
Selesai dengan emosinya yang memuncak. Cornelia terdiam dan memikirkan banyak cara untuk bisa membalaskan dendamnya dengan cepat dan tepat sasaran. dia mengambil telepon selulernya dan menghubungi salsa.
~flashback kejadian tahun lalu~
Cornelia yang sudah mulai bisa mendekati Darius dan sudah mendapatkan perhatian Darius dengan identitas barunya. mulai melancarkan semua rencananya. bahkan mereka sempat hampir tidur bersama. Cornelia sangat merindukan kehangatan dari mantan suaminya itu.
Darius adalah sosok pria yang sangat dia idamkan. dia bahkan dulu rela menjadi yang kedua jika memang Darius tidak mau menceraikan Dinniar.
sejak kedekatan mereka. Cornelia menjadi pribadi yang lebih agresif lagi. perilakunya juga tidak seperti biasanya. dia sangat menggebu-gebu ketika Darius mengajaknya pergi.
"kamu cantik sekali hari ini salsa." puji Darius kepada Cornelia yang mengubah identitas menjadi salsa anabella.
"kamu bisa saja mas. aku jadi tersanjung." ujarnya sambil tersipu malu.
"Aku serius salsa." Darius menampakkan keseriusannya.
setelah Darius mengantar Cornelia pulang. dia nampak menggaruk-garuk wajahnya yang terasa gatal-gatal. dia menggaruk hingga menimbulkan bekas luka.
"ada apa dengan aku? kenapa rasanya sangat gatal sekali dan aku tidak bisa berhenti untuk menggaruknya." gerutu Cornelia.
"apa yang sedang kamu lakukan? kenapa wajahmu jadi seperti ini?" tanya sahabatnya yang khawatir dengan kondisi Cornelia.
"hubungi segera dokter kulit yang enam bulan lalu mengoperasi wajahku." perintah Cornelia kepada sahabatnya.
dengan cepat sahabatnya menghubungi nomor yang dimaksud. dan tidak dapat tersambung. sejak kejadian itu wajah Cornelia menjadi rusak dan dia tidak lagi mau bertemu dengan orang-orang. termasuk Darius, pria yang sudah dia mulai dapatkan kembali.
~flashback off~
.
.
.
salsa mendapatkan panggilan telepon dan dia langsung mengangkatnya sebelum suaminya datang.
"ada apa? memang aku tidak boleh menghubungi kamu? kamu itu dibayar olehku. jadi jangan macam-macam!" hardiknya dengan ancaman.
"bukan begitu. saya sedang di rumah sakit dan ditemani oleh mas Darius. aku takut dia mendengar dan curiga." tuturnya.
"di rumah sakit? siapa yang sakit?" tanyanya
"aku, gejala tipes." info salsa kepada Cornelia di telepon.
"Dengar aku sudah punya rencana untuk membalaskan dendam. kamu dengar ini baik-baik." pinta Cornelia.
Cornelia menjabarkan semua rencananya kepada salsa. dan salsa hanya bisa mendengarkan seperti biasanya. mendengar cerita Cornelia. salsa benar-benar terkejut.
"bukankah itu sangat berbahaya?" tanya salsa sambil menggigiti ujung kuku jari tangannya.
"apa kamu takut? kalau kamu takut aku akan pastikan dia menderita." ancam Cornelia lagi.
~flashback pertemuan salsa dengan Cornelia~
Dania sedang menunggu dokter di ruang perawatan, terus menangis kerena kejadian yang menimpa ibunya.
saat dia ke ruang administrasi kemudian bertemu dengan Cornelia. ternyata Cornelia sudah banyak merencanakan untung ruginya keputusan yang telah diambil.
"Semua harus dilunasi hari ini juga. karena operasi ibu anda sudah sangat diperlukan." ujar pihak administrasi.
Dania kembali menjauh dari kasir. dia terduduk sampai akhirnya dia bertemu Cornelia dan membuat sebuah kesepakatan penuh.
"aku akan membayar semua tagihan rumah sakit. pastika. ibumu dapat perawatan terbaik." Cornelia mengeluarkan kartu yang menjadi tempatnya bayar segalanya, dia lalu tertawa bersama.
Dania akhirnya menerima ajakan kerjasama dari Cornelia. Cornelia meminta Dania mengubah identitas menjadi salsa.
"ingat jangan sampai ada yang mengenali dirimu. kamu sekarang adalah salsa seorang model dan ini datanya. tolong dipelajari agar semua bisa teratasi." Cornelia menyerahkan dokumen.