
jonathan mengantar kembali dinniar pulang ke rumah, setelahnya dia langsung berangkat ke kantor untuk bekerja. hari ini ada meeting direksi di kantornya. dia mendapatkan kabar kalau akan ada pergantian posisi pemegang saham. hanya saja jonathan belum mengetahui posisi siapa yang akan di gantikan. mengingat memang banyak sekali pemegang saham yang usianya sudah masuk masa pensiun.
"sudah cari tahu siapa yang akan mengubah posisi pemegang saham?" tanya jonathan kepada rendy yang sedang duduk di kursi samping supir.
"saya belum dapat informasi pasti, tapi yang saya dengar dari gosip para karyawan. kalau pak syam yang akan mengundurkan diri menjadi pemegang saham. namun, siapa yang akan menggantikannya belum diketahui." jelas rendy yang mendengar desas-desus itu.
"apa anaknya yang akan menggantikannya. karena dua anak lelakinya saat ini sudah berada di indonesia." pikir jonathan yang mengetahui kalau kakak dan adik sepupunya sudah ada di indonesia.
Jonathan dan rendy tiba di kantor. mereka langsung turun dan masuk ke dalam lingkungan kantor. setelah di dalam. keduanya langsung pergi ke ruangan meeting.
para direksi sudah berkumpul di ruang meeting. setelah jonathan datang. rapat direksi langsung di gelar. pertama-tama mereka membahas tentang peningkatan hotel yang sudah cukup melejit. meski jonathan bukan pemilik sah dari hotel ini. tetap saja dia adalah wali dari alesya yang masih di bawah umur untuk mengurus perusahaan. pendapat jonathan sangat berpengaruh pada berjalannya hotel.
"setelah kita membahas semua perkembangan dan rencana kedepannya hotel. saya akan membahas tentang pergantian posisi salah satu pemegang saham kita. pak Syam jatmiko akan sah mengundurkan diri dari posisinya saat ini." jelas juru bicara hotel.
"mengingat usia beliau yang sudah sepuh. maka dia ingin melimpahkan jabatannya kepada salah satu anaknya. untuk itu kita persilahkan masuk pemegang saham baru kita." lanjutnya.
pintu ruangan metting terbuka lebar. dan langkah kaki terdengar begitu jelas. jonathan mendengar langkah sepatu yang bukan berasal dari sepatu pantofel laki-laki. ditelinganya terdenagr seperti suara sepatu perempuan. karena bunyi nyaring hentakannya begitu berbeda. setelah mendengarkannya. tak lama muncul seorang wanita dengan pakaian formal masuk ke dalam ruang meeting. dan ternyata melinda yang menggantikan posisi syam jatmiko sebagai pemegang saham lima belas persen di hotel.
Jonathan begitu tercengang melihat sosok melinda yang datang ke ruangan dan menjadi pengganti dari omnya. dia tidak menyangka kalau omnya akan memberikan saham kepada nak angkatnya, bukan kepada anak kandungnya.
hotel yang besar itu belum memiliki direktur utama yang sah. maka dari itu mereka menmpatkan Niko sebagai juru bicara yang semula adalah asisten pribadi dari kakak jonathan. pekerjaan jonathan sebagian dia serahkan kepada Niko yang sudah mereka anggap seperti saudara snediri. karena Niko adalah seorang anak asiasten rumah tangga dari keluarga jonathan yang dibesarkan dan di sekoalhkan oleh mamanya. karena merasa berhutang budi dan karena dekat dengan kakak dari jonathan. maka dari itu dia menagbdikan diri untuk hotel dan keluarga jonathan.
setelah rapat selesai dan melinda sah menjadi penerus syam. Niko dan jonathan langsung bicara empat mata di ruangan direktur.
"Niko, kenapa kamu tidak memberitahukan kepada saya kalau pak syam menggantikan posisinya dengan melinda?" tanya jonathan yang sedikit geram.
memang tak biasanya niko seperti ini. apapun tentang hotel dan para direksi. selalu semua berita disampaikan kepada jonathan terlebih dahulu.
"maafkan saya, pak. saya juga tidak mengetahui pasti siapa yang akan menjadi pengganti pak syam. saya di beritahukan saat sudah berada di ruang meeting dan seperti yang bapak ketahui. kita di larang membawa telepon genggam ke dalam ruangan itu agar tetap fokus." jelas Niko.
"apa pak syam sengaja ingin merahasiakannya?" ujar rendy yang merasa janggal.
"aku kira awalnya dia akan menunjuk salah satu anak lelakinya menjadi penerusnya. tidak disangka ternyata dia menyerahkannya kepada melinda." tutur jonathan yang keliru dengan prediksinya.
"menurut yang saya dengar. kedua anaknya mengelola perusahaan property yang dimiliki oleh keluarga besar dari istri pak syam. itu yang saya dengar dari pembicaraan para direksi saat di ruang rapat." jelas Niko.
kini jonathan akan menjadi lebih sering bertemu dengan melinda. karena memang posisi omnya di sana sebagai manajer pelaksana. sudah pasti akan banyak urusan yang membuat mereka berdua sering bertatap muka. jonathan menjadi risih dengan kondisi ini.