
Setelah selesai melakukan syuting iklan. Jonathan tiada hentinya mengucapkan kata terima kasih kepada sang istri.
"Papa sepertinya sangat senang sekali." Tasya bisa menilai apa yang sedang dirasakan oleh papanya.
"Gimana tadi mami sayang? sangat cantik kan di depan kamera?" tanya Jonathan kepada Tasya.
"Ooh jadi Papa sangat senang karena Mami tadi menjadi model iklan ya?" tanya Tasya dengan senyuman nakal di bibirnya.
"Benar sekali. mami sangat terlihat cantik dan juga terlihat begitu pas menjadi seorang model. apa kita jadikan mami artis saja?" tanya Jonathan sambil melirik kepada istrinya yang sejak tadi wajahnya terus memerah akibat dipuji suami dan juga orang banyak.
Di group sekolah bahkan banyak yang mengabadikan momen tersebut. di sana mereka tak hentinya membicarakan kepiawaiannya sebagai model dadakan. Sudah seperti tahu bulat yang di goreng dadakan saja yang bisa membuat orang menikmati rasa enaknya. Dinniar baru sekali muncul di kamera sudah memuaskan banyak mata yang memandang.
"Untuk hadiahnya papa akan ajak Mami makan malam di restoran Jepang. Tasya dan kak Alesya mau ikut tidak?" tanya Jonathan.
Kedua anak itu saling bertatapan dan menyunggingkan senyuman.
"Mami dan Papa saja yang pergi. kita di rumah saja mengerjakan tugas sekolah." Mereka berdua berkata dengan serempak seperti sudah sehati saja.
Kedua suami istri itu tersenyum. Mereka bangga memiliki kedua putri yang sangat pengertian. di tambah mereka adalah anak-anak yang sangat baik.
"Kalau begitu. Kalian berdua mau oleh-oleh apa dari Papa?" tanya Jonathan lagi.
"Kita mau Pizza." mereka berdua kembali menjawab dengan serempak.
"Okeh kalau begitu. papa akan memesan pizza untuk kalian semua."
Memiliki sosok orang tua seperti Dinniar dan Jonathan adalah keinginan setiap anak. sosok kedua orang tua yang begitu pengertian, penyayang, status sosial yang tinggi dan sosok kedua orang tua yang ideal. Sayangnya kita sebagai manusia tidak bisa memilih lahir dari rahim siapa dan dengan status sosial seperti apa. semua adalah rahasia tuhan dan untuk ke dua anak ini Tuhan berikan yang istimewa.
...****************...
Cornelia mendapatkan kunjungan kembali dari orang-orang yang biasa dia temui setiap dua hari sekali.
"Akhirnya kalian datang juga. kenapa terlambat?" Cornelia memasang wajah penuh selidik.
Cornelia biasanya mendapatkan kunjungan sebelum jam dua belas siang atau paling terlambat setelah makan siang. Sedangkan sekarang anak buahnya datang sebelum matahari terbenam.
"Anu, bos. ka-kami sudah berusaha semampunya. dan semua berjalan dengan lancar." Pria itu meski bertubuh kekar, tapi terlihat gagap saat bicara di depan wanita yang tubuhnya bahkan sekali banting akan remuk olehnya.
"Bagus. kalau tugas kalian lancar. itu artinya syuting mereka berantakan dan kacau balau karena tidak ada modelnya. benar'kan?" tanya Cornelia.
"I-itu masalahnya bos." dia kembali gugup.
"Masalah? masalah apa?" Cornelia memukul meja cukup keras sehingga membuat mereka tersentak.
"Cepat ceritakan kepada ku apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Cornelia dengan tidak sabar.
Anak buah Cornelia mulai bercerita dari awal hingga akhir. mereka menceritakan bahwa Jonathan tetap melangsungkan syuting promosi iklan dengan menggunakan Dinniar sebagai modelnya.
Mendengar bagaimana kronologis kejadian di tempat syuting membuat Cornelia naik pitam. Seketika seluruh darahnya mendidih. Dia tidak terima kalau apa yang sudah dia rencanakan dengan matang semuanya rusak.
"Aku tidak terima kegagalan ini. Aku akan pastikan kalian menderita. Aku benci kepada mu Dinniar. wanita yang sok suci! aku juga benci dengan pria sok hebat itu. dia sudah mencoreng nama ku dan membuatku kehilangan karir sebagai seorang model. aku akan pastikan kalian menderita." Cornelia mengepalkan kedua tangannya.
Ketiga pria itu hanya bisa mengkerut ketakutan melihat wanita yang memberikan perintah kepada mereka marah besar.
"Dengar, kita jalankan rencana cadangan. jangan sampai kita gagal. kalau tidak tamat riwayat kita." Ancam sang pria yang menjadi pimpinan mereka.
"Bos, tapi ini kan semua bukan kesalahan kita kenapa kita dianggap gagal?" tanya seorang anak buahnya.
"Udah dengerin ajah kata-kata dia. mau kalau kita sampe enggak dapet duit dari dia? mau kita kelaparan lagi?" tanyanya sambil menggerakkan sikunya yang seakan-akan ingin memukul.
Kedua anak buahnya kemudian hanya bisa mengangguk dan menjalankan perintah selanjutnya lagi. mereka tidak akan pernah membantah apa kata Cornelia yang memberikan yang cukup banyak sebagai gaji.
...****************...
Jonathan dan Dinniar bersiap untuk pergi ke sebuah restoran Jepang yang sudah di pesan oleh Jonathan tadi siang. Jonathan ingin memberikan hadiah ucapan terima kasih kepada sang istri yang sudah membantunya keluar dari permasalahan pelik hari ini.
Jonathan menggandeng tangan Dinniar sebelum mereka masuk ke dalam mobil.
"Cie cie cie yang mau makan malam." Alesya menggoda kedua orang tuanya.
"Selamat bersenang-senang Mami dan papa." Tasya dengan sangat bersemangat berteriak kencang.
Kedua sejoli itu kemudian pergi menuju tempat tujuan mereka berdua untuk makan malam romantis.
...****************...
Mobil putih dengan plat nomor J 0 N 4 T H 4 N itu berhenti tepat di depan restoran. Mereka masuk ke dalam restoran yang bernuansa kental jepang.
Restoran ini tidak pernah sepi akan pengunjung. Sehingga mereka menyediakan ruangan khusus VVIP bagi pengunjung yang melakukan reservasi khusus.
"Selamat datang. silahkan masuk Pak, Bu."
Pelayanan yang sangat ramah ditunjukkan oleh mereka yang bekerja sebagai penyambut tamu yang datang.
"Silahkan duduk. kami akan segera membawakan menu hidangan makan malamnya."
Mereka kemudian undur diri dan menutup pintu ruangan yang sudah di dekorasi sedemikian rupa hingga membuat Dinniar terpesona.
"Aku sengaja meminta mereka mendekorasi ruangan ini. Aku minta mereka menghiasnya dengan beberapa macam bunga yang mungkin bisa membuatmu semakin meresapi kebersamaan kita malam ini." Jonathan menyentuh tangan Dinniar.
Menjadi istri dari seorang pengusaha muda yang sukses memang sangat menjadi idaman para wanita. ditambah lagi pria itu begitu santun dan sangat mencintai keluarga. itu menjadi nilai plus-plus untuk mereka yang tidak hanya mengandalkan tampang dan juga harta.
Restoran ini menyediakan sushi dengan cara yang unik. itu yang membuat Jonathan memilih tempat ini untuk membuat istrinya bahagia.
Sushi yang di tata di atas undakan datang sebagai sajian utama. sajian lainnya seperti sup, gyoza, salad dan Sukiyaki juga di sediakan untuk menjadi menu pelengkap.
"Silahkan di cicipi makanannya istriku tercinta. Menu ini akan membuat lidahku bergoyang karena menikmati cita rasa yang begitu mewah ketika makanan ini mendarat di dalam mulut kita."
Makan malam romantis ini juga di iringi dengan musik yang membuat pendengarnya terhanyut dalam suasana. Jonathan menyuapi istrinya dengan begitu mesra.
Mereka menikmati makan malam bersama dengan penuh suasana romantis dan kebahagiaan seperti sedang berpacaran.