Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 20 - Pamer kemesraan



Dinniar yang sedang berpelukan dan berciuman dengan suaminya. Dikejutkan oleh kedatangan seorang perempuan.


Dinniar dan Darius langsung melepas kemesraan mereka berdua.


"Maaf, aku tidak tahu kalau ada orang di ruangan Mas Darius. Maaf maksudku Pak Darius." Cornelia mengoreksi panggilannya.


"Masuklah, tidak apa." Dinniar seolah mengabaikan panggilan Cornelia untuk suaminya.


"Silahkan masuk." Dinniar dengan ramah mempersilahkan wanita selingkuhan suaminya masuk ke ruangan.


Mereka bertiga duduk di sofa yang ada di sudut ruang kerja Darius.


"Ada apa?" tanya Darius yang sedikit gugup.


"Siapa dia Mas? Apa karyawan mu?" tanya Dinniar dengan menyentuh tangan suaminya.


"Dia salah satu model Agency." Darius memberitahu istrinya.


"Boleh kita berkenalan? Siapa tahu suatu hari kita menjadi dekat." Dinniar mengulurkan tangannya.


Cornelia menyambut uluran tangan Dinniar. "Cornelia."


"Dinniar, istri Mas Darius. Kami sudah menikah cukup lama dan dikaruniai satu putri yang sangat lucu. Benarkan Mas?" Dinniar tampak sengaja menjelaskan identitasnya.


"Benar." Darius menjawab singkat.


"Apa sudah menikah?" tanya Dinniar lagi.


"Belum," jawab Cornelia.


"Segeralah mencari pasangan hidup. Menikah itu indah, seperti aku dan Mas Darius yang selalu bermesraan dimanapun apalagi di rumah." Dinniar menampakkan senyuman mematikannya kepada Cornelia.


Melihat senyuman Dinniar, Cornelia hanya bisa tersenyum kaku.


"Tapi aku beri saran sedikit. Carilah pria yang singel, jangan yang sudah berkeluarga. Kalau mencari yang sudah berkeluarga, berarti kamu adalah pelakor dan penghancur rumah tangga wanita lain." Perkataan Dinniar sangat menusuk hati kedua orang yang ada bersamanya saat ini.


Darius terkejut istrinya yang selalu ramah dan menjaga kata-katanya. Bisa dengan lantang mengeluarkan perkataan yang menusuk.


"Sayang." Darius menyentuh lengan Dinniar.


"Cornelia, ada apa kamu kemari?" tanya Darius dengan menatap kekasihnya.


"Saya hanya ingin memberitahukan kalau besok saya ingin izin tidak melakukan pemotretan. Saya ingin pergi sejenak untuk menenangkan diri." Cornelia bicara seakan memberitahukan Darius tentang kemarahannya.


"Oh, baik. Nanti saya akan bicara kepada pihak Noni," kata Darius.


Noni adalah salah satu karyawan yang mengatur jadwal modeling.


"Selamat berlibur." Dinniar mengucapkan kata-kata menghibur untuk Cornelia dan Cornelia tersenyum.


"Sayang, apa kita perlu berlibur juga untuk bulan madu dan kasih Tasya adik?" Dinniar sengaja bicara begitu sebelum Cornelia membuka pintu ruangan Darius.


"Sayang." Darius memberikan kode kepada istrinya.


"Maaf, aku kira dia sudah keluar. Habis dia keluar kita lanjutkan kemesraan yang sempat tertunda. Ciumanmu sangat menggoda." Dinniar berbisik di telinga suaminya dan dia melirik ke arah Cornelia yang masih mendengarkan.


Cornelia keluar dari ruangan Darius dengan perasaan yang sangat kesal. Dia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan tamparan pedas dari istri kekasihnya


"Awas kamu. Aku akan membalas perbuatannya." Cornelia melirik ke arah jendela yang sedikit terbuka.


Sedangkan Dinniar mengunci pintu ruangan dan mulai menggoda suaminya hingga Darius terbuai. Sikap liar yang tak pernah ditunjukkan oleh Dinniar. Kini dia keluarkan untuk menggoda suaminya.


Darius yang terbuai dengan sikap liar istrinya, mulai bergerak agresif sehingga mereka dalam pergulatan yang panas diatas sofa.


Darius sudah membuka kancing kemejanya. Tanpa Darius sadari Dinniar membuka sedikit jendela ruang kerja, agar seseorang melihat pergulatannya.


.


.


Cornelia terus menyaksikan semua kemesraan itu. Dia lalu merekamnya.


"Aku akan meminta pertanggung jawabanmu atas perlakuanmu ini Mas. Harusnya hari ini aku yang memberikan kepuasan untukmu. Bukan wanita itu! Dasar wanita menyebalkan!" Cornelia langsung pergi.


.


.


Dinniar yang berada di posisi bawah dan menghadap ke arah jendela, saat melihat Cornelia pergi. Dia langsung menghalau aksi Darius.


"Mas, hentikan dulu. Itu jendelanya terbuka." Dinniar segera bangun dan menutup rapat gorden jendela.


Ini baru permulaan. Aku akan menghempaskan mu dari kehidupan suamiku.


Dinniar kembali ke pangkuan suaminya.


.


.


Cornelia yang menyaksikan kemesraan suami istri itu sangat kesal. Hatinya terdapat api yang membara membakar seluruh bayangan indah miliknya.


Cornelia sudah membayangkan dirinya dan Darius akan bersama di peraduan mereka berdua, tapi nyatanya kekasihnya itu malah asyik menikmati permainan istri sah.


Cornelia melempar tasnya ke atas kasurnya. Dia mengacak-acak seprai yang sudah di tata rapih olehnya tadi pagi.


"Sia-sia, semua sia-sia. Aku benci dia, tapi aku lebih benci kamu karena dengan mudahnya masuk perangkap istrimu. Aku yakin wanita itu sengaja melakukan hal itu di depanku." Cornelia berteriak sendirian di dalam kamarnya.


Begitulah nasib seorang selingkuhan. Pria-pria itu mudah masuk ke dalam pelukan istrinya dan mudah masuk ke dalam pelukan kekasih gelapnya. Pria itu tidak bisa dengan terang-terangan memilih selingkuhannya ketika dia masih menyimpan rasa yang besar untuk istrinya.


Cornelia menghubungi Darius tapi tidak kunjung diangkat. Dia kesal sekali.


Saat Cornelia menahan perasaan kesalnya. Saat itu Darius tengah asik menikmati istrinya yang cantik.


Dinniar membawa Darius lebih dekat dengan meja dimana ada ponsel Darius. Dinniar yang masih bisa menjaga kesadarannya melihat ponsel suaminya menyala tapi mode silent. Mungkin karena tadi dia habis meeting dan lupa mengubah mode ponselnya.


"Sayang, apa kamu menikmatinya?" Dinniar terus mencoba mengalihkan perhatian suaminya agar hanya fokus kepadanya.


"Hanya kamu yang bisa memberikan sensasi seperti ini. Ini pertama kalinya kita bercinta di luar kamar. Rasanya membuatku terbang, dengan gaya liar mu." Darius terus meracau.


Dinniar senang suaminya mengatakan hal itu. Dinniar terus menggoda suaminya sedangkan ponsel Darius sudah menjawab panggilan telepon dari Cornelia.


Wanita itu pasti mendengar semua ucapanmu dan permainan kita. Teruskan Mas, dengan begitu aku bisa membuat dia sadar diri. Kalau kamu hanya milikku.


Dinniar semakin mempercepat temponya. Agresifnya Dinniar membuat Darius melayang. Darius terus terhanyut dengan ******* di setiap gerakannya.


Dinniar sangat puas mengetahui suaminya mengabaikan selingkuhannya.


Pertunjukan kemesraan ini benar-benar sesuai dengan ekspektasi yang Dinniar rencanakan. Dinniar ingin menyingkirkan Cornelia. Dia yakin saat ini wanita selingkuhan suaminya sedang penuh kemarahan atau mungkin sedang menangis tersedu-sedu setelah mendengar semua yang dikatakan Darius selama permainan mereka berdua.


Setelah melakukan pelepasan, Darius tergeletak lemas di sofa dan Dinniar dengan cepat membersihkan diri.


Dinniar langsung menyentuh gambar bulat berwarna merah di ponsel Darius.


Ternyata nyalimu besar juga. Kamu mendengarkan permainan kami sampai selesai. Dasar pelakor tidak tahu malu.


Dinniar meraih pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Sudah sore. Sudah jam lima? Berapa jam aku dan Dinniar bercinta?" Darius mengingat sambil menghitung.


"Tiga jam? Astaga sungguh aku sudah gila. Bagaimana dengan Cornelia? Dia pasti akan mengamuk." Darius segera mencari ponselnya.