Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 170 - Salah berteriak



Cornelia menunggu kedatangan Darius untuk mengadukan semua yang telah dilakukan Dinniar terhadap dirinya dan juga terhadap bayi yang ada di dalam kandungannya.


Sosok yang ditunggu oleh Cornelia pun datang. dia datang dengan wajah yang sangat buruk karena mengetahui istrinya selesai proses operasi kuret.


"Cornelia apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Darius dengan langkah yang gontai.


"Sayang." Cornelia berlinang air mata.


"Cornelia kenapa kamu bisa kehilangan calon bayi kita?" teriak Darius kepada sang istri.


"Ini ... ini semua karena ..." Cornelia menjeda perkataannya.


"karena apa?" Darius tidak sabar ingin mendengar alasan dari istrinya.


"ini semua karena Dinniar mendorong tubuhku dan aku membentur pintu. aku kemari untuk memeriksakan kandunganku. namun, ternyata menjadi malapetaka bagiku karena bertemu dengan Dinniar di rumah sakit. dia masih merasa kesal denganku karena kejadian Tasya. saat aku ingin meminta maaf kepada dirinya. dia malah mendorongku." cerita Cornelia.


"diniar mendorongmu? lalu di mana ya sekarang apa dia tahu kamu mengalami keguguran?"tanya Darius kepada Cornelia.


Cornelia menggelengkan kepalanya. dia tidak sama sekali membantuku dan tidak tahu kalau aku mengalami keguguran. dia pergi begitu saja setelah mendorong tubuhku. padahal aku hanya ingin meminta maaf kepadanya. aku tulus menyesal karena telah memperlakukan Tasya sangat buruk, tapi kenapa dia malah bersikap seperti itu. dia sangat kasar kepadaku dan aku kehilangan bayiku." Cornelia begitu sedih dan Darius sangat merasa iba kepadanya.


anak yang ada di dalam kandungan Cornelia dia banyak berharap dari anak itu. meskipun dia cuek terhadap Cornelia tetapi dia tetap menginginkan bayi yang ada di dalam kandungan Cornelia dilahirkan ke dunia. Darius merasa hancur karena Cornelia mengalami keguguran dan mereka berdua kehilangan calon bayi.


"aku tidak bisa membiarkan hal ini terjadi. Aku tidak akan melepaskan Dinniar. aku akan membuat perhitungan kepadanya." terus mengepalkan tangannya dan meninju tepi ranjang yang ditempati oleh Cornelia.


Cornelia begitu puas melihat dari sangat kesal. dia berhasil mengelabui suaminya sendiri dia juga berhasil membuat dari merasa kesal kepada Dinniar.


"aku akan membuatmu membenci wanita itu. aku akan membuatmu membalaskan dendam Karena rasa sakit hatiku kepadanya. Aku ingin dia juga merasakan dinginnya tidur di lantai di dalam jeruji besi. dan aku akan membuat dari mengambil Tasya dari mu." Cornelia bergumam di dalam hatinya.


Darius yang terlihat marah langsung pergi meninggalkan ruangan perawatan Cornelia. Korea yang melihat kepergian Darius merasa senang karena dia tahu pasti Darius akan bertindak sekarang.


Darius pergi menuju parkiran mobil dan setelah ia berada di dalam mobil. ia langsung menyalakan mesin mobilnya dan menjalankan mobilnya menuju ke suatu tempat.


...****************...


Adrian merasa galau di rumahnya dia yang mendengar kabar dari sahabatnya bahwa akan berhenti menjadi kepala sekolah.


"sebenarnya apa yang terjadi kepada dia? Kenapa bisa sampai terjadi lagi hal buruk seperti ini? apakah kali ini Cornelia berada di balik semua?"Adrian bertanya-tanya kepada dirinya.


ingin sekali dirinya menghubungi sahabat yang diam-diam dia cintai. namun adil dan enggan karena sahabatnya sudah menjadi milik pria lain.


sejak sahabatnya itu menikah dengan Darius memang Adrian jarang menghubungi Dinniar. bukan karena dia takut ada curiga di antara sahabatnya dengan suaminya. namun dia takut perasaannya semakin berkembang kepada Dinniar


dia yang sudah lama menyimpan rasa itu. merasa tanpa mendengar dan melihat wajah sahabatnya saja perasaannya tetap ada. apalagi jika iya selalu menanyakan kabar tentang sahabatnya itu. sudah pasti perasaannya semakin membesar dan semakin berat untuk yang menerima kenyataan bahwa ia tidak bisa memiliki Dinniar sebagai seorang wanita.


"Aku harap kamu tidak pernah meninggalkan sekolah. sekolah itu bisa maju dan sukses mencetak anak-anak murid yang berprestasi itu semua ada banyak andil dari dirimu. tanpa seorang kepala sekolah yang bijaksana, yang rajin dan peduli terhadap murid-muridnya. tidak mungkin kerjasama antara guru dan murid bisa terjalin dengan baik." ada yang begitu menginginkan dunia tetap menjadi kepala sekolah di yayasan Dia sedang pimpin.


...****************...


Dinniar berencana untuk istirahat di dalam kamarnya. namun tiba-tiba Bi imah mengetuk pintu kamarnya.


"Ada apa Bi?"tanya Dinniar kepada Bi Imah.


"Mas Darius? Ada apa dia ke rumah?" linear bergumam hampir tak terdengar oleh Bi Imah.


Dinniar kembali turun dari ranjang dan dia menuju ruang tamu untuk menemui dari mantan suaminya. lihat wajah Darius begitu tegang dan matanya sedikit memerah. seperti itu sudah bisa ditebak oleh dunia kalau Darius dalam kondisi sangat emosi.


"Ada apa mas kamu kemari?"tanya ginian saat dia duduk di sofa ruang tamu.


"Ada apa katamu? apakah kamu tidak sadar akan perbuatanmu? atau kamu memang sengaja melakukan ini semua?"Darius terlihat sinis kepada Dinniar.


"Ada apa sih Mas? kata-kata kamu itu nggak aku pahami. Ada apa sebenarnya?"tanya diniar lagi kepada Darius.


"Cornelia mengalami keguguran!"


mendengar ucapan dari mantan suaminya dia langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. dia tidak menyangka Cornelia akan mengalami keguguran.


"lalu kenapa kamu malah ke sini dan bukan menemani istrimu di sana?" tanya Dinniar.


"aku kemarin ingin meminta pertanggung jawabanmu atas itu semua. kamu yang telah menyebabkan Cornelia kehilangan calon bayi kami berdua. kamu telah mendorong Cornelia sehingga ia membentur sebuah pintu, itu yang menyebabkan Cornelia mengalami keguguran." jelas Darius.


"ngaco kamu Mas. Aku tidak pernah mendorong istrimu apalagi sampai ia terbentur ke pintu atau tembok. aku bertemu dia saja tidak sengaja. bukan dia yang sempat menarik tanganku Bukan Aku yang sengaja mendorongnya. apakah dia bicara seperti itu kepadamu? dan semudah itu kamu percaya kepadanya? ingat meskipun dia adalah istrimu tapi dia adalah wanita yang telah merusak mental anak kita." Dinniar menjadi gerah dengan kata-kata yang diucapkan oleh Darius.


"sudahlah Dinniar. kamu tidak perlu berkelit lagi. Cornelia bercerita bahwa dia tidak sengaja bertemu denganmu dan dia ingin minta maaf kepadamu saja. game minta maaf karena telah berbuat salah kepada Tasya. namun kamu marah dan selalu mendorong tubuhnya. Aku tidak suka dengan sikapmu itu Dinniar!"maki Darius kepada mantan istrinya.


"cukup Darius kau tidak perlu menaiki istriku!" Jonathan datang setelah mengetahui bahwa Darius ada di rumahnya.


"cukup katamu? istrimu menyebabkan istriku mengalami keguguran. ditambah lagi pembantu mu yang bernama Imah dia mendatangi istriku dan mengancamnya. sungguh kalian orang-orang yang sangat penuh drama. Aku tidak pernah menyuruh dia untuk melakukan hal buruk selama dia menjadi pekerja di rumahku dulu."jelas Darius.


"Maaf Tuan Darius yang terhormat. kamu salah. kamu yang sudah lama hidup dengan istriku dulu. bahkan tidak pernah bisa menilai kebaikan sikap istriku. seharusnya kamu sebagai seorang mantan suami dari istriku. harus lebih tahu sifat dia seperti apa. istriku tidak akan mungkin menyakiti orang lain bahkan ketika dia diperlakukan tidak adil. kamu mau lihat buktinya? setelah melihat bukti ini Kamu akan sadar bahwa kamu salah meneriaki seseorang."


Jonathan mengeluarkan ponselnya dan dia mencari video yang dikirimkan oleh Bi Imah setelah Bi Imah merekam kejadian antara Dinniar dan juga Cornelia.


Jonathan memberikan ponselnya yang sudah menyala kepada Darius. Darius memperhatikan dengan seksama rekaman kejadian yang ada di ponsel Jonathan.


tangan yang menjadi gemetar ketika melihat kenyataan bahwa dia salah menilai Dinniar. dia meremas ponsel Jonathan sangking kesal kepada istrinya sendiri.


Cornelia telah mengadu domba antara Dia dan Dinniar. dariuslantas langsung merasa malu kepada Dinniar dan juga Jonathan.


"linear aku minta maaf kepadamu karena telah meneriaki-mu dan memakimu serta telah menuduhmu karena ucapan Cornelia kepadaku." Darius merasa sangat bersalah kepada Dinniar.


"aku memakluminya Mas karena kamu saat ini sedang kehilangan seorang calon anakmu. sebaiknya kau pergi dari rumah ini dan bicara kepada Cornelia. Aku harap kalian bisa menyelesaikannya dengan baik." kata Dinniar dengan sangat bijaksana tanpa memendam dendam.


"satu lagi Darius yang harus kamu ketahui. Bima menjumpai istrimu karena dia tidak mau istrimu menyakiti diniar lagi dan juga menyakiti anak-anak kami. Bima juga sudah memastikan kepada dokter bahwa janin itu sudah tiada sejak dua hari lalu. jadi jelas itu bukan karena kesalahan Dinniar. sebaiknya kamu ajarkan istriku agar bisa bersikap lebih manusiawi lagi. Dan lain hal yang harus kamu ketahui lagi. bahwa istrimu telah melakukan penculikan untuk kedua kalinya kepada anak kami yaitu Alesya."


mendengar penuturan Jonathan, Darius terkejut. dia sama sekali tidak menyangka kalau Cornelia akan melakukan hal itu kepada keponakan Jonathan.


"apakah kamu punya bukti bahwa dia telah menculik Alesya?" tanya Darius kepada Jonathan.


"tentu saja aku punya banyak sekali bukti. dan bukti itu akan segera aku kirimkan kepada pihak kepolisian agar istrimu bisa mempertanggungjawabkan segala hal yang diperbuatnya. kali ini tiada ampun baginya."Jonathan memberikan peringatan kepada Darius.


sungguh sikap Cornelia memang sangat tidak bijaksana sebagai seorang wanita. dia selalu bertindak ke gabah dan sangat membahayakan orang lain. Darius sangat kecewa kali ini pada istrinya. dia juga benar-benar tidak bisa memaafkan Cornelia untuk sekarang. karena Cornelia berani-berani yang membohongi dirinya.