
Dinniar sampai di rumah sakit. dia melihat kalau salsa belum juga sadarkan diri. dinniar menghampiri anak buahnya yang membawa salsa.
"bagaimana ini bisa terjadi? kenapa dia bisa pingsan seperti ini?" tanya dinniar.
"maaf, bu. saya dan teman saya yang bertugas masuk ke dalam villa itu awalnya hendak keluar saat tamu itu pergi. namun, kami mendengar seseorang terajtuh ternyata itu adalah ibu salsa. sepertinya dia dalam tekanan dan tidak bisa mengendalikan dirinya." jelas anak buahnya itu.
"tekanan? maksud kamu bagaimana?" tanya dinniar yang kebingungan dengan apa yang telah dia dengar."
anak buah dinniar memberikan rekaman yang menunjukkan pertemuan salsa dengan seorang wanita di dalam villa. Dinniar melihat dan mendengarkan percakapan itu.
"Siapa wanita ini?" tanya dinniar sambil memperlihatkan kembali gambar orang yang tertangkap kamera.
"saya juga tidak tahu, bu. namun, kami sedang menyelidikinya. saya sudah memberikan perintah untuk mengikuti wanita itu agar bisa menegtahui identitasnya." terang pria yang memakai seragam khusus dari perusahaan suami dinniar.
"kalian harus segera mengetahui siapa wanita ini." pinta dinniar.
saat dinniar kembali mendengarkan percakapan salsa dengan wanita tak dikenal itu. datanglah darius dan jonathan secara bersamaan.
"Sayang, bagaimana?" tanya jonathan kepada istrinya sedangkan darius menatap istri barunya dari kaca ruangan perawatan medis.
"Bagaimana ini bisa terjadi dinniar?" tanya darius sambil menatap tajam kepada dinniar.
"jangan menatap istriku seperti itu!" jonathan marah kepada darius karena tatapannya yang seakan menghakimi istrinya.
"Dia yang tahu keberadaan istriku. jadi wajar jika aku mencurigainya. aku yakin dia mencelakai istriku." tuduh darius.
"jangan gila darius! kamu tahu betul sifat dinniar yang tidak akan mencelakai siapapun." tegas jonathan membela istri tercintanya.
"Kamu tanya saja kepada anak buahku apa yang terjadi. aku malas menjelaskannya kepada orang yang mudah sekali menuduh."
mendengar perkataan dinniar. darius menjadi terdiam dan tak lama setelah sadar dari lamunannya dia langsung menanyai anak buah dinniar dan jonathan yang kabarnya membawa istrinya ke rumah sakit.
"Siapa wanita ini?" tanya darius sambil terus mentap orang yang ada di layar ponsel sedang berbincang dengan istriya sebelum istrinya pingsan.
"kamu mengenalnya? sebab dia berkata agar istrimu menjadi dia dan berusaha membuat kacau kita semua." tanya jonathan sambil menghampiri darius.
"siapa? aku juga tidak mengenalnya karena dia berwajah buruk sekali." hina darius sambil bergidik ngeri.
"Kirim video itu kepadanya dan kamu darius, terus ingat-ingat siapa dia agar kita bisa segera menyelesaikan ini semua." tegas jonathan dengan wajah yang sangat serius.
"Mas, sebaiknya kamu temani dia dulu. dia sudah sadar dan tidak perlu membahas hal ini sekarang. aku juga sudah meminta anak buahku untuk mencari tahu dentitas wanita itu." jelas dinniar dengan wajah datar yang masih menyimpan kesal atas perilaku darius tadi.
"Terima kasih dan mohon maaf atas perkataanku yang menyinggungmu tadi." darius langsung berlari menuju ruang perawatan medis.
"Dia seprtinya benar-benar mencintai salsa.' gumam dinniar.
"buat apa aku cemburu, sayang. kita sudah memiliki pasangan masing-masing dan aku sudah memiliki kamu yang lebih dari segalanya." ucapnya sambil tersenyum simpul dengan sangat manis.
"Siapa dulu dong. papa tiga anak." ujarnya dengan sangat lantang.
Dinniar lantas tertawa dengan perkataan suaminya yang sangat menghibur dirinya.
Suami yang baik memang selalu mendatangkan energi positif untuk keluarganya. jonathan menajadi sosok papa yang semakin membanggakan istri dan ketiga anaknya. dia selalu menbjadi tempat untuk bersandar mereka semua dan dia juga selalu bersandar kepada istrinya. saling melengkapi, saling menghormati adalah kunci kesuksesan sembuah rumah tangga yang harmonis.
.
.
.
Darius menemui salsa di dalam ruangannya. darius langsung mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang. dia sangat cemas dengan kondisi istrinya yang terlihat pucat dan sangat lemah itu.
"Sayang kamu kenapa?" tanya darius dengan sangat lembut.
"Permisi, pak. dokter ingin bicara dengan anada dulu." seorang perawat menemui darius di ruang perawatan salsa.
"Sayang, tunggu aku. aku menemui dokter dulu dan akan kembali ke sini lagi." darius mengecup mesra punggung tangan istrinya sebelum meninggalkan ruangan perawatan medis.
darius menutup pintu ruangan dokter, dan bersiap untuk mendengarkan apa yang dikatakan dokter mengenai kondisi istrinya.
"Selamat ya, pak. mohon dijaga baik-baik istri anda." pesan dokter kepada darius sebagai seorang suami.
darius keluar dari ruangan dokter dengan berlarian untuk segera mencapai ruangan perawatan istrinya. dia ingin memberitahukan kabar baik yang disampaikan oleh dokter kepadanya. darius tiba di pintu ruangan. dia menarik nafas dalam-dalam untuk mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
"Mas." panggil salsa ketika suami sudah kembali.
Darius lalu mulai bekaca-kaca ketika melihat wajah istrinya yang begitu dia cintai. Darius langsung berlarian dan memeluk istrinya dengan erat.
"Ada apa mas?" tanya salsa yang kebingungan dengan sikap suami yang tiba-tiba.
"sayang, terima kasih." darius mulai terisak.
"Mas, katakan kepadaku apa yang terjadi? dokter bilang apa?" salsa menjadi sangat penasaran.
"Kita akan segera memiliki anak. kamu akan segera menjadi ibu." darius menangkup wajah istrinya dengan kedua tangannya sambil tersenyum penuh haru.
Salsa menjadi ikut menangis. tangisannya menjadi pecah ketika dia harus mengingat semua hal yang dia sesali. dia menjadi sangat bingung, tapi dia bahagia bisa mengandung benih pria yang sangat dia cintai.