
sudah 20 tahun Mak cik berjualan untuk membantu ekonomi keluarga. ayah dari Karel adalah seorang karyawan yang bekerja di pabrik. pada hari kerja warung pempek Mak cik legenda begitu ramai dikunjungi. namun pada hari Sabtu dan Minggu lebih lama lagi pengunjung.
hari ini Dinniar dan Jonathan menyaksikan begitu banyak pengunjung yang sudah mengantri untuk makan pempek buatan Karel dan Noni.
"wow hari Minggu sangat banyak pengunjungnya." kata Jonathan.
"lihat di sana suami begitu banyak karyawan yang sudah siap untuk menjamu para pengunjung dengan pempek buatan mereka."
Karel dan Noni juga terlihat begitu sangat sibuk untuk melayani beberapa pengunjung yang datang. mereka begitu sangat lihai dalam melayani pesanan pengunjung.
"Jonathan, Dinniar. ayo kemari cepat. ikut bergabung dengan kami untuk mengetahui sensasinya berjualan langsung." seru Noni.
Dinniar dan juga Jonathan langsung menghampiri mereka dan ikut berbaur untuk melayani pengunjung yang datang.
"Silahkan duduk. mau pesan apa?" Dinniar memberikan buku menu kepada mereka yang baru datang.
"Saya mau pesan pempek kapal selam dua porsi dan juga tekwan." tunjuk salah satu pengunjung yang di layani oleh Dinniar.
Dinniar langsung menulis pesanan yang masuk. Di pempek Mak cik legenda juga menjual tekwan dengan berbagai macam isian dan juga ada yang original. tekwan di sini terkenal dengan kuahnya yang sedap dan rasa ikannya yang terasa sekali.
Dinniar dan Jonathan terlihat begitu antusias membantu Karel dan Noni berjualan. mereka dengan ramah menyambut dan menghidangkan menu pesanan para pelanggan yang datang.
Pelanggan yang datang bukan hanya sekedar dari sekitar kota Palembang. banyak pelanggan setia mereka dari luar kota. termasuk Jakarta. mereka yang sedang pergi ke Palembang dari luar kota sengaja mampir sebelum pulang atau saat baru sampai kota Palembang untuk melepas rindu dengan cita rasa masakan pempek Mak cik legenda.
"Nanti aku diajarkan cara membuatnya ya. anakku Tasya sangat suka sekali dengan pempek." Pinta Dinniar.
"Pasti , Din. aku akan mengajarimu bagaimana cara membuat pempek yang enak di lidah dan juga membuat ketagihan." Karel dan Noni menjawab sambil mengaduk adonan.
Mereka berdua membuat bahan pempek dadakan. itulah mungkin salah satu khas mereka agar pempek tetap segar dan ikan yang mereka gunakan juga selalu baru dan di datangkan dari tambak ikan langsung.
Pukul tiga sore ternyata toko pempek Mak cik legenda sudah tutup. Mereka sudah menghabiskan bahan baju sebanyak tiga puluh kilo dalam sehari. Noni dan Karel membuat semua bahan menggunakan mesin agar mempercepat pengulenan. Mereka juga mempekerjakan karyawan sebanyak lima belas orang untuk membantu di tokonya. Tujuh orang sebagai pelayan. dua orang sebagai kasir dan enam orang membantu mereka di dapur untuk memotong dan memasak.
"Ayo kemari aku ajarkan cara membuat pempek." Noni mengajak Dinniar masuk ke dalam dapur rumah.
Di sana sudah ada beberapa bahan untuk membuat adonan pempek.
"Terima kasih Noni. aku sangat senang memiliki teman baru dan bisa membuat pempek super enak. aku akui pempek kalian top markotop rasanya." Dinniar tersenyum lebar.
mereka mulai dengan menuangkan tepung. Dinniar langsung praktek membuat pempek. dia menakar tepung dan lain sebagainya sendiri sesuai dengan arahan dari Noni.
"Lihat istri kita. mereka baru bertemu, tapi sudah sangat akrab." Karel memperhatikan istrinya dan juga istri Jonathan.
"Kau benar Nathan. mereka sepertinya sudah melupakan kita berdua." Tawa renyah keluar dari bibir Karel.
Para suami itu kembali ke ruang tengah sambil menunggu hidangan pempek spesial buatan istri mereka matang.
Kehidupan memang begitu unik. Kita bisa akrab dengan hanya adanya kesamaan takdir. Dinniar dan Noni sama-sama seorang wanita yang menjadi korban pengkhianatan suami terdahulunya. mereka sama-sama memiliki seorang anak dari pernikahan sebelumnya dan menikah dengan pria yang sukses dan masih bujangan.
...****************...
Darius mendapatkan kabar kalau Dinniar dan suami barunya sedang pergi berbulan madu. Mendengar hal itu saja Darius sudah sangat panas. Dia merasa kehidupannya kini malah berbanding terbalik dengan Dinniar. mantan istrinya sudah sangat bahagia dengan kehidupan baru. sedangkan dia, istrinya dipenjara karena ulah nekat Cornelia sendiri. Dirinya juga terpaksa menjauh dari sang putri karena kejadian itu.
Darius pernah diminta oleh Dinniar untuk datang ke psikolog anak yang menjadi psikolog dari Tasya.
Di sana Tasya malah sangat terlihat ketakutan dan berlari menghindari dirinya. sedangkan saat datang Jonathan, Tasya langsung menghampiri pria itu dan memeluknya erat. Ada rasa sesak yang sangat membuat dirinya sakit hati melihat kejadian itu di depan mata kepalanya sendiri.
Hanya mendengar keakraban dari putrinya dengan papa baru sang putri saja. Darius sudah sangat terganggu. apalagi dia harus melihatnya secara langsung kenyataan bahwa putrinya baik-baik saja di dekat pria lain.
Sejak saat itu Darius belum lagi di panggil oleh Dinniar untuk menjalani terapi bersama dengan Tasya.
Terlebih Dinniar kini sibuk dengan keluarga barunya. Darius semakin putus asa mengetahui putrinya tidak lagi mau dekat dengannya.
Dia marah juga kepada Cornelia yang menjadi penyebab dari kekacauan hubungannya dengan Tasya. Darius ingin sekali menghukum Cornelia, tapi saat ini dia merasa membutuhkan bantuan dari wanita yang hampir dia campakkan karena kemarahannya.
"Darius ... Darius." suara ketukan pintu dan suara panggilan terus terdengar.
Darius yang sedang mengurung diri di dalam kamarnya enggan sekali menanggapi DNA juga membuka pintu untuk ibunya.
Darius masih terus tinggal bersama dengan ibunya. Dia tidak bisa meminta ibunya untuk pergi. karena dia juga membutuhkan sosok ibunya untuk menemaninya dan mengurus dirinya yang masih dalam kondisi kacau saat ini.
"Darius, kalau kamu sudah selesai mengurung diri. Kamu makan dulu. ibu sudah membuatkan opor ayam kesukaan mu." Teriak Susi dari balik pintu.
Darius mendengar kata opor ayam. membuatnya kembali mengingat putri kecil yang begitu dia rindukan.
"Opor ayam adalah kesukaanku dan juga Tasya. kami dulu berdua sangat senang ketika Dinniar membuatkan opor ayam untuk makan malam." Darius menangis menyesali kembali keputusannya untuk mengkhianati Dinniar.
"Aku menyesal telah meninggalkan kalian berdua untuk wanita kejam itu. Aku dulu telah dibutakan oleh hawa nafsu. aku juga sudah dibutakan oleh seorang model yang begitu aduhai bentuk tubuhnya. andai aku tidak terperosok mengikuti jejak mereka. sudah pasti saat ini kehidupanku dan juga keluargaku masih baik-baik saja dan akan sangat bahagia. mungkin saat ini aku dan Dinniar sudah memberikan adik lucu untuk Tasya." Darius menangis sesenggukan di dalam kamarnya seorang diri.
Penyesalan datang silih berganti. Dia datang tanpa pemberitahuan dan pergi tanpa berpamitan. Rasa itu muncul tiba-tiba tanpa memberi salam terlebih dahulu dan membuat orang menggila dengan kehadirannya.
Darius terus menangis hingga matanya bengkak dan memerah. hidungnya juga sudah matang seperti buah jambu air. Dia begitu tak kuasa menahan rasa sedihnya. memori di masa lalu begitu menyesakkan hati.