdua ya Kak."Tasya tersenyum lebar