
Darius keluar dari rumah dinniar dan jonathan. dia menaiki mobilnya dan pergi untuk menuju alamat yang dibverikan mantan istrinya. darius ingin menemui sang istri yang sudah dia lukai hatinya.
"aku tidak akan pernah lagi kehilangan orang yang berharga dalam hidupku. aku tidak akan pernah mau jauh darimu. maafkan aku salsa. aku akan menerimamu apa adanya. aku akan menjagamu selalu." darius melajukan mobilnya dengan sangat kencang demi ingin segera sampai di villa milik sang istri.
darius juga mencoba menghubungi salsa, tapi sayangnya dia tetap tak bisa mendapatkan jawaban. telepon salsa tetap dalam kondisi tidak aktif. darius lalu menghubungkannya ke kotak pesan suara.
"salsa, maafkan aku yang sudah bertindak bodoh kepadamu. aku mungkin tidak pantas meminta maafmu untukku. salsa aku ingin kita memulai dari awal lagi hubungan ini. kita bangu kembali hubungan ini dengan cara yang benar. aku mau kita sama-sama membesarkan buah hati yang ada di dalam rahimmu saat ini. kamu dan calon buah hati kita begitu berharga bagiku. tunggu aku, sayang." Darius mengirim pesan suara itu. dia berharap istrinya mendengarkan dan memberikannya kesempatan kedua.
darius sampai di pintu gerbang villa. dia lalu mencari ama villa yang ditempatiistrinya. dan dia melihat sang istri sedangf asik menyirami tanaman yang begitu banyak di halaman itu. darius tidak lantas turun. dia memperhatikan dulu istrinya yang tersenyum bahagia dibalik rimbunnya pepohonan. darius ikut tersenyum sambil menitikkan air matanya.
"senyummu begitu indah. seharusnya aku sadar kalau kau bukanlah salsa yang pernah masuk ke dalam hidupku. seharusnya aku tidak pernah hidup dalam bayang-bayangnya. agar aku bisa menjadi suami dan lelaki seutuhnya bagimu. maafkan aku yang selama ini tidak menyadarinya." darius menyeka air matanya dan turun dari dalam mobilnya.
darius melangkah maju dan membuka pintu pagar villa. di sana salsa menoleh dan melihat kehadiran suaminya. salsa menangis saat tatapan mata mereka saling bertemu.
"salsa, maafkan aku." darius berdiri di depan salsa tanpa bisa memeluknya meskipun ingin.
Salsa masih terdiam juga menatap wajah suaminya yang sedang menangi dengan menundukkan wajahnya. salsa lalu melangkah maju dan memeluk darius dengan erat.
"aku yang harusnya meminta maaf kepadamu. aku yang slah karena mengabaikan dirimu dan perasaanmu. aku seharusnya mendengarkan dirimu dan mengerti situasimu. maafkan aku. maafkan aku yang sudah bodoh ini. aku baru menyadari betapa tulusnya dirimu kepadaku." darius semakin memeluk erat istrinya.
"salsa, aku mohon berikan aku kesempatan kedua. aku ingin memperbaiki semuanya dari awal. aku ingin kita saling mengenal satu sama lain tanpa kepalsuan lagi." pinta darius.
salsa mengangguk pelan, dia menyetujui permintaan darius. sebelum suaminya datang ke villa. salsa sudah mendengakan rekaman suara yang dikirimkan untuknya. dia mendengar ketulusan dan juga kesungguhan dari darius. dia akan mencoba kembali memulainya dari awal bersama-sama.
"aku ingin kita tinggal di villa ini saja. aku tidak mau kembali ke rumahmu." pinta salsa.
"baiklah. kita sementara akan tinggal di sini."
"sementara? kenapa? kamu tidak suka di sini?" tanya salsa.
"bukan aku tidak suka, tapi aku sudah menyiapkan rumah baru untuk kita tinggali bersama dengan anak-anak kita." ujar darius sambil menatap wajah istrinya.
salsa lalu mengembvangkan senyumanya. dia tidak menyangka ternyata darius sedang menyiapkan rumah baru untuk mereka tempati bersama.