Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
332 - Hasil yang ditunggu



Alesya sangat berdebar-debar. Dia takut sekali membuka email yang dikirimkan dari universitas yang dipilihnya.


Sambil menunggu hasilnya Alesya berjalan-jalan di sekitar kampusnya.


Saat berjalan-jalan Alesya bertemu dengan seorang mahasiswi yang sedang dalam tingkat semester akhir.


"bagaimana rasanya kuliah di sini?" tanya Alesya.


"Sangat tidak rugi Anda kuliah disini, bahkan QS World University Rankings memasukkan National University of Singapore sebagai nomer 1 universitas terbaik di Asia (QS World University Ranking, 2022). Karena termasuk universitas yang bergengsi, masuk ke NUS sangatlah tidak mudah. Acceptance rate dari National University of Singapore saja hanya 5 - 7 % saja, karena keterbatasan kursi untuk setiap kelasnya."


"National University of Singapore didirikan oleh sekelompok pengusaha yang dipimpin oleh Tan Jiak Kim. Sebelumnya, universitas ini merupakan sekolah kedokteran namanya Yong Loo Lin. Lalu, seiring berjalannya waktu semakin banyak program pendidikannya, karena NUS ini sebenarnya merupakan gabungan dari banyak universitas (Baca selengkapnya: Sejarah NUS). Jurusan yang tersedia di NUS juga bervariatif, diantaranya: jurusan kedokteran, desain, musik, hukum, ilmu sosial, teknik, komputer, dan masih banyak lagi!"


"aku memilih di sini karena memang sangatlah bagus. Aku akan masuk jurusan bisnis. " cerita Alesya kepada orang yang ditemuinya.


"Kamu sangat pandai memilih jurusan. harus kamu ketahui jurusan itu banyak sekali peminatnya dan kamu harus bersiap-siap dengan hasil yang akan keluar. Saya berharap kamu bisa menjadi salah satu mahasiswa di sini. Saya rasa kamu sangat pintar. caramu menggunakan bahasa Inggris juga sudah sangat fasih."


"Terima kasih sudah memberikan saya pandangan tentang kampus ini. saya sedang menunggu hasil tes yang akan keluar satu jam lagi."


"tenang saja saya yakin kamu pasti bisa menjadi mahasiswa di sini. jika nanti kamu sudah menjadi mahasiswa di sini kita bisa bertemu kembali dan bercerita banyak tentang negara asal kita berdua."


Alesya ketemu dengan seorang mahasiswa yang asli Filipina tapi mahir dengan berbahasa Inggris. Alesya sangat senang bisa bertemu dengan orang yang ramah seperti dia. Alesya lalu berjalan-jalan kembali di sekitar taman kampus yang sangat diidam-idamkan.


Alesya sangat berharap dia bisa menimba ilmu di kampus ini. meski ternyata dia harus kembali bertemu dengan Gita temannya. teman yang selalu mencari masalah dengan dirinya. namun Alesya tidak mau ambil pusing. dia berada di Singapura untuk kuliah dan menunjukkan prestasinya.


Alesya tidak akan pernah mengecewakan kedua orang tuanya dan juga keluarga besarnya yang sangat berharap kepada dirinya.


Alesya segera berlari untuk melihat papan pengumuman. dia mencari namanya. dari ribuan orang yang mendaftar di universitas ini dia harus sangat teliti.


"syukurlah akhirnya aku bisa berkuliah di sini. kami dan papa pasti senang menerima kabar baik ini dariku. aku harus segera menghubungi mereka."


Alesya menghubungi Dinniar dan juga Jonathan yang sedang bersama-sama mempersiapkan kamar di apartemen.


sesampainya Alesya di apartemen yang akan ditinggalinya. dia langsung masuk ke dalam kamar dan menemui Mami dan papanya.


"aku lulus dan aku bisa kuliah di sana. Mami dan papa senang bukan aku bisa kuliah di Singapura?"


"aja sayang mami pasti sangat senang karena kamu bisa lulus dan bisa kuliah di sini. Mami dan papa doakan kamu betah di sini dan mendapatkan prestasi."


kedua orang tua Alesya memberikan support kepada anaknya dan juga mendoakan agar Alesya semakin bersinar.


Jonathan memeluk putrinya dengan erat dan mereka bertiga lalu berpelukan bersama. tidak hanya itu kedua adik Alesya melakukan panggilan video call. Alesya tambah senang karena dukungan dari keluarganya begitu besar. Alesya sangat berterima kasih kepada Mami serta papanya yang selalu memberikan terbaik untuk dirinya. Alesya begitu bahagia mendapatkan kabar kalau dirinya lulus ujian dan bisa kuliah di universitas Singapura dengan jurusan manajemen bisnis.


"selamat kakak sudah lulus ujiannya. kita pasti berdua kangen banget sama kakak. nanti kalau misalkan waktu senggang kakak sempatkan untuk menelepon kami berdua ya."


belum mereka resmi untuk berpisah. mata sudah membanjiri. Alesya sangat terharu karena kedua adiknya begitu memperhatikan dan menyayangi dirinya.


"kakak pasti akan sering kirim kabar. kalian jangan takut ya. Jaga diri kalian di Indonesia. jangan pernah nakal dan selalu dengarkan apa kata mami dan papa." pesan Alesya pada kedua adiknya.