
Dinniar yang mengetahui kalau Denis adalah paman Alesya dari pihak papanya. kini mengerti kenapa Jonathan sangat ingin kalau Alesya menjadi bagian keluarganya.
pria yang baru pertama kali dia temui itu terlihat kalau memiliki sifat yang tidak cukup bijak sebagai orang tua dan sebagai seorang pria. Dinniar bisa menilai seseorang dari cara bicara, dari postur tubuh dan cari raut wajah seseorang. dan penilaiannya buruk terhadap ria yang datang tanpa undangan ke rumahnya.
"Sayang, kamu harus relaks. ingat kata dokter, jangan terbawa suasana yang bisa menimbulkan stres untukmu. itu tidak baik untuk kandunganmu." Jonathan berbisik kepada Dinniar.
Jonathan melihat kemarahan di raut wajah istrinya. makanya dia membisikkan sesuatu di telinga Dinniar. mendengar perkataan suaminya dia langsung tersadar kalau dia tidak boleh marah.
Bagaimanapun Denis memiliki hak terhadap Alesya. Namun, sayangnya Jonathan memiliki hak penuh terhadap Alesya karena sudah ada surat putusan pengadilan tentang adopsi anak.
Dinniar merasa takut kalau-kalau Denis memaksa untuk membawa Alesya.
"Sepertinya kita tidak ada yang perlu di bicarakan lagi." Jonathan seakan mengusir Denis dengan halus.
"Banyak yang perlu kita bicarakan malam ini. aku tidak bisa membiarkan hal ini terulang lagi." Denis bicara seakan kejadian ini sudah pernah terjadi sebelumnya.
"apa maksudmu dengan lagi?" tanya Jonathan dengan menaikan salah satu alisnya.
"Ya semua ini. hilangnya Alesya. aku tidak mau hal itu terulang. jadi aku akan membawa Alesya pergi dari sini. aku yang akan merawat dia dan menjaganya. di rumah aku punya istri yang bisa mengawasinya kapan saja." Ujar Denis.
"apa hak ku membawanya pergi? aku tidak akan membiarkan siapapun membawa anakku pergi." Jonathan bicara dengan sangat keras.
"Santai Jonathan. tidak perlu bicara sampai menarik urat seperti itu. aku cukup bisa mendengar suaramu tanpa kamu harus berteriak." Denis seakan sedang mempermainkan Jonathan.
Jonathan memang sejak dulu tidak pernah suka dengan sikap Denis. dia yang selalu memilih kekuasaan dibanding keluarga. dia yang selalu serakah dalam segala hal. dan dia seorang pria yang tidak cukup puas dengan satu wanita. itu semua yang di ketahui Jonathan tentang Denis. tindak tanduk Denis yang sangat buruk yang membuat adiknya sendiri enggan menitipkan putrinya kepadanya.
Mario yang mengetahui keburukan sikap dan sifat kakaknya sendiri. membuatnya tidak bisa menyerahkan putri semata wayangnya kepada keluarganya sendiri. dia lebih memilih adik iparnya yang belum pernah berumah tangga dan tidak pernah mengurus anak untuk menjaga dan membesarkan putrinya yang begitu berharga baginya.
Kepercayaan Mario semakin kuat ketika melihat Jonathan mengurus Alesya ketika dia sedang libur bekerja. Jonathan sejak dulu selalu bersama Alesya ketika dia libur bekerja. dia akan menghabiskan waktu bersama Alesya dan itulah makanya dia tidak sempat untuk berkencan dengan wanita.
Wanita yang pertama kali membuat hatinya terkesan dan sangat nyaman adalah Dinniar seorang ditambah lagi, Dinniar adalah pilihan Alesya.
"Baiklah aku akan pulang. namun, jangan kamu pikir aku akan menyerah tentang Alesya." Denis bangkit dari tempat duduknya. dia langsung pergi meninggalkan pasangan suami-isteri tersebut.
Jonathan mengepalkan tangannya erat. dia sangat muak dengan sikap sok perduli yang ditunjukkan oleh Denis kepada Alesya. Untung saja Alesya tidak melihat kedatangan Denis. sudah pasti Alesya juga sangat kesal. sebab dia juga tidak suka dengan Denis.
Jonathan tahu betul tujuan Denis untuk meminta Alesya untuk di urusnya. Sudah pasti Denis memiliki rencana tersembunyi yang tidak baik tentunya. memanfaatkan Alesya untuk kepentingan bisnis adalah hal yang sangat mungkin.
Mendapati sikap Alesya yang berubah saja membuat Jonathan dan Dinniar sudah pusing. di tambah lagi kedatangan Denis yang tiba-tiba ke rumah mereka hanya untuk menyulut emosi.
"sayang, bagaimanapun Alesya adalah putri kita. jangan biarkan orang lain mengambilnya. aku tidak rela Alesya di besarkan oleh orang seperti dia. dari caranya menatapku saja dan caranya bicara saja aku sudah tau seperti apa karakternya." Dinniar sedang memohon kepada suaminya.
Dia sangat takut kehilangan. dia tidak mau jika harus terpisah dari Alesya yang sudah tinggal dengannya beberapa bulan.
"Jangan khawatir aku tidak akan membiarkan mereka merebut alesya. lagipula hak asuh Alesya sudah jatuh ke tangan kita. sudah pasti kita yang akan menang. lagi pula aku juga memiliki surat kuasa penuh dari kakak dan kakak iparku sebelum mereka menitipkan Alesya kepadaku." Jelas Jonathan.
Dinniar sangat senang mendengarnya. dia tahu kekuatan hukum tidak bisa di monopoli saat adanya dokumen-dokumen yang akan memberikan dukungan kepada mereka berdua. hal yang terpenting di dunia ini adalah kalian harus tahu cara kerja mereka yang hidup di dunia ini. cara kerja pihak kepolisian, jaksa, hakim, ataupun profesi lainnya. jika berurusan dengan hukum kita harus pandai berpikir kedepan untuk hal-hal rumit yang akan terjadi suatu hari seperti kejadian hari ini yang menimpa Jonathan.
"Sekarang kita tidur saja. besok kita tanyakan lagi kepada Alesya apa yang sebenarnya terjadi kepadanya. dan kemana dia pergi kemarin malam." Ucap Jonathan sambil membantu istrinya bangun dari tempat duduk.
Dinniar yang sudah bertanya kepada Alesya masih belum bisa mendapatkan jawaban. karena Alesya belum mau bercerita apa yang sebenarnya terjadi. Membujuk anak remaja untuk bercerita memang sangat sulit. tidak seperti dulu saat Tasya hilang. dengan cepat Tasya menceritakan apa yang terjadi. mungkin ini juga terjadi karena mereka bukan orang tua kandung dari Alesya.
seorang anak lebih nyaman berbicara dan terbuka kepada orang tuanya sendiri. sedangkan mereka berdua bahkan Dinniar bukanlah keluarga yang memiliki ikatan darah.
Dinniar dan Jonathan memutuskan untuk beristirahat di dalam kamar. mereka harus istirahat untuk menghadapi hari esok yang belum tentu seindah hari-hari kemarin atau belum tentu seberat kemarin malam.
Hidup memang adalah sebuah misteri. banyak hal yang tak terduga yang akan terjadi kepada kita. tak selamanya kehidupan yang bergelimang harta akan manis terasa bagi mereka. Banyak kepahitan yang harus mereka cicipi sebelum mereka dapat mencicipi manisnya kehidupan. banyak juga rasa asam yang hinggap ketika mereka dalam perjalanan menuju kebahagiaan. jangan pernah berpikir kalau orang yang hidupnya banyak harta bisa hidup dengan sangat nyaman di rumah mereka. kasur empuk yang mereka miliki bahkan belum tentu bisa melelahkan tidur mereka. banyak hal yang bisa terjadi kepada manusia bagaimanapun kondisi perekonomian yang mereka miliki.
cobaan tidak akan pernah melihat siapa yang kaya dan siapa yang miskin. jika sudah waktunya manusia diberi cobaan maka dia tidak akan pandang bulu sehebat apapun manusianya.