Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Hanya manusia biasa



darius kembali ke rumahnya. dia ingin kembali memastikan bahwa apa yang dibicarakan oleh dinniar adalah sesuatu yang benar. meskipun dia tahu kalau mantan istrinya itu adalah sosok wanita yang tidak akan berbohong. darius melihat rumahnya gelap gulita. dia lalu menyalakan lampu ruang depan dan ruang tengah. dia  juga menuju dapur karena haus.


"kenapa tidak ada orang? di mana salsa? kenapa seluruh ruangan gelap gulita?" darius lalu masuk ke dalam  kamarnya. dia lihat tidak ada juga istrinya di sana.


darius mengecek lemarinya dan isi lemari sebagian sudah tidak ada isinya."kemana baju-baju salsa?" darius menggeledah seluruh kamar dan ternyata seluruh barang-barang salsa sudah tidak ada.


"apa dia pergi dari rumah ini?" darius menjadi berpikir.


darius melihat ke gudang dan ternyata benar saja, kalau tas koper salsa sudah tidak ada di sana lagi. dia lalu kembali ke kamarnya. dia berharap kalau istrinya menyisakan sesuatu untuk dirinya. saat dia mencari ke arah meja rias. dia lihat di dalam laci ada amplop putih bertuliskan "Suamiku Tercinta"


darius membuka dengan penuh ketegangan. dia benar-benar takut menerima kenyataan kalau dia akan kehilangan sosok seorang wanita yang begitu baik dan tulus mencintainya. pria yang hidupnya penuh penyesalan itu mulai membaca isi surat yang ditulis oleh istrinya.


mas, sejak beberapa hari lalu aku menunggumu pulang dan kau tak kunjung datang. aku akhirnya merenung dan memutuskan untuk pergi dari hidupmu. aku pergi bukan karena tidak cinta atau kecewa karena kamu tidak mau mempercayaiku. aku pergi agar kamu bisa menemukan kebahagiaan. dan aku pergi membawa cinta bersamaku. aku sekali lagi ingin meminta maaf karena aku tidak bisa menjadi sosok wanita yang kamu harapkan. aku juga hanya wanita biasa yang tergiur dengan godaan. terima kasih selama ini sudah menjadi pelindungku, terima kasih selama ini sudah menjadi pria yang sangat aku kagumi, terima kasih juga sudah ada di dalam kehidupanku. aku pamit dan sekali lagi aku minta maaf.


darius selesai membaca surat yang ditulis oleh istrinya. dia membaca sambil menangis dan tak tahan dengan rasa sesak yang ada di dalam dadanya. dia mulai terisak sambil merasa menyesal.


"kenapa kamu harus pergi? kenapa kamu tidak menungguku lebih lama? aku pasti pulang." racaunya dalam isakan tangis yang sudah semakin terasa berat.


Darius memeluk kertas yang sedang dia genggam erat. Pria yang hampir berusia empat puluh tahun itu benar-benar tidak bisa menghentikan tangisannya. Dia bahkan semakin kencang menangisinya. Hingga tak sanggup lagi berdiri tegap. Darius terduduk di lantai kamarnya sambil sesekali melirik ke tulisan tangan sang istri.