Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 172 - Mengejar kucing liar



Cornelia yang mendapatkan peringatan dari Darius yang telah menyampaikan pesan Jonathan kepada dirinya langsung bersiap-siap untuk keluar dari rumah sakit.


"Aku harus pergi dari rumah sakit ini. Aku tidak mau berada di rumah sakit ini lama-lama. Aku akan segera meninggalkan negara ini. dia juga pasti tahu siapa dalang di balik rusaknya hubungan mitra bisnisnya."


Cornelia langsung mencopot selang infusnya dan juga dia dengan cepat mengganti pakaiannya dengan pakaian yang biasa. Cornelia bersiap untuk pergi dari rumah sakit.


"aku harus pulang dulu ke apartemenku untuk mengambil beberapa barang yang aku butuhkan dan juga paspor."Cornelia menggunakan mobil yang menuju ke apartemen.


sikap tidak bertanggung jawabnya. membuat dia ingin pergi untuk menghindari hukuman berat yang menantinya.


Cornelia benar-benar wanita yang sangat licik. dia benar-benar tidak bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan kepada orang-orang yang telah menderita atas sikap dirinya.


Cornelia segera menghubungi manajer pribadinya untuk mempersiapkan segala hal yang ia butuhkan.


manajernya begitu kaget melihat rencana kepergian Cornelia yang terburu-buru ke luar negeri. Cornelia mau minta dirinya untuk mencari penerbangan yang menuju ke Australia hari ini juga.


manager Cornelia langsung mencari tiket penerbangan ke Australia. meskipun harganya yang tinggi dia tetap memesankan tingkat tersebut untuk Cornelia.


entah kenapa perasaannya sangat tidak enak setelah mendapatkan telepon dari Cornelia.


"apalagi yang telah ia lakukan sekarang? Kenapa dia tiba-tiba mendadak harus pergi ke luar negeri?" ujarnya.


setelah memesan tiket penerbangan ke Australia dia langsung menghubungi Cornelia untuk memberitahukan bahwa tiket penerbangannya sudah siap.


Cornelia memerintahkannya untuk mengirimkan tiket penerbangan penerbangannya melalui chat saja. karena dia tidak sempat untuk mengambil hasil cetak dari tiketnya.


Cornelia langsung pergi menuju bandara dengan tiket elektronik di tangan. dia tidak mau membuang-buang waktu untuk pergi meninggalkan Indonesia negaranya sendiri.


"ah kenapa bisa macet. oh tidak aku baru ingat kalau ini adalah hari Sabtu dan banyak orang yang pergi berlibur di akhir pekan." saya baru ingat bahwa ini adalah akhir pekan.


dia terus memperhatikan jalanan agar tidak terlambat sampai di bandara.


...****************...


Jonathan sudah mendapatkan kabar bahwa orang yang menjadi dalang dari permasalahan yang ada di perusahaannya adalah Cornelia orang yang sama yang menculik Alesya.


dengan cepat Jonathan meminta Rendy untuk mencari keberadaan Cornelia di rumah sakit karena dia mendengar bahwa Cornelia mendapatkan operasi kuret.


Reni langsung bergegas pergi menuju rumah sakit yang menjadi tempat perawatan Cornelia.


Jonathan akan mengejar komelia sampai di manapun ia berada. perhitungan yang sudah matang untuk menjebloskan Cornelia ke dalam penjara sudah dipersiapkan oleh Jonatan.


"dan kamu yang akan masuk ke dalam jeruji besi lagi. selamat menikmati kembali dinginnya dinding penjara."


Rendy langsung mempersiapkan anak-anak buahnya untuk mencari keberadaan Cornelia di rumah sakit. anak-anak buah Rendy bergerak dengan sangat cepat hingga mereka sudah sampai di rumah sakit dan mencari Cornelia.


saat mereka semua memasuki rumah sakit dan mencari Cornelia di ruangan perawatan yang ditunjukkan oleh petugas resepsionis. ternyata ruangan itu sudah kosong terdapat infusan yang terlepas sembarangan di atas kasur. melihat pemandangan kamar yang tidak biasa membuat mereka semua berpikir kalau Cornelia sudah pergi dari ruangan itu.


mereka langsung mencari Cornelia di setiap sudut rumah sakit. satu persatu ruangan mereka kunjungi dan mereka juga tidak lupa bertanya kepada resepsionis apakah Cornelia sudah pulang atau masih harus menjalani perawatan.


"apa Ibu Cornelia tidak ada di ruangannya ? seharusnya dia masih dirawat sampai 4 hari ke depan. isinya belum memungkinkan untuk dirinya berjalan jauh dan berpergian." petugas rumah sakit kepada anak buah rendy.


anak buah rendy langsung menghubungi trendy untuk menyampaikan beberapa kejadian yang terjadi di rumah sakit Bima menyampaikan kepada Rendy bahwa Cornelia tidak ada di rumah sakit dan mereka merasa kalau Cornelia sudah pergi sebelum mereka sempat mencari keberadaan Rendy merasa kesal dan dia memerintahkan kepada anak buahnya untuk memblokir beberapa Jalan terutama arah jalan ke bandara Bimo dan Rendy memiliki pemikiran yang sama yaitu Cornelia pasti berniat untuk kabur.


"kalian segera cari keberadaannya jangan sampai lolos. cari penerbangan yang menggunakan namanya dan cari di beberapa stasiun kereta api maupun stasiun bus. dia tidak mungkin pergi jauh dengan kondisinya yang tidak stabil."


Rendy langsung menuju ke ruangan Jonathan untuk melaporkan apa yang didengar olehnya.


Jonathan benar-benar kesal karena sikap corneli yang tidak dewasa sama sekali. Jonathan dan rendil langsung ikut bergabung dengan anak buah Bimo untuk mencari keberadaan Cornelia.


Jonathan juga menghubungi Darius untuk mengetahui apakah Cornelia berada di rumahnya tapi ternyata Darius tidak menemukan Cornelia di rumah mereka.


"Apa ada orang lain yang bisa dihubungi oleh Cornelia selain dirimu?"tanya Jonathan kepada Darius


"biasanya dia akan menghubungi manajernya mereka berdua masih saling berhubungan meskipun Cornelia tidak lagi menjadi artis ataupun model."jawab Darius yang berusaha membantu Jonathan dalam pencarian Cornelia.


Darius membantu Jonathan untuk menemukan Cornelia karena dia juga tidak ingin Cornelia membuat ulah lagi apalagi sampai membuat Pasha menderita seperti dulu.


"Apa kamu butuh bantuanku untuk mencari dia?"tanya Darius kepada Jonathan.


"tidak perlu Aku akan berusaha sendiri mencarinya. kabari saja aku jika dia pulang ke rumah."jawab Jonathan.


Jonathan tidak mau memiliki hutang Budi kepada siapapun dia tidak mau sampai menemukan Cornelia dan memenjarakan Cornelia karena bantuan dari Darius.


"Rendy Kamu bicara kepada anak buahmu untuk menjaga sekitar rumah jangan sampai ada orang lain masuk ke dalam rumah. khawatir kalau Cornelia nekat pergi ke rumah dan mencelakai istri dan anak saya."Jonathan berinisiatif untuk menjaga sekitar rumah dengan memperketat keamanan.


sikap Cornelia yang tidak bisa ditebak membuat Jonatan semakin waspada dan tidak ingin terjadi hal buruk kepada keluarganya. Rendy kembali melaksanakan apa yang diperintahkan oleh bosnya kepada dirinya.


...****************...


Bimo dan anak buahnya segera memblokir beberapa jalan yang kemungkinan bisa dilewati oleh Cornelia. mereka juga mencari beberapa hal yang kemungkinan Cornelia berada.


"Bos saya dengar Cornelia masih memiliki apartemen di Jakarta Selatan. teman itu terlihat baru saja didatangi oleh Cornelia."


"katanya orang-orang di sekitar sana yang mengenal Cornelia. pastikan dia tidak akan pergi jauh dan pastikan kita tidak akan kehilangannya. kita akan mengirimnya ke kantor polisi Setelah menemukan dirinya."kata Bima memberikan perintah kepada anak buahnya yang sedang mengintai keberadaan apartemen Cornelia.


Cornelia memang tidak pernah menonaktifkan apartemennya. apartemen itu diisi oleh manajernya dan juga apartemen itu masih menyimpan banyak barang-barang Cornelia terutama barang-barang berharga miliknya agar tidak diketahui oleh Darius.


benar saja anak buah Bimo mendapatkan kabar Kalau Cornelia 2 jam lalu baru saja keluar dari apartemen miliknya. anak buah Bimo langsung memberikan laporan kepada Rendy dan juga Bimo


dengan cepat mereka semua menyusuri jalanan sekitar apartemen. jalanan terdekat adalah menuju bandara. dengan cepat mereka semua menyisir area bandara untuk menemukan Cornelia.


"segera kalian menyebar Saya mau jadi temukan sore ini juga."


Jonathan sudah tidak sabar untuk memenjarakan Cornelia dan membawanya ke pengadilan agar mendapatkan hukuman yang setimpal.


...****************...


di rumah diniar Alessia dan Tasya menanti kabar dari Jonathan.


Bi Imah yang menjaga mereka semua terlihat cemas karena diniar sangat terlihat panik.


"Bu kata bapak Ibu harus banyak istirahat jangan terlalu banyak pikiran."bi imah mengingatkan Dinniar


dia mengerti maksud perkataan bi imah, tapi Dinniar rasanya tidak bisa tenang dan tidak bisa istirahat sebab dia memikirkan Jonathan yang sedang mencari keberadaan Alicia untuk menangkapnya dan membawanya ke kantor kepolisian.


iya terus mondar-mandir di sekitar ruang tamu sambil menggenggam ponsel miliknya untuk menunggu kabar dari suaminya.


"Mami ... Mami istirahat dulu. Aku tidak mau Mami nanti sakit dan dede bayi juga sakit." Alesya mencemaskan maminya.


"benar kata kak Alesya Mamih. Mamih harus istirahat. memangnya apa yang sedang mami tunggu?"


Tasya yang tidak tahu apa-apa mulai bertanya kepada maminya. hanya kakaknya Alesya yang tahu ada apa sebenarnya. hanya saja Alesya tidak bisa bercerita kepada Tasya. usia Tasya yang masih kecil tidak memungkinkan untuk dirinya mengetahui permasalahan orang dewasa.