Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 174 - makan malam bersama



Jonathan Rendy dan Bimo serta anak buah yang lainnya datang ke rumah dengan kondisi tubuh yang sudah lemas dan pakaian yang lusuh karena keringat dan debu.


deniar melihat mereka begitu sangat kasihan. di Imah yang melihat mereka juga merasa iba dan menyiapkan minuman dingin agar mereka kembali segar dan bersemangat.


"bibi dan Mbak Surti sudah menyiapkan makan malam untuk semuanya. setelah selesai istirahat silakan menuju ke ruang makan karena Ibu diniar sudah meminta kami untuk menyiapkan menu makan malam."kata bi Imah.


"wah pasti masakan Bi Imah enak banget nih. Saya pernah dapat masakan Bi Imah dan itu rasanya top banget."puji Rendy kepada Bi imah.


Bi Imah jadi salah tingkah karena dipuji oleh Rendy. dulu memang Bima pernah membawakan bekal makan siang untuk pak Jonathan dan juga Pak Rendi. mungkin saat itu Rendy mencicipi makanannya dan merasakan kalau merasakan di Imah memang enak dan lezat.


selesai menunggu minuman mereka sampai habis. mereka semua langsung berjalan menuju ruang makan terutama Jonathan.


"terima kasih."bisik Jonathan di telinga istrinya.


Jonathan sangat berterima kasih kepada istrinya karena sudah menyiapkan makan malam untuk mereka semua meski Bukan dia yang memasaknya. Jonathan bersyukur memiliki seorang Istri yang sangat pengertian bukan hanya terhadap dirinya tapi juga terhadap anak buahnya yang sudah bekerja keras.


"Bi nanti siapin minuman lagi ya di meja makan dan juga di ruang tamu. kalau ada beberapa makanan ringan sediakan saja di ruang tamu. kalau ada makanan yang masih tersisa bungkus aja untuk mereka bawa pulang ke rumah."


bi Imah mengerti apa kata majikannya. dia dan Surti langsung pergi ke dapur untuk melihat makanan yang tersisa di wajan yang berada di atas kompor.


"ini ayamnya dan juga udang saus menteganya masih ada sisa kita bagi saja untuk 10 orang itu."kata Mbak Surti.


"ya sudah kalau begitu sekarang kita bungkus beberapa makanan itu kita buat 10 porsi untuk mereka dan juga nasinya. mereka malah malu-malu makan di sini."kata bi Imah kepada Surti.


...****************...


di kantor polisi Cornelia sedang banyak sekali diajukan pertanyaan.


polisi : Ibu Cornelia apakah benar Anda yang merencanakan penculikan terhadap nona Alesya ?


Cornelia: itu tidak benar pak polisi saya tidak pernah memerintahkan hal seperti itu dan tidak pernah melakukan hal buruk seperti itu. sudah bertobat Pak polisi


Polisi : Ibu Cornelia anda tidak bisa berkelit lagi karena anak buah anda sudah kami tangkap dan anak buah anda sudah mengakui semuanya bahwa anda adalah dalang di balik penculikan itu


Cornelia: itu adalah fitnah Pak polisi. saya sudah bertaubat dan tidak melakukan hal buruk seperti itu lagi.


Polisi : ibu Cornelia Saya ingin anda berkata jujur demi penyelidikan ini. jika anda tidak bersikap kooperatif maka hukuman anda akan lebih berat dari hukuman sebenarnya.


Cornelia: pak polisi Ini semua tidak adil. Saya tidak melakukan apapun tetapi saya ditangkap dan dituduh seperti ini saya tidak setuju dan tidak terima dengan tuduhan seperti ini.


polisi : Ibu Cornelia Kenapa anda selalu berbelit-belit seperti ini padahal anda sudah dinyatakan bersalah dengan bukti-bukti yang ada dan sudah diselidiki oleh pihak kepolisian.


Cornelia terus-menerus berkelit dia tidak mau disalahkan dan tidak mau lagi merasakan dinginnya berada di balik jeruji besi.


Cornelia terus berkata bahwa dia tidak melakukan apapun. dan pihak kepolisian juga menanyakannya tentang apa yang ia lakukan kepada perusahaan Jonathan yang merugikan pihak ketiga.


ditanyain hal seperti itu Cornelia kembali menolak dirinya disalahkan. polisi yang sudah tidak sabar dengan Cornelia. akhirnya memutuskan kok Amelia untuk dimasukkan ke dalam penjara terlebih dahulu.


"dia tidak bisa kita tanyain untuk hari ini. dia selalu saja memungkiri apa yang telah ia perbuat. pentingnya kasus ini harus kita bawa langsung ke pengadilan agar hakim yang memutuskan." kata seorang polisi kepada rekan kerjanya.


polisi saja sudah merasa jengah dengan sikap Cornelia yang tidak kooperatif saat dimintai keterangan oleh mereka semua. sulit bagi Cornelia untuk mengakui setiap kesalahan yang sudah ia perbuat.


polisi langsung memasukkan Cornelia ke dalam penjara. Cornelia sempat memberontak tidak ingin masuk dalam penjara karena dia merasa dirinya tidak bersalah dan tidak pernah melakukan kesalahan.


polisi menyeret Cornelia dan melemparnya ke dalam jeruji besi. dengan cepat Cornelia masuk dan polisi langsung mengunci gembok ruangan penjara yang menjadi tempat Cornelia berada sekarang.


"keluarkan aku keluarkan aku keluarkan aku. kan kalian semua aku tidak bersalah. Aku tidak pernah melakukan kesalahan apapun kepada mereka berdua. kaulah yang melakukan kesalahan kepadaku. Dinniar seharusnya kau yang ada di sini bukan aku. kamu yang telah membuat aku kehilangan baikku. kamu yang telah membuat ya tiada dari dunia ini. kamu yang seharusnya berada di dalam jeruji besi Dinniar."teriak Cornelia dengan sangat lantang sambil memukul-mukul tiang besi penjara.


polisi yang menyaksikan hal itu tertawa geli. karena Cornelia sudah seperti orang yang kehilangan akal sehat.


...****************...


"Sayang. cepat kemari. aku akan memijat tubuhmu." kata Cornelia kepada Jonathan.


"tidak perlu Sayang nanti kamu lelah. Aku tidak mau sampai kamu kelelahan." Jonathan melarang Dinniar untuk memberikan pijatan kepadanya.


"sudah enggak apa-apa. aku kan sejak tadi di rumah saja tidak bergerak ataupun bekerja hal-hal yang berat. jadi jangan menolak keinginanku. ini juga salah satu keinginan anak kita. dia mau memberikan yang terbaik untuk papanya hari ini." kata Dinniar.


mulai mengoleskan pelumas di bagian tubuh belakang suaminya. dia mulai menggerakkan alat pijat di punggung Jonathan. Jonathan rasa rileks ketika istrinya memijat tubuhnya.


Jonathan mulai merasa otot-otot di tubuhnya sudah merenggang. rasa lelah yang ia rasakan sudah hilang sedikit demi sedikit karena pijatan dari istrinya.


"sayang kamu pinter banget sih mijitnya." puji Jonathan kepada Dinniar.


"apaan sih kamu nih Mas. yang mijit ini kan alat Bukan Aku. berarti alat ini bagus karena bisa bikin kamu enak dipijitin sama dia." Dinniar terus memainkan mesin pijat itu.


"walaupun dia yang mijit tapi kan yang menggerakkannya tetap kamu sayang. jadi Sudah pasti yang membuat enak pijatan ini adalah kamu bukan mesinnya." tandasnya.


"ya terserah kamu saja deh Mas kamu mau bilang seperti apa. aku udah nyerah sama kamu yang sangat banyak cara untuk merayu aku. kamu tuh kebanyakan gombal tahu nggak. udah capek tapi masih aja nyimpen banyak gombalan buat istrinya."


"loh harus dong Sayang. karena apa yang keluar dari mulutku ini bukan hanya gombalan biasa. semua kata-kata yang keluar dari mulutku itu adalah kenyataan yang ada tentang dirimu yang hadir di hidupku." ujarnya sambil membalikkan tubuhnya dan kini sudah bertatapan dengan Dinniar.


"kamu mau nggak aku gombalin yang panjang?" tanya Jonathan


"saya bisa aja kamu gombalin aku banyak-banyak." kata Dinniar meremehkan kemampuan suaminya.


"dengerin ya siap-siap kamu meleleh." kata Jonathan kepada istrinya. Jonathan menarik nafas panjang dan dia memejamkan mata.


"istriku kamu adalah satu-satunya wanita di dunia ini yang begitu aku cintai. kamu adalah satu-satunya wanita terbaik yang pernah aku temui. kamu adalah satu-satunya wanita yang memiliki hati seputih kapas dan sebening embun. bagi diriku kaulah cahaya penerang yang membuatku bisa keluar dari kegelapan malam. istriku lihatlah aku lebih dekat dan kenali aku lebih dalam lagi. di hati ini hanya ada ketulusan dan cinta untukmu. cinta ini tidak akan pernah mati sampai kapanpun hingga rambut kita memutih dan nyawa kita kembali kepada sang pencipta. oh istriku hanya Kamu satu-satunya jodoh yang diciptakan Tuhan untukku. Jangan pernah meninggalkan aku dan jangan pernah meragukan cinta ini. Meski banyak wanita yang akan mengantri untuk mendapatkan diriku. ini tidak akan pernah tergoda. hati ini sudah cinta mati kepadamu."


ucapan Jonatan membuat hati dinier meleleh. Jonathan benar-benar mahir dalam memberikan kata-kata romantis untuk dirinya. Dinniar tidak pernah menyangka kalau suaminya memang pria yang romantis.


"bagaimana bagus kan? kamu tidak percaya kan kalau aku bisa membuat kata-kata sepuitis itu untuk kamu? Aku itu sangat mencintaimu Sayang jadi sudah pasti aku bisa mengucapkan kata-kata indah untuk dirimu orang yang begitu berharga di dalam hidupku."


Mereka kemudian berpelukan dan diniar diberikan kecupan bertubi-tubi oleh Jonathan.


"terima kasih sayang. Aku percaya kalau kamu begitu mencintaiku. percaya kalau kamu adalah jodoh dari Tuhan yang ditakdirkan untukku. aku yakin kaulah jodoh terakhirku. aku ingin selalu bersamamu menghabiskan sisa hidup ini."


mereka berdua langsung berpelukan dan Jonathan meminta jatah malamnya kepada istrinya.


sudah sewajarnya pasang suami istri melakukan adegan ranjang. mereka sudah halal dan bebas melakukannya di manapun dan kapanpun asalkan tidak di hadapan banyak orang.


Dinniar dan Jonathan menikmati malam mereka hari ini. Jonathan melepaskan rindu karena berhari-hari mereka tidak melakukannya karena kesibukan mereka mencari orang yang telah mensabotase rumah mereka dan juga telah membuat masalah di perusahaan Jonathan.


Jonathan sudah tenang dan lega saat ini. semua masalah sudah teratasi dan semua masalah sudah terselesaikan dengan baik sehingga kedepannya mungkin tidak akan ada lagi hal-hal seperti ini terjadi.


...****************...


Cornelia duduk di pojokan dengan melipat kakinya dan memeluknya. dia menangis sambil mengayun-ayunkan tubuhnya. Cornelia juga sesekali tertawa lalu menangis lagi. entah apa yang terjadi kepada Cornelia hari ini. kejadian hari ini begitu berat untuknya setelah Dia kehilangan calon bayinya.


polisi akhirnya memutuskan untuk memanggil psikiater besok. karena melihat tingkah Cornelia yang aneh sejak masuk kembali ke dalam jeruji besi.


"sepertinya kita harus benar-benar memanggil psikiater besok. tidak mau ada kejadian orang gila yang mengamuk lagi di dalam sel penjara." kata salah satu petugas kepolisian.


"benar kita harus memanggil psikiater untuk dia. saya juga tidak mau ada masalah lagi." sahut rekan kerjanya.


Cornelia memang bertindak aneh seperti orang yang sudah kehilangan kewarasannya. tidak heran jika dia memang kehilangan akal sehatnya. kehilangan seorang anak bukanlah hal yang mudah. apa lagi dia juga harus kehilangan seorang suami yang begitu dia cintai. dia juga harus kembali menikmati dinginnya tinggal di dalam sel penjara.


Jika saja Cornelia tidak melakukan hal buruk seperti ini mungkin dia tidak akan kehilangan calon bayinya dia juga tidak akan kehilangan suaminya dan dia juga tidak akan kembali ke sel tahanan.


tinggal di dalam sel tahanan juga bukanlah hal yang mudah untuk Cornelia meski dia sudah pernah merasakannya. dulu mungkin dia masih bisa sedikit nyaman di dalam sel tahanan. namun sekarang dia tidak bisa lagi merasakan kenyamanan. beberapa anak buahnya sudah ditangkap dan dimasukkan ke dalam sel tahanan juga. dia tidak akan pernah bisa meminta tolong kepada siapapun. diyakini akan mendekam di dalam sel tahanan mungkin beberapa tahun lamanya. ini dia akan benar-benar sendirian di dunia ini.