Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
324 - permohonan maaf



Camelia dan keluarganya bersedih apalagi Syam yang merasa sangat bersalah kepada putrinya itu. Dia yang membuat Melinda memilih jalan yang salah. Syam selama di dalam penjara merenungi semua perbuatan. tak harusnya dia melakukan semua ini.


"keserakahan telah membuatku buta dan telah membuatku menyerang keluargaku sendiri dan menghancurkan keluargaku." Syam sangat terpuruk.


anak perempuan meskipun dia adalah anak angkat tetapi yang begitu mencintai dan menyayanginya seperti anak kandungnya sendiri.


"aku telah menghilangkan nyawa anakku sendiri. aku telah membuatnya pergi dari dunia ini selamanya. maafkan papa Melinda. makan papa tidak bisa menjadi orang tua yang baik untuk dan hanya memanfaatkan ketika kau beranjak dewasa." kesedihan dan penyesalan membuat semakin tidak bisa mengendalikan pikiran dirinya sendiri.


sedangkan di rumah keluarga yang sedang mempersiapkan pemakaman untuk Melinda. Kamelia masih sangat terpukul kehilangan putrinya. Kamelia terus menangis dan mama Jonathan menemaninya untuk menenangkan Kamelia.


"Sudah jangan ditangisi lagi. kamu terus menangisi Melinda tidak akan tenang di alam sana. ikhlaskan dia agar dia bisa bahagia. meskipun dia telah tiada di dunia ini. tetap bisa melihat kita. iya pasti sekarang sedang melihatmu yang tengah menangis. kasih dia akan bersedih." Camelia membujuk Kamelia agar tidak bersedih lagi.


"bagaimana aku tidak bersedih. Aku kehilangan anak perempuan yang begitu aku inginkan meski dia tidak lahir dari rahimku. apa yang harus aku katakan kepada saudaraku ketika nanti aku menemuinya di alam akhirat?" Kamelia terus menangis.


"dia pasti mengetahui apa alasan yang membuat Melinda harus mengakhiri hidupnya. tidak akan pernah menyalahkan dirimu. kamu telah menjadi sosok seorang ibu yang sempurna untuknya meskipun dia bukan anak kandungmu." Camelia memeluk sahabatnya.


"mah Melinda akan segera dikebumikan. Mama harus kuat. harus ikhlas. sudah jalan yang ditakdirkan untuk Melinda dan juga untuk kita. tidak ada satupun dari kita yang bisa melawan takdir. udah berusaha yang terbaik untuk Melinda. Mama adalah ibu terbaik untuknya." kenan mengelus lembut pipi mamanya lalu mengecupnya.


Kamelia dan juga keluarganya bersama-sama mengantar Melinda ke peristirahatan terakhirnya. Melinda sudah tidak ada di dunia ini lagi. Dia sudah menebus semua kesalahannya dengan nyawanya sendiri. memang tidak akan pernah ada yang tahu seperti apa jadinya. hari ini kita belajar banyak dari kesalahan Melinda bahwa keserakahan dan ambisi yang berlebihan tidak akan baik untuk diri kita dan juga untuk orang lain.


Melinda mulai dikebumikan. Kevin dan Kenan ikut turun untuk menguburkan Melinda. dengan tangan yang bergetar dia meletakkan adik perempuan yang mereka sayangi. semua tidak akan pernah lagi bisa melihat wajah Melinda dan mendengar suaranya.


mereka bertiga hidup bersama selama ini. pasti terasa berat juga untuk dua pria yang begitu menyayangi Melinda.


Dinniar dan Jonathan juga ikut ke pemakaman Melinda. Jonathan juga sebenarnya tidak terlalu membenci sepupu angkatnya itu. hanya saja karena Melinda membuat ulah kepadanya dan juga keluarganya membuat Jonathan harus bertindak keras dan memberinya pelajaran dan pada akhirnya Melinda mendapatkan hukuman. walaupun sebenarnya bukan hukuman ini yang diinginkan oleh mereka semua. Mereka ingin Melinda merenungkan semua kesalahannya di dalam penjara. namun sayangnya Tuhan berkata lain dan berkehendak lain.


"selamat jalan Melinda. semoga kamu tenang di alam sana. aku doakan kamu bisa bahagia di sisi Tuhan." Dinniar mengelap air matanya.


.


.


.


setelah pemakaman Melinda yang mengharukan dan menguras emosi. semua kembali kepada tempatnya semula. Dinniar dan Jonathan membawa kembali pulang anak-anaknya. Tasya Devano dan juga Alesya. sangat senang sekali bisa bertemu dengan orang tuanya secara bersamaan.


semua yang terjadi beberapa hari lalu membuat mereka harus terpisah dan saling merindukan satu sama lain. Tasya langsung memeluk Mami dan juga papanya begitu juga dengan Devano.


"benar kan apa kata kakak. papa dan Mami itu pasti akan jemput kita. lagi pulang kita juga kemarin-kemarin masih bisa ketemu papa dan mami." tutur Alesya yang kesal kata-katanya tidak dipercayai oleh kedua adiknya.


"maafkan aku yang tidak percaya kata-kata kakak. aku benar-benar tidak bermaksud melakukan hal itu. hanya rindu sama mami dan juga papa. Mami walaupun tidur di sini, tapi tetap saja kita jarang ketemu Mami karena mami sibuk." protes Devano.


"sudah sekarang kan Mami dan papa sudah ada bersama kalian. sekarang apa kalian mau pulang ke rumah?" tanya Dinniar.


"baiklah sekarang kalian siap-siap masukkan barang-barang kalian ke dalam koper Dan nanti sore kita semua akan pulang ke rumah." jelas Jonathan.


"papa dan Mami harus pulang dulu sekarang ke rumah. nanti sore sopir akan menjemput kalian. jangan nakal dan dengarkan apa kata bibi." pesan Dinniar.


"tuh kan Mami sama papa mau pergi lagi tanpa kita semua. nanti tahunya kita nggak jadi pulang ke rumah nih." Tasya kembali merengut.


"tenang saja sayang kalian kan pulangnya sama sopir Mami dan papa punya kejutan untuk kalian di rumah jadi selamat bertemu di rumah." kata Dinniar.


"bener ya Mami dan papa punya kejutan buat kita bertiga."


"benar sayang kapan Mami dan papa pernah berbohong kepada kalian?" tanya Jonathan.


"asik asik aku akan tunggu kejutan dari mami dan papa. ayo Kak kita siap-siap." Devano menarik tangan Alesya.


Dinniar dan Jonathan keluar rumah untuk mempersiapkan pesta penyambutan ketiga anaknya.


Sesampainya mereka di rumah ternyata ada keluarga om Syam yang datang. Dinniar dan Jonathan mempersilahkan Meraka masuk.


Tante Kamelia dan kedua anaknya duduk di ruang tamu.


"Dinniar, Jonathan. Tante kemari untuk meminta maaf kepada kalian berdua. tanda telah salah menilaimu Jonathan dan maaf kepadamu Dinniar karena sikap Melinda dan Om Syam yang ternyata ingin merusak rumah tangga kalian berdua."


Tante Kamelia dan kedua putranya mendatangi rumah Dinniar dan Jonathan. Mereka meminta maaf dan berjanji akan memperbaiki segalanya.


"aku juga minta maaf kepadamu Jonathan karena telah memukulmu dan juga memakimu dalam kasar. sungguh aku tidak tahu menahu tentang rencana papaku dan juga adikku Melinda." kata Kevin kepada Jonathan.


"sudahlah semua yang sudah berlalu dan itu menjadi pelajaran untuk kita bahwa jangan pernah gampang menghakimi orang lain." kata Jonathan kepada sepupunya.


"oh ya Jonathan aku juga sudah menghapus berita tentang dirimu yang aku posting di internet. aku juga sudah membuat pernyataan bahwa kamu tidak pernah bersalah dan tidak melakukan pelecehan seksual kepada adikku." kata Kenan.


Kedua anaknya memberikan pernyataan bahwa Jonathan tidak bersalah dan semuanya adalah ulah dari papa dan adik angkatnya.


Kamelia sangat merasa malu. Dia hampir pingsan. Kini dia hanya tinggal dengan kedua putranya.


"tante... tante harus kuat jangan larut dalam kesedihan terus-menerus." ucap Dinniar.


"tante bukan hanya sedih Dinniar. tante juga merasa malu kepadamu dan juga kepada keluarga kalian semua. tante rasa tidak pantas menjadi keluarga kalian lagi."Kamelia kembali menangis.


"jangan berkata seperti itu tante. kita selamanya adalah keluarga tidak akan ada yang merubahnya dan tidak akan pernah berubah." Dinniar menggenggam tangan tante Kamelia.


"Terima kasih kalian berdua sudah berbesar hati mau memaafkan kami semua. dan tak akan menjalani hidup ini dengan lebih baik lagi. tante juga akan menebus semua kesalahan tante yang lalai dalam menjaga keluarga."