
Mama Juwita yang sudah sangat lelah mengawasi dua anak. Dia dan bersama besannya menonton siaran televisi bersama.
adegan film dimulai
Celline pagi ini bersiap untuk pergi mengajar less privat melukis dan tak di sangka kucing yang ia temukan dan ia bernama Milly selalu mengekorinya kemanapun ia melangkah.
"Celline lihat Milly selalu mengikuti kemanapun kamu melangkah" kata ibunya yang ternyata senang dengan seekor kucing.
"Milly, besok ibu akan memberikanmu kandang yang cantik" ibu Celline mengusap kepala Milly.
Celline selesai dengan persiapannya untuk mengajar.
"Bu, aku pergi dulu" kata Celline dengan bersalaman.
"Hati-hati Celline"
Celline keluar dari rumahnya dan mengendarai motornya menuju rumah anak yang akan ia ajari melukis.
Saat Celline memarkirkan kendaraannya di depan pagar rumah ia mendengar seseorang berteriak mencari sesuatu.
"Comeel" teriak seorang wanita paruh baya.
"Cari siapa Nek?" Tanya Celline yang mengenal Nenek tersebut.
"Nenek mencari si Comel kucing kesayangan Nenek" kata Nek Lila
Nek Lila adalah Nenek dari anak yang diajarkan melukis, Celline seringkali melihat Nek Lila menggendong dan memangku Comel nama kucinganya.
"Biar Celline bantu Nek"
Celline membantu Nek Lila menemukan kucingnya, Celline menyusuri jalan yang ada di gang komplek.
"Meong"
Terdengar suara kucing dari dalam tas Celline, segera Celline melihat kedalam tas nya dan ternyata...
...****************...
"Filmya cukup menegangkan." kata mamanya jonatan.
"Iyah, aku juga tidak sabar untuk melihat adegan film selanjutnya. semoga saja lebih seru lagi." kata mama Juwita.
film dimulai kembali
"Milly" kaget Celline melihat kucingnya ada didalam tas ransel milik nya.
Celline mengeluarkan Milly dari dalam tas dan menggendongnya sembari terus menyusuri gang komplek untuk mencari Comel.
"Celline" terdengar suara memanggil namanya dan Celline mencari sumber suara itu.
"Celline ini aku yang kau gendong" soktak Celline kaget dan tak sengaja melempar Milly kucingnya.
Celline mendekat kearah Milly untuk memastikan ia masih waras karena jelas terdengar Milly berbicara kepadanya.
"Ka...kau benar bisa bicara atau aku hanya halusinasi?" Celline menunjuk-nunjuk kepala Milly dengan jari telunjuknya.
"Benar aku bisa bicara, dan hanya kau yang bisa mendengarnya" kata Milly
Celline langsung terkejut ia terduduk dan benar-benar melamun sambil melihat kucingnya yang bena. Isa berbicara dengannya.
"Kau mencari kucing Nenek itu kan? Mari ikut aku" kata Milly dan memimpin jalan.
Celline yang masih tak percaya dengan apa yang ia dengar tapi ia tetap mengikuti langkah Milly mencari kucing Nek Lila.
"Disana" Milly menunjuk kearah taman yang ada didalam rumah besar.
Celline melangkah kerumah besar itu dan ia benar-benar melihat si Comel sedang bercanda dengan kucing lain.
"Bilang kepada pemilik kucing itu untuk menikahkan kucingnya dengan kucing pemilik rumah besar ini" kata Milly.
"Menikah?" Lagi-lagi Celline terkejut.
"Iyah benar, mereka berjodoh, akan dilahirkan kucing-kucing lucu dari pernikahan mereka"
"Benarkah???" Celline masih tak percaya.
"Permisi kata Celline dari luar pintu pagar.
"Iya, siapa ya?" Tanya seorang pria paruh baya yang membuka pintu rumah dan keluar dari rumah nya.
"Cari siapa?" Tanya pria itu saat melihat kearah Celline.
"Ooh kucing ini, dia memang sering kali bermain disini bersama Milka" kata pria itu sambil mengelus Comel.
"Bawa lah" pria itu memberikan Comel pada Celline.
"Terimakasih Pak" Celline membungkukkan badannya dan mengucapkan terimakasih.
Celline membawa comel kembali kerumah Nek Lila.
"Comeel" Nek Lila langsung mengambil Comel dari gendongan Celline.
"Dimana kamu menemukannya?"
"Di gang sebelah, dirumah besar dengan tembok putih yang penghuninya memiliki kucing juga" Celline menjelaskan ciri-ciri rumah tersebut.
"Ooh dirumah pak Narto" kata Nek Lila memberitahukan nama pemilik kucing cantik itu.
"Nek, kalau Nenek berkenan nikahkan lah comel dengan kucing Pak Narto, nanti akan ada anak-anak kucing yang lucu-lucu lahir" nasehat Celline kepada Nek Lila sesuai petunjuk dari Milly.
"Benarkah? Aku akan bicara dengan pak Narto sekarang juga" Nek Lila bergegas pergi kerumah Pak Narto dan tak disangka Pak Narto menyetujuinya.
"Selang beberapa bulan lahirlah anak-anak kucing yang lucu dan menggemaskan, apa anda mau kucing anda memiliki keturunan yang cantik, lucu, tampan dan menggemaskan, silahkan bawa kucing anda ke Agency CeMil, Agency yang menjodohkan para kucing" kata sang model iklan.
...****************...
"yah kebanyakan sekali iklannya." protes mama Juwita.
kedua wanita paruh baya itu sekarang sedang asik menonton dan ternyata banyak sekali iklan sebagai selingannya.
"Aku cari cemilan dulu ya." kata mama Juwita.
Mereka akan menonton sambil makan cemilan.
saat mama Juwita tiba dengan beberapa makanan di tangannya. film mulai kembali.
"Okeh cut, kerja yang bagus" kata sang sutradara ya g sedang mengambil video untuk iklan Agency milik Celline.
"Bagaimana Celline apa hasilnya bagus?" Tanya sang sutradara yang juga sepupu dari Celline.
"Okeh kak bagus, mantap" kata Celline sambil mengacungkan kedua jempol nya.
"Okeh kalian boleh break sebentar habis itu lanjut keiklan berikutnya" teriak Luis sang sutradara.
Luis adalah sutradara iklan yang cukup dikenal banyak orang, Luis adalah sosok pria yang menur Celline sangat dewasa sehingga mereka terlihat bukan seperti sepupu namun seperti kakak dan adik kandung.
Kali ini mereka membuat sepenggal cerita untuk dijadikan video disalah satu media sosial yang tertarik bekerja sama dengan Celline untuk mengiklankan Agency Celline.
"Terima kasih kak Luis, aku pulang dulu" kata Celline berpamitan.
"Celline jangan lupa Carikan jodoh untuk kucingku" teriak Luis saay Celline sudah sedikit menjauh dari dirinya.
"Siap akan ku balas kebaikanmu dengan mencarikan jodoh untuk kucingnya yang malas itu" Celline mengcungkan jempolnya dan sedikit mengolok-olok kucing milik Luis.
Celline berjalan keluar studio dan berjalan menuju parkiran.
Bip Bip Bip Celline membuka kunci mobilnya dan masuk kedalamnya.
Celline menyalakan mobilnya dan juga musik, ia mengendarai mobil sambil mendengarkan alunan musik.
Ciiiiiiiiiiiiit
Celline hampir saja menabrak seekor kucing, ia dengan sigap mengerem mobilnya dan kucing itu terselamatkan.
"Huft, hampir saja" Celline bernafas lega karena tidak menabrak kucing itu.
Celline membuka jendela mobil ya dan melihat keluar namun tak ia temukan kucing yang tadi lewat didepan mobilnya.
"Dimana kucing itu, aku yakin tadi dia lewat didepan mobilku"
Celline hendak keluar dari mobil tapi...
Tiiin Tiiiin Tiiin
Beberapa mobil dibelakang membunyikan klakson karena mobil Celline berhenti ditengah jalan.
Celline mengurungkan niatnya untuk turun dari mobil dan kembali mengendarainya.
Selama diperjalanan Celline merasa kucing itu menghilang saat ia menghentikan laju mobilnya, tapi entah kemana perginya kucing itu.