Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
236-Memulai penyelidikan



Dinniar masuk ke dalam kamarnya dan berbaring di samping suami tercinta. Jonathan sejak tadi memperhatikan raut wajah sang istri yang sangat kusut.


"ada apa? mukanya kok ditekuk gitu sih?" tanyanya dengan sangat halus.


"Aku tadi habis dari kantor mas Darius. aku menanyakan tentang kenapa Tasya tidak mau menemui dirinya." cerita Dinniar sambil menaruh kepalanya di dada bidang sang suami.


Jonathan mengelus lembut kepala istrinya "apa kamu mendapatkan jawabannya?" tanya jonathan.


"Hem ... dia menceritakan tentang Tasya yang curiga kalau istri barunya adalah Cornelia." jelas Dinniar.


"Cornelia? bagaimana bisa?" Jonathan tersentak.


Dinniar menceritakan semua yang dia dengar dari mantan suaminya. Jonathan menyimak dengan seksama apa yang istrinya sampaikan.


"Sayang, maaf. bukan aku setuju dengan apa yang Darius katakan. tetapi ada benarnya juga. mungkin Tasya salah dengar atau memang kebetulan saja."


"tapi sayang. aku tahu betul Tasya seperti apa. aku yakin dia pasti punya alasan kuat selain itu. sayangnya dia belum mau bercerita kepadaku." Dinniar menarik napas panjang.


"Aku akan mencari tahu kebenarannya. kamu tenang saja. meski masih agak rancu, tapi aku ingin mempercayai apa yang dikatakan oleh anak kita." jelas jonathan.


Dinniar memang tidak salah dalam memilih sosok suaminya. Jonathan selalu menjadi garda terdepan keluarga mereka. meski Tasya bukanlah darah dagingnya. namun, cintanya kepada Tasya melebihi ayah kandungnya sendiri.


Saat asik sedang berbincang berdua. terdengar ketukan pintu dari luar kamar.


"Masuk." Dinniar membenarkan posisi duduknya.


pintu kamar terbuka dan kelapa menjulur diantaranya.


"Mami, boleh aku masuk?" tanya Tasya yang muncul dari balik pintu.


"Masuk sayang. Papa dan Mamih hanya sedang bertukar cerita." Jonathan menyuruh putrinya masuk.


Tasya berjalan ke arah mereka berdua. dan langsung berhamburan dipelukan keduanya.


"Sayang, kenapa?" Dinniar menyentuh lembut pipi Tasya.


"Aku mau cerita sama mami dan papa. boleh?" tanyanya dengan menatap wajah kedua orang tuanya secara bergantian.


"tentu sayang. papa dan mami akan sangat senang mendengarkan cerita anak cantik ini." Jonathan mengecup pipi sang anak.


Tasya mulai bercerita tentang yang dia lihat dan dengar saat beberapa waktu lalu pergi dengan ibu sambungnya.


Tasya mengangguk pelan. "Aku tahu kelihatannya seperti aneh, tapi aku lihat dan dengar dengan jelas mami." Tasya kembali menegaskan pernyataannya.


"Tasya tenang saja ya. papa sudah menyiapkan rencana dan akan rapat besok dengan para staff tekhnologi." Jonathan tersenyum kepada putrinya.


Tasya langsung memeluk erat papa sambungnya itu dan jonathan membalasnya. sikap saling menyayangi dan saling menghargai itu benar-benar terlihat. Dinniar hanya bisa tersenyum. dirinya kini bergantung kepada sang suami apapun yang terjadi. hanya saja dia tetap tidak bisa diam saja. dia juga akan berusaha membantu mencari tahu.


.


.


.


Darius pulang ke rumahnya. di rumah dia sudah di tunggu oleh sang istri. istrinya bahkan menyambutnya dengan balutan pakaian sexy yang mampu membuat gairah kelelakian Darius naik seketika. tubuh yang cukup tinggi dan gempal membuat Darius kecanduan dengan permainan ranjang istrinya itu.


"Sayang, mau makan malam dulu?" tanyanya dengan suara khas yaitu serak-serak basah.


"Apa menu makan malam kita?" tanya Darius yang sambil tangannya liar di tubuh sang istri.


"Kamu mau menu di meja makan atau menu diatas ranjang?" tanya dengan genit.


"Menu di atas ranjang dengan performa yang sangat panas."


dengan cepat Darius menggerayangi tubuh sang istri. mereka akhirnya berakhir di atas ranjang hingga pagi.


.


.


.


Pagi harinya. Jonathan langsung mengerahkan anak buahnya untuk menyelidiki asal usul atau identitas dari istri Darius. mereka benar-benar serius menanggapi cerita dari Tasya.


"Tasya bilang dia jelas mendengar percakapan antara wanita itu dengan temannya. mereka bertemu di pusat perbelanjaan dan membicarakan hal serius. saya ingin kalian mencari informasi sekecil apapun." perintah jonathan kepada karyawan sibernya.


mendapatkan perintah dari atasannya merupakan hal yang sangat ditunggu oleh mereka. Jonathan juga mengurus beberapa anak buah untuk bersiaga di sekitar komplek perumahan dikediaman Darius. Jonathan mau semuanya jelas agar dia bisa mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi hal yang kemungkinan akan terjadi. dia harus segera bertindak.


"ren, saya minta kamu segera mendapatkan informasinya. jangan sampai kita kecolongan. mungkin setahun ini dia sedang menyusun rencana." Jonathan juga memerintahkan persolan asistennya.