Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
251- Rekaman CCTV



Dinniar dan Jonathan tiba di tempat di mana anaknya menginap. di sana dia bertemu dengan Adrian terlebih dahulu untuk mengetahui cerita yang selengkapnya. Dinniar sudah keringat dingin mendengarnya.


"Aku juga menemukan Alesya ketika polisi datang dan meminta kami memeriksa ruangan itu. aku sangat minta maaf. fokusku pada acara yang sempat terhenti dan tidak menyadari kalau Alesya dan teman-temannya tidak ada di ruangan. lampu mati secara tiba-tiba di saat pertunjukan mereka selesai." kata Adrian menjelaskan dengan penuh perasaan bersalah.


"Jadi siapa yang menyekapnya?" tanya Jonathan.


"Kami belum menanyai Raka yang menemukan dan menolong Alesya. aku mau bertanya kepada Alesya langsung, takut dia masih terkejut." jelas Adrian kepada Dinniar dan Jonathan.


Dinniar langsung menghampiri Alesya yang masih gemetar dan terlihat pucat.


"Sayang." panggil Dinniar.


"mami." Alesya langsung menghambur ke pelukan Dinniar.


"Bagaiman kondisi mu? apa yang terluka dan bagaimana perasaanmu sekarang?" Dinniar mengajukan begitu banyak pertanyaan kepada sang putri.


"Aku tidak apa-apa. aku sudah jauh lebih tenang sekarang." kata Alesya tanpa melepaskan pelukannya.


Dinniar mengecup seluruh wajah putrinya dengan berlinang air mata. "Maafin mami yang tidak bisa menjagamu dengan baik." ujarnya.


"ini semua bukan salah mami. mami dan papa sudah melakukan yang terbaik untuk menjagaku. semua ini diluar kuasa kita. Tante Cornelia datang ke sini dan menyeret aku keluar dari aula acara.


"Cornelia?" tanya Dinniar yang terkejut.


Alesya mengangguk sambil menangis. " dia bilang, dia ingin menghancurkan Mai dan membuat mami dibenci oleh seluruh orang." ceritanya.


Dinniar langsung melepas Alesya dan berjalan menuju Jonathan.


"cari cctv dan cepat cari Cornelia. dia ada di sekitar resort." ujar Dinniar.


mendengar ucapan istrinya. Jonathan ditemani oleh Adrian bergegas mencari keberadaan Cornelia.


"Aku periksa rekaman CCTV. karena aku adalah kepala yayasan mudah bagiku mendapatkannya." kata Adrian.


"baiklah, terima kasih atas bantuannya. aku akan keluar mencarinya." Jonathan langsung berlari keluar dan mencari Cornelia di parkiran mobil.


"Kalian segera cari wanita yang mencurigakan di sekitar sini. jangan sampai terlewatkan." perintah jonathan kepada anak buahnya yang berada di sekitar resort.


dari kejauhan seseorang melihat Jonathan. dia lalu tersenyum menyeringai.


"Kamu tidak akan menemukan aku. lihat saja keluargamu akan aku hancurkan. kalian harus menderita!" kecamnya sambil menyetir mobil untuk keluar pintu keluar.


mobil Cornelia melewati Jonathan yang sedang melihat sekeliling resort yang berharap menemukan pelakunya. Cornelia berkendara dengan santai untuk menikmati pemandangan musuhnya yang sedang panik.


Cornelia memang sangat ulung dalam membuat kegaduhan. dia juga cukup licin seperti belut dan sulit ditemukan.


Anak buah Jonathan kembali menghampirinya setelah mencari ke seluruh penjuru resort.


"Bagaimana, apa kalian menemukannya?" tanya Jonathan.


"Kalian tetap berjaga. saya masuk dulu."


dengan perasaan kesal karena tidak bisa menemukan Cornelia. Jonathan Kemabli masuk ke dalam ruangan yang di tempati oleh istri dan putrinya.


"Apa kamu menemukannya?" tanya Dinniar ketika suaminya tiba.


Jonathan menggelengkan kepalanya. tanda dia gagal menemukan Cornelia.


"Wajahnya telah berubah." Alesya kembali bicara.


"berubah? apa maksudmu sayang?" Dinniar menatap Alesya.


"Tante Cornelia operasi plastik dan sepertinya gagal. karena yang aku temui tadi wajahnya sudah rusak sebagian." jelas Alesya yang sudah mulai tenang dan bisa menderita kan detailnya.


"Aku akan menemui Raka. dia pasti bisa menjelaskan secara detai dan dia pasti mengenalinya." bergegas dia kembali keluar ruangan dan mencari Raka di ruang interogasi.


Raka dibawa polisi ke ruangan interogasi sementara. dia ditanyai beberapa pertanyaan mengenai penculikan.


"saya tidak tahu apa masalahnya. hanya saja, saya bisa menemukan Alesya karena cerita dari Alvi teman sekelas saya yang tahu cerita mengenai hal yang sama dengan kejadian hari ini." cerita Raka.


"benar komandan. siswi tadi pernah mengalami penculikan beberapa tahun lalu. ini laporan yang saya terima." polisi itu memperlihatkan laporan itu kepada komandannya.


Dilihatnya berkas dengan seksama dan benar saja kejadiannya hampir mirip dengan kejadian hari ini.


"Wajah orang itu rusak sebagian. mungkin saja aksinya terekam cctv di resort ini. jika tidak terekam. berarti ada yang tidak beres." prediksi Raka.


"Kami akan menyelidikinya secara mendetail. nak Raka boleh kembali ke regunya."


Raka beranjak dari tempat duduknya. baru juga dia berjalan sedikit. Jonathan langsung menariknya keluar ruangan.


"Om, ada apa ini?" tanya Raka yang kebingungan.


"kita ke ruangan CCTV om mau kamu mengenali seseorang." jelas Jonathan.


"Baik, om. saya mengerti." Raka mengikuti langkah Jonathan.


mereka pergi ke ruangan CCTV milik resort. dan di sana sudah ada manager serta Adrian selalu penanggung jawab sekolah.


"Bagaimana?" tanya Adrian.


"tidak ketemu. coba putar cctv dan Raka kamu perhatikan videonya. kamu cari wanita yang tadi bersama kalian." pinta Jonathan.


Raka terus mencari gambar wanita tadi yang mungkin saja tertangkap kamera pengawas. beberapa file video diputar. Raka masih terus memperhatikan karena belum mendapatkannya.


"coba mundur sedikit." pinta Raka saat melihat rekaman di dekat pintu luar.


"ini om. wanita yang tadi menculik Alesya." tunjuk Raka pada salah satu mobil yang kaca terbuka.