
beberapa anak buah dinniar dan jonathan masih terus berjaga di sekaliling villa yang dihuni oleh salsa seorang diri. mereka tetap menjaga mata dan pendengaran agar tidak terlewatkan sedikitpun tentang salsa.
salsa keluar dari dalam villa dan duduk dibangku sambil menikmati teh dan sedikit cemilan. di sana dia juga duduk sambil memainkan ponselnya. anak buah jonathan langsung melaporkan hal itu kepada dinniar.
"Jadi dia sudah mulai menggunakan ponselnya kembali? baiklah. saya akan mengeceknya terlebih dahulu." kata dinniar sebelum menutup sambungan telepon.
Dinniar melihat salah satu aplikasi di ponselnya dan dia mengecek apakah benar Salsa tengah online saat ini. dan ternyata dia masih tetap offline.
"Ada apa ini? apakah dia memakai dua ponsel? aku harus menyelidikinya lebih dekat lagi." setelah memikirkan beberapa kemungkinan. Dinniar menghubungi kembali anak buahnya dan meminta mereka untuk melihat lebih dekat.
Dinniar penasaran kenapa bisa wanita itu menggunakan dua ponsel. dengan rasa penasarannya itu dia langsung menghubungi salah satu nomor diponselnya untuk mengetahui sesuatu dari orang tersebut.
"Halo, mas. apa kamu tahu kalau salsa menggunakan dua telopon genggam?" tanya dinniar kepada darius melalui telepon genggam.
"Maaf dinniar, setahuku dia hanya memakai satu telepon genggam saja. aku tidak pernah melihatnya memegang telepon genggam lain seperti yang kamu bicarakan saat ini. memangnya ada apa?" tanya darius yang ikut keheranan dengan apa yang dinniar tanyaka kepada dirinya.
"aku hanya ingin memastikan saja. jika istrimu online. segera hubungi aku. meski anak buahku mengawasinya. tetap kami tidak bisa mendekatinya agar bisa mengetahui segalanya. dengar mas, bekerja samalah demi kenyamanan kita semua." Dinniar kembali memperingati darius sebelum memutus telepon.
Dinniar kembali memikirkan sesuatu. dan dia kembali menghubungi anak buahnya yang berjaga di sana. dia meminta salah satu anak buahnya untuk mendekati jika sesuatu hal yang mencurigakan terjadi. dinniar yakin dia sedang menghubungi seseorang. namun, tidak dengan menggunakan telepon genggam yang dia biasa gunakan.
.
.
.
setelah mendapatkan tugas baru dari dinnniar anak buahnya semakin siaga dan bersiap dengan segala sesuatunya. Tak lama benar saja dugaan dinniar. seseorang mendatangi villa itu dan masuk ke dalam. segera mereka bersiap dan salah satu dari mereka langsung membuat samaran agar tidak dicurigai.
"Kalian tetap berjaga di luar. pastikan mereka tetap berada di villa ini agar kita bisa lebih mudah mengawasi." ujar salah satu anak buah dinniar dan jonathan.
mereka yang mendapatkan tugas berjaga di luar langsung mengangguk serempak. tak berapa lama sebagian dari mereka masuk ke dalam rumah. tiga diantaranya berusaha mengalihkan salsa dan tamunya dengan menyamar menjadi pengamen jalanan. sedangkan dua lainnya diantara merkea berusaha untuk mencapai lebih dekat agar bisa mengetahui apa yang sedang mereka berdua bicatrakan.
mereka memulai aksinya dengan bernyanyi di depan teras villa. karena pintu pagar tidak ditutup kembali oleh tamu salsa. itu sangat memudahkan mereka masuk tanpa dicurigai sedikitpun.
Sayup-sayup terdengar dari dalam villa suara orang-orang yang sedang bernyanyi sambil memainkan gitar sebagai alat musik mereka. dengan penampilan yang totalitas membuat kedua orang yang sedang asik bicara di dalam rumah memutuskan untuk keluar.
"kenapa mereka bisa masuk?" tanya salsa pada tamunya itu.
"Si*l! aku lupa menutup kembali pintu pagarnya dan menguncinya. kita usir saja mereka dari sini." dia langsung terbangun diikuti oleh salsa.
"Dasar orang ini. selalu saja begini." gerutunya sambil terus mengukuti langkah tamunya.
"Hei kalian! pergi dari villa ini. saya tidak suka dengan hal-hal yang membuat telinga saya tidak nyaman karena suara kalian yang tidak bagus dan permainan gitar yang sangat berantakan." hardiknya kepada ketiga pengamen itu.
merasa seperti sedang dihina oleh salah satu orang yang ada di depan mereka. langsung saja salah satu dari mereka maju.
"Dengar, jangan pernah memaki dan menghina orang lain. apa yang kamu tuai hari ini. akan kamu petik dikemudian hari." balasnya sambil memelototi orang yang tadi baru saja menghina penampilan mereka bertiga.
"memang pada kenyataannya kalian ini bersuara jelek dan sebaiknya kalian semua pergi sekrangsebelum kami lebih marah lagi." usir orang tersebutr kepada mereka bertiga.
melihat kondisi sekeliling. dengan rasa kesal akhirnya mereka meninggalkan halaman rumah seseorang lebih cepat.
mereka bergerak dengan cepat menjauh dari villa salsa. mereka kembali mengawasi sekitar rumah dari luar sedangkan dua lainnya sudah masuk dan siap untuk mendapatkan informasi dari jareak dekat.
"Mereka sudah kembali. kita cari tempat aman dan siapkan semuanya." ujar seorang anak buah yang memberikan komando.
dengan gerakan yang secepat kilat mereka masing-masing mencari tempat teraman untuk mengetahui siapakah yang menjadi tamu dari salsa.
salsa dan tamunya sudah berada di ruang tamu dan mereka kembali berbincang. sebelum mereka berbincang. tamu itu membuka penutup wajahnya dan kepalanya. terlihatlah dengan jelas wajah itu. ternyata dia seorang wanita dan wajahnya cukup menegsankan sehingga membuat ngeri yang melihatnya.
"Ada apa kamu datang lagi?" tanya salsa dengan sedikit rasa takut dihatinya.
"Kenapa kamu ada di sini? seharusnya kamu berada di rumah suamimu dan terus meyakinkan dia bahwa kamu bukanlah aku. dan ingat kita masih punya misi. jika kamu membatalkanya secara sepihak dengan sengaja. maka aku akan membuat ibumu menderita dan dikeluarkan dari rumah sakit tempatnya dirawat!" ancam wanita itu sambil memasang wajah yang sangat mengerikan.
"i-iyah. aku akan terus menuruti perintahmu. aku mohon jangan buat ibuku menderita dan merasakan kesakitan karena tidak diberikan perawatan dengan layak." mohon salsa kepada wanita dengan wajah yang cukup rusak itu.
"kamu sekrang bersiap untuk kembali ke rumah darius. ingat jauhkan dia dari setiap anggota keluarganya. pastikan dia menderita. dan kamu juga harus merebut hati tasya agar bisa menguasainya dan buatlah dia membenci maminya. aku ingin mereka merasakan sakit yang pernah aku alami karena terbuang oleh mereka." wanita itu kembali memakain atributnya dan bersiap meninggalkan villa.
Salsa menjadi termenung. semenjak kepergian wanita itu. tubuhnya menjadi lemas dan gemetar. dia penuh dengan tekanan saat ini. tubuh lemas itu lama-lama terjatuh ke lantai. kedua orang yang masih berada di dekat ruang tamu mendengar seeorang terjatuh dan langsung keluar dari persembunyian.
"Sepertinya dia pingsan. aku akan bawa dia ke mobil dan kamu minta dua orang untuk membuntuti wanita itu. cepat." pria itu kembali memebri perintah dan dia menggendong tubuh salsa untuk dibawa ke dalam mobil.
salsa di bawa masuk ke dalam mobil dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. tak lupa juga pria itu menghubungi dinniar.
"Bu, saya mau melaporkan kalao ibu salsa pingsan setelah bertemu dengan tamu yang datang ke villanya. saya sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit terdekat." tuturnya dan menutup sambungan telepon.
.
.
.
mendengar informasi yang diberikan oleh anak buahnya. dinniar menjadi terkejut. dia langsung menghubungi suaminya yang berada di kantor dan dia bersiap untuk menuju ke ruamh sakit yang ada di daerah bogor.
"kamu pergi dengan supir. jangan sendirian. aku takut terjadi sesuatu denganmu." pinta jonathan sebelum istrinya berangkat.
"aku akan pergi dengan supir. kamu jangan lupa untuk menyusulku." pinta dinniar.
"tentu sayang. aku akan segera menyususl setelah pekerjaan di kantor selesai." Jonathan langsung bergegas menyelesaikan urusan kantor yang mendesak. dia tidak bisa meninggalkan pekerjaan ini karena aharus segera ditindak lanjuti.
"Rendy, tolong setelah saya periksa file ini. kamu pastikan untuk mengirimnya dan segera lakukan negosiasi dengan pihak developer. saya tidak mau masalah ini berlanjut terlalu lama." Jonathan memeriksa seluruh file yang bersangkutan dengan hotel.
.
.
.
Dinniar pergi dengan supir pribadinya. sebelum dia pergi, dinniar sudah menitipkan anak-anak kepada mbak surti dan mbak susi asisten rumah tangga kepercayaannya. supir mengantarnya ke bogor untuk melihat kondisi salsa yang dilarikan ke rumah sakit.
"Siapa sebenarnya tamu yang ditemui oleh dia? kenapa sampai dia pingsan?" rasapenasaran kembali meliputi hati dinniar. dia belum mendapatkan informasi apapun lagi dari anak buahnya.