Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 219 - Pria Bermotor



Alesya sedang asik bersama dengan Alvi membahas tentang praktek yang akan mereka lakukan di kelas hari ini. Karena banyaknya barang yang harus dibawa. Alesya diantar oleh pak supir ke sekolah begitu juga dengan Alvi. Meski mereka terlahir dengan sendok emas di tangannya. tetap saja keduanya hidup sederhana. mereka tidak pernah membawa mobil ke sekolah dan mengendarainya sendiri seperti difilm-film yang menayangkan kehidupan anak konglomerat.


"Saya, gua yakin banget kalo kita bakalan satu kelompok. Lo percaya deh sama gue." Alvi bicara dengan sangat percaya diri.


"Percaya sama Lo? Musrik dong gue," Balas Alesya dengan diiringi gelak tawa.


Alvi langsung cemberut dan dan membuat raut wajah yang membuat Alesya merasa bersalah.


"Sorry, sorry. Semoga ya kita satu kelompok. biar gue bisa nyantai dan Lo yang kerjain." Alesya kembali menggoda sahabatnya itu.


"oooh, mungkin ini alasan guru menentukan kelompok di waktu akhir. karena manusia yang kayak begini nih yang suka memanfaatkan orang demi kepentingannya sendiri." Alvi tambah sewot sambil menunjuk ke arah Alesya.


"Apaan sih. melenceng deh omongannya." Alesya menepuk bahu Alvi.


"Awww!" Alesya menjerit ketika tubuhnya hampir saja tersenggol motor yang melewatinya.


"Woy, bawa motor yang bener!" Alvi meneriaki anak laki-laki yang memakai seragam putih abu-abu.


Anak laki-laki yang mengendarai motor itu berhenti sejenak dan menoleh kearah mereka berdua. Dia menoleh nya untuk menyeringai ketika tatapannya bertemu dengan mata Alesya. Dia lalu kembali menyalakan mesin motor sportnya dan langsung tancap gas.


Alesya merasa sangat kesal dan ingin sekali mengejar orang itu. Namun, bel sekolah telah terdengar. Alvi dan Alesya bergegas masuk ke dalam pintu gerbang sebelum gerbang sekolah di tutup rapat oleh pak Amin sang penjaga pintu.


"Buruan, Sya." Alvi meminta sahabatnya untuk bergegas.


Alesya terus berlari menyusuri jalan menuju ruangannya. Mereka hari ini masuk sekolah tanpa ditemani oleh Ica. Karena Ica sedang demam.


Napas kedua sahabat itu sudah tersengal-sengal, tapi mereka berhasil masuk kelas sebelum sang guru memberi hukuman karena masuk kelas terlambat.


"Untung ajah guru itu belum datang. kalo udah wah kita terancam bahaya." papar Alvi.


"Anak-anak. kumpulkan barang yang sudah kalian bawa. kelompokkan jenis barang bawaan kalian. dan ibu akan memberikan. tugas praktek segera." sang guru memberikan perintahnya.


Tok Tok Tok


Suara ketukan pintu terdengar dari depan kelas dan guru membuka pintu kelas. Dia terkejut melihat kepala sekolah dengan seorang anak remaja laki-laki berdiri di sana.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya guru dengan memperhatikan anak murid yang bersama dengan kepala sekolah.


"Saya ingin memperkenalkan murid baru yang akan bergabung di kelas ini." tutur kepala sekolah itu.


kepala sekolah SMA harapan adalah seorang yang cukup bijak dan mereka yang mengenal pria itu cukup senang dan merasa seperti orang tua sendiri.


Pak Broto adalah seorang kepala yang sangat cukup populer. Dia juga di kenal sangat sabar. Makanya dia menjabat me jadi kepala sekolah sudah hampir lima tahun lamanya. dan juga dia sangat memperhatikan orang sekit.


"Silahkan masuk, pak." Guru mempersilahkan keduanya masuk.


Kepala sekolah berjalan melewati pintu kelas dan Alesya sangat terkejut melihat kalau anak lelaki yang ada di belakang sangat tidak asing baginya.


siapa anak lelaki yang akan satu kelas dengannya?