
Dinniar keluar rumah untuk pergi berbelanja di tukang sayur dekat komplek rumahnya. Dinniar sedang malas untuk pergi jauh, sehingga dia memutuskan hanya berbelanja di tukang sayur terdekat.
Dinniar Sampai di toko sayur dan mulai memilah-milah bahan masakan yang bisa dia olah untuk hari ini.
Kebetulan sekali asisten rumah tangganya sedang pulang kampung untuk beberapa hari. Dinniar mengurus rumah sendiri dibantu oleh baby sitter Tasya.
"Mang, Semuanya jadi berapa?" Dinniar mengumpulkan beberapa belanjaannya.
"Seratus lima puluh mother." Teriaknya yang suka sekali memanggil ibu-ibu dengan sebutan Mother.
Mang Asep sudah beberapa tahun berdagang di komplek. Dia juga selalu tahu info terupdate rumah tangga para penghuni komplek.
"Haduh. Jeng Dinniar ini, semakin hari kok ya semakin glowing." Puji salah satu penghuni komplek.
"Ah bisa ajah Jeng Noya. Ada juga Jeng Noya kali yang semakin glowing." Dinniar gantian memuji wanita yang bernama Noya itu.
"Masa sih Jeng?"
Wanita itu mungkin sekarang sedang merasa melayang di udara setelah dipuji oleh Dinniar.
Para ibu-ibu komplek di sini sering kali tukang gosip. Makanya Dinniar jarang sekali ikut acara yang digelar para ibu-ibu komplek efek malas mendengarkan ocehan mereka yang sering ghibah.
"Duluan ya Jeng."
Dinniar beranjak dari tempatnya berdiri tadi. Di melangkahkan kakinya sampai ke depan rumah besar miliknya.
Dinniar sudah lima bulan resmi bercerai dari suaminya Darius. Selama ini dia juga jarang berinteraksi dengan Darius kecuali urusan putri mereka.
Darius juga tidak akan pernah lama singgah dirumah lama mereka. Demi menjaga hati istri barunya yaitu Cornelia.
"Bu, tadi ada telepon dari Bu Sonia. Katanya Ibu diminta untuk kembali menghubunginya," kata Surti.
"Baik nanti saya akan menghubunginya kembali. Sekarang kamu cuci ayam dan setelah itu kamu buang beberapa bagian kulit yang menempel di paha atasnya. Setelah itu kamu rebus ayam kasih satu sendok takar garam. Kalau sudah matang air rebusannya buang dan ayamnya di cuci lagi ya."
Dinniar menjelaskan rincian memasak ayam. Ayam harus direbus dulu lalu airnya di buang lalu dibilas dengan air mengalir baru bisa diolah lanjutan. Semua step itu untuk menjaga kesehatan dan kebersihan makanan yang kita konsumsi.
Dinniar sampai di dalam kamarnya. Kini dia menempati kamar tamu sedangkan kamarnya dulu menjadi kamar tamu. Kamarnya menjadi berubah. Dinniar tidak mau menempati kamar lamanya yang hanya akan mengingatkan dirinya dengan mantan suaminya.
Dinniar menghubungi sahabatnya yang sedang berbulan madu. Sonia sudah menikah dengan seorang duda anak dua. Dia kini sering di ledek sebagai buy one get two.
"Hallo beb." Sonia menyapa dari balik ponsel.
Terlihat wajah bahagianya. Sonia sedang berada di pantai Kuta Bali. Dia sedang berbulan madu di Bali.
"Hallo juga beb." Dinniar membalas sapaan sahabatnya sambil melambaikan tangannya.
"Apa kabar Din?" tanya Sonia yang sudah tiga hari tidak berjumpa dengan Dinniar.
"Kamar aku baik. Kabar kalian berdua gimana?" tanya Dinniar.
"Kita di sini baik dan happy tentunya. Lihat saja Antony." Sonia mengarahkan ponselnya ke arah suaminya sedang istirahat.
"Son, maaf ya tadi aku lagi ke toko sayuran dulu dan seperti biasa aku tidak membawa ponselku." Dinniar meminta maaf kepada sahabatnya itu.
"It's Oke sayang."