Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 105 - Tak bisa dibeli dengan uang



Cornelia kembali mendapatkan informasi dari anak buahnya. dia merasa semakin puas dengan pekerjaan yang dilakukan oleh anak buahnya. Cornelia memerintahkan beberapa hal lagi kepada anak buahnya.


"saya akan segera melaksanakannya. dan saya akan memastikan tugas ini akan kembali berhasil." ucap anak buah Cornelia.


"kali ini kalian harus memastikannya. Kalian harus memvideokan bagaimana ekspresi Darius membaca atau melihat apa yang kalian kirimkan. Aku mau tahu apa reaksinya." Cornelia kembali menyeringai.


anak buah Camelia menyanggupi tugas baru yang diberikan oleh bosnya. anak buah Cornelia memang sangat pintar dan juga teliti.


"Aku juga yakin kalau kalian akan dihubungi lagi oleh Darius. mungkin Darius tahu kalau surat itu dari kita, hanya saja dia tidak tahu siapa dibelakang kalian."


bagi Cornelia rencana ini adalah cara untuk membuat dia kembali kepada Darius. dia tidak bisa menyerah akan cintanya. Cornelia sudah sangat mencintai Darius, bahkan begitu berambisi untuk memiliki suaminya kembali.


Aku tidak akan pernah menyerah untuk cintaku dan mempertahankan apa yang sudah menjadi milikku. Kamu adalah milikku Mas. tidak ada yang boleh memiliki dirimu selain aku. Aku tidak akan pernah melepaskan dirimu. aku akan mengupayakan segala cara agar kamu bisa kembali kepadaku dan mengeluarkanku dari balik jeruji besi ini.


Cornelia memang dikenal sebagai wanita yang pantang menyerah. seperti bagaimana dia mendapatkan posisi sebagai artis dan model terkenal dari agensi Darius. sampai dia berhasil mendapatkan dari sebagai kekasihnya. Cornelia juga seorang wanita yang sangat cerdik. Cornelia yang mendapatkan banyak hal dari Darius. yaitu uang dan perhiasan. dia tidak menghambur-hamburkan semuanya. dia menabung dan mempergunakannya untuk hal yang baik di masa depan.


...****************...


Jonathan hari ini disibukan kembali oleh berbagai macam pekerjaannya. dia harus meeting dengan beberapa klien. dan juga menghadiri interview untuk calon pegawai di rumahnya.


Jonathan ingin merekrut beberapa orang lagi untuk menjaga rumahnya dan juga untuk menjadi sopir istrinya. Jonathan tidak bisa membiarkan Dinniar pergi sendirian apalagi membawa Tasya tanpa penjagaan.


"Rendy sepertinya saya akan mengambil tiga orang untuk menjadi penjaga dan juga sopir. saya akan melihat beberapa calon karyawan yang sudah melamar pekerjaan. tolong kamu juga bantu saya untuk memastikan mereka adalah orang-orang yang bisa dipercaya."pindah Jonathan kepada asisten pribadinya.


Rendy mengangguk. dia paham dengan apa yang diperintahkan oleh Jonathan kepadanya. Rendy mengerti Kalau bosnya keinginan terbaik untuk istri dan putrinya. saat ini bagi Jonathan prioritasnya adalah keselamatan Dinniar dan juga Tasya.


"untuk meeting hari ini, Apa kamu sudah mempersiapkan semua?" tanya Jonathan kepada Rendy.


"semua sudah saya persiapkan Pak. kita tinggal mendatangi tempat Pak Bowo saja. saya yakin Pak Bowo akan menyetujui kerjasama ini. ini adalah kerjasama yang sangat menguntungkan untuknya."jelas Rendy kepada Jonathan.


Jonathan juga yakin klien barunya kali ini juga akan mau untuk bekerja sama dengannya. Jonathan harus merubah beberapa aspek di perusahaan keluarganya. memiliki dua perusahaan sekaligus dengan bidang yang berbeda membuat pikiran Jonathan bercabang.


"Ren, untuk acara di sekolah harapan bagaimana? saya mungkin Minggu depan akan mulai proyek itu. Dinniar juga sudah mulai mengajar Minggu depan. Saya mau mempercepat semuanya." Tanya Jonathan.


"Untuk konsep iklan sudah selesai pak. tinggal kita eksekusi saja. Untuk biaya juga bagian keuangan sudah diajukan." jawab Rendy.


"Untuk modelnya? apa sudah kalian persiapkan juga?" tanya Jonathan.


"Sudah juga, pak. saya sudah menghubunginya dan dia juga akan segera menanda tangani surat kontrak kerja." Jawab Rendy dengan sangat mantap.


Semua sudah begitu siap. Jonathan akan membuat sebuah program belajar untuk anak sekolah dasar agar lebih mudah mengulang pembelajaran di rumah.


Jonathan semakin giat bekerja dan lebih cepat lagi dalam menyelesaikan urusannya di kantor. Dia ingin cepat pulang ke rumah dan bertemu keluarga barunya. Ditambah hari ini Alesya dan mamanya akan menginap di rumah mereka. Jonathan berencana ingin mengajak keluarganya berlibur ke pantai untuk beberapa hari.


...****************...


Alesya sangat tidak sabar untuk pergi ke rumah pamannya. dia bahkan sejak kemarin sudah merapihkan barang bawaannya.


"Oma ayok cepat. aku udah enggak sabar nih buat ketemu Tasya dan Tante Dinniar." Alesya terus merengek.


Omanya sampai-sampai menggeleng tiada henti. Alesya sudah sangat ingin bermain bersama Tasya dan memeluk Dinniar untuk melepas rindunya.


"Okeh, ayo kita berangkat, Oma sudah siap. maaf Oma ada sedikit pekerjaan tadi. kamu ini merengek terus." keluh Kamelia yang melihat cucunya.


Kedua wanita itu keluar rumah dan masuk ke dalam mobil. supir sudah menunggu mereka di dalam mobil.


Mobil mereka langsung membelah jalan raya yang cukup padat merayap. Dari lampu merah yang satu ke lampu merah berikutnya telah mereka lalui.


Mobil terus berjalan melintasi lalu lintas. Hingga mereka sampai di sebuah komplek perumahan elit yang sangat terkenal.


Mobil Kamelia masuk ke dalam pekarangan rumah Jonathan. di sana mereka sudah di tunggu oleh Tasya dan juga Dinniar.


"Hallo cucu Oma." Kamelia menyapa Tasya.


"Halo Oma cantik." Tasya langsung bergelayut manja.


"Hai Tasya." Alesya memeluk Tasya.


"Kak Alesya wangi banget sih." Tasya mengendus bau harum parfum yang di semprotkan Alesya ke tubuhnya.


"Iyah dong, biar Tasya betah dekat-dekat sama kak Alesya. biar kita berpelukan terus." goda Alesya kepada adiknya.


Alesya kini memiliki adik kecil yang begitu dia dambakan. Alesya sudah lama sekali menginginkan seorang adik dalam kehidupannya.


Dia juga sekarang merindukan sosok seorang ibu untuk berada di sisinya. membuat dia nyaman, memanjakannya, memberikannya kasih sayang. Andai kasih sayang dan ketulusan bisa dia beli. mungkin dia akan membelinya dalam jumlah banyak. sayangnya kasih sayang dan ketulusan berasal dari hati dan pikiran manusia. jadi dia hanya bisa berharap Dinniar bisa menyayangi dirinya dengan tulus.


"Alesya, Bu Dinniar punya sesuatu. ayo kita masuk."


Mereka semua masuk ke dalam rumah. Dinniar lalu memperlihatkan sebuah kue cantik yang sudah di beri ukuran nama 'Alesya'.


Dinniar diberitahukan oleh Jonathan kalau Alesya hari ini berulang tahun. Dinniar dan Jonathan ingin membuat pesta kecil-kecilan di rumah mereka sebagai keluarga baru.


"Wah kuenya cantik sekali. Apa ini Tante Dinniar yang buat?" tanya Alesya.


Alesya sedang membiasakan diri memanggil Dinniar dengan sebutan tante. sedangkan Dinniar masih membahasakan dirinya seperti dulu.


"Ini hadiah kedua untuk Alesya." Dinniar memberikan sebuah kotak kecil kepada Alesya.


Alesya menerimanya dan langsung membukanya. Dia terkejut ada sebuah gelang cantik di dalamnya.


"Bacalah tulisan yang terukir di lingkaran gelang. pinta Dinniar.


Alesya langsung berkaca-kaca matanya. Alesya membuat semua orang menjadi bingung kenapa dia menangis.


"Teruntuk anakku Alesya. we love u." Baca Alesya.


"ibu dan om Jonathan memutuskan untuk membuatmu menjadi anak kami berdua. Mungkin kami tidak bisa menggantikan posisi kedua orang tuamu di dalam hatimu. Namun, mungkin kami bisa menggantikan posisi kedua orang tuamu di dunia ini. yang akan menemanimu."


Dinniar memeluk Alesya. Alesya sangat bersyukur dan dia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan kasih sayang seorang ibu dari mantan kepala sekolahnya yang kini menjadi tantenya. dia juga akan tetap mendapatkan kasih sayang dari Jonathan yang selama ini mengurusnya sejak kecil.


"Terima kasih. Tan ..."


Dinniar menaruh telunjuknya di bibir Alesya. "Mami, panggil mami mulai sekarang." pinta Dinniar.


Mereka kembali berpelukan erat. Semua yang melihat terharu hingga ikut meneteskan air mata.