
Dinniar memberikan sebuah pertanyaan dan pilihan yang sangat sulit untuk Darius. dia yakin Darius mengerti apa maksud dari pertanyaannya dia akan menunggu dan menanti apa yang akan diberikan dari untuknya.
jika madu dia akan berusaha untuk memaafkan dari dan kembali menata rumah tangganya. namun, jika racun yang diberikan oleh Darius maka dia akan mengakhiri rumah tangganya hari ini juga.
"Apa maksudmu memberikan madu Dan racun Aku tidak mengerti Dinniar." pekik Darius.
"Mas please! tidak usah bersandiwara lagi. Aku sudah mengetahui semuanya, Pak Jonathan sudah memberikan semua bukti-bukti tentang perselingkuhan kalian dan pernikahan kalian di Bali kamu tidak bisa mengelak lagi Mas." Dinniar bicara dengan satu tarikan napas.
perasaan telah dikhianati saja sudah membuat hatinya hancur. ditambah sekarang dia mengetahui kenyataan bahwa suaminya telah menikah dengan wanita lain. dia bukan hanya membagi hati, tapi dia juga membagi tubuhnya dengan wanita lain. dan dia juga telah menghianati rumah tangga yang selama ini dibangun dan berharap bahagia.
"dinier aku mohon dengarkan penjelasanku dulu. aku mohon kamu mau mengerti posisiku. Dan kita mulai kembali rumah tangga ini." Darius kembali bersimpuh.
sudah puluhan kali ia bersimpuh di kaki Dinniar. sudah puluhan kali pula dia meminta Dinniar untuk mengerti. namun, pengertian dan permohonan maaf itu tidak pernah menjadi akhir dari perselingkuhan suaminya.
Dinniar sudah sangat lelah dengan sandiwara suaminya. dia tidak mau lagi mendengar kata-kata yang keluar dari mulut suaminya itu.
Dinniar sudah bulat dengan keputusannya. Dia yang awalnya ingin memberikan kesempatan namun, ternyata suaminya malah semakin menjadi dengan menikahi modelnya sendiri.
"please aku tidak mau bercerai darimu. Aku akan memperbaiki semuanya." Darius terus memohon.
"Bagaimana caramu memperbaikinya? Kamu sudah terlalu melangkah jauh Mas, kalian sudah menikah dan kalian tidak pernah memikirkan perasaanku sama sekali. Kamu sebagai suami tak pernah sekalipun mencoba berpikir apakah perbuatanmu salah dan ini akan menyakitkan. Dia sebagai seorang wanita tidak pernah memposisikan dirinya sebagai aku. Bagaimana jika dia yang dikhianati?" Dinniar menarik kaki yang dipegang oleh Darius.
Darius tersungkur. Dia tak bisa mengejar istrinya. Dirinya sudah lemas mendengar semua keputusan istrinya dan kata-kata istrinya tentang dirinya dan juga Cornelia.
.
.
"lihat saja mas. aku tidak akan pernah memaafkanmu yang telah merusak rumah tangga kita dengan membawa wanita lain masuk ke dalam kehidupan kita."
setelah tenang dengan hati dan pikirannya dinian melajukan kembali mobilnya menuju ke rumah Sonia untuk menjemput anaknya Tasya.
beberapa kali ponsel Dinniar terus berdering Darius meneleponnya beberapa kali namun Diniyah tidak menghiraukannya.
akhirnya Dinniar mematikan ponselnya dia tidak mau lagi mendengar ocehan dan alasan-alasan klasik yang keluar dari bibir suaminya dia tidak akan pernah menerima alasan apapun lagi.
"Mami." panggil Tasya yang menyambut kedatangan Dinniar.
linear memeluk erat tubuh mungil Putri kecilnya. dia merasa bersalah kepada putrinya karena harus berpisah dari pria yang menjadi ayah dari putrinya.
"Mami sendirian? tidak bareng Papi jemput tasya-nya?" Tanya anak kecil itu.
"Tasya Tasya sama bibi dulu ya Tante Sonia sama mami mau bicara sebentar." Sonia memanggil kedua pembantunya untuk membawa Tasya.
Sonia dan Dinniar duduk di sofa bersama seketika Dinniar langsung menangis dipelukan sahabatnya. untaian air mata mengalir deras di pipinya.
"jangan kamu tangisi lagi pria itu sudah cukup dia menyakiti hatimu." Sonia menenangkan sahabatnya.