
Jonathan menepikan mobilnya di dekat lingkungan sekolah. Dinniar dan Tasya langsung turun dari mobil dan memasuki gerbang sekolah.
Dinniar mengantarkan Tasya sampai ke depan kelasnya. "sayang belajar yang benar ya biar jadi anak pintar." Dinniar menyemangati putrinya.
setelah melihat Tasya masuk ke dalam kelasnya dia langsung pergi ke dalam ruangan kerja. Dinniar sejak semalam sudah menghubungi Adrian untuk bertemu pagi ini di sekolah.
dia harus membicarakan sesuatu yang penting berdua bersama dengan Adrian. mungkin apa yang akan dia bicarakan ini akan membuat sahabatnya kecewa terhadap dirinya yang mengambil keputusan sepihak dan tanpa berdiskusi dengan dirinya.
Dinniar menyiapkan diri untuk berbicara kepada Adrian. keputusan yang dia ambil adalah keputusan yang cukup berat untuknya. Dia terpaksa mengambil keputusan ini demi kepentingan keluarganya. dia tidak mau lengah lagi. dia tidak mau hal buruk terjadi lagi kepada anak-anaknya kelak di masa depan.
Dinniar saat ini yang sedang menimbang apa yang harus dia bicarakan awalnya kepada Adrian mengenai keputusannya. sedangkan di tempat lain Jonathan yang dalam perjalanan menuju ke kantornya mendapatkan telepon dari Rendy.
"ya halo Rendy ada apa?" Jonathan mengangkat telepon.
Rendy bicara kepada Jonathan mengenai hal-hal yang sangat penting saat ini hal itu membuat Jonatan terkejut dia benar-benar tidak menyangka kalau ada hal buruk yang terjadi di perusahaan keluarganya bergegas Jonatan memutar balik mobilnya menuju ke perusahaan di mana perusahaan itu adalah jantung dari perekonomian keluarganya.
"Kenapa bisa hal buruk terjadi bertubi-tubi di dalam keluargaku pastinya ada ulah orang-orang yang nakal Lagi. aku yakin dia tidak hanya menaruh anak-anak tikus itu di dalam rumahku tapi juga di perusahaan keluargaku kita lihat saja nanti siapa yang akan jatuh." Jonathan sangat kesal dengan keadaan yang membuatnya harus kembali sibuk mengurusi beberapa hal yang seharusnya tidak perlu terjadi.
Jonathan benar-benar menginjak remnya dengan kuat saat sampai di depan pintu perusahaan keluarganya, karena dia sejak tadi menggunakan kecepatan penuh dalam berkendara.
Jonathan langsung menginjakkan kakinya di lobby perusahaan keluarganya dia lalu menuju ruangan direktur utama di mana dia lah yang tercatat sebagai direktur pimpinan perusahaan.
"Ada apa sebenarnya ini tadi kenapa hal seperti ini bisa terjadi tanya Jonathan lagi kepada Rendy karena dia masih bingung kenapa bisa terjadi kecerobohan seperti ini di perusahaan.
"saya sudah menyelidiki semuanya Pak. kita sedang membangun project kedua dari perusahaan Bapak Leo dan kemungkinan besar project pembangunan ini bisa gagal. karena kita mengirimkan beberapa bahan dasar bangunan yang tidak sesuai dengan kesepakatan yang sudah disepakati oleh perusahaan dan juga bapak Leo." jelas Rendi kepada Jonathan.
"bahan dasar yang tidak sesuai? Kenapa hal itu bisa terjadi Rendy? apakah vendor yang menyediakan barang tidak mengirimkannya dengan benar atau tertukar atau hal lain terjadi tanpa sepengetahuan kok?"tanya jawab Jonathan beruntun.
"ada seseorang yang mengganti dokumen bahan baku bangunan sehingga saya sudah menyelidiki kepada vendor bahwa kitalah yang mengganti bahan dasar bangunan." cerita Rendy kepada Jonathan lagi.
"itu tidak mungkin Rendy. jika kita mengganti bahan bangunan harus ada konfirmasi dari pihak kedua, yaitu bapak Leo dan selama ini saya tidak mendapatkan informasi apapun terkait penggantian bahan dasar bangunan." Jonathan semakin heran dengan semua kejadian ini.
"Apa kamu sudah menyelidiki Siapa orang yang telah meminta pergantian bahan bangunan karena sudah pasti itu harus ada tanda tangan dari kedua belah pihak yaitu perusahaan dan juga bapak Leo." tekan Jonathan.
"Saya sedang menyelidiki tim audit untuk pembangunan ini dan saya juga sedang kroscek kepada tim bagian keuangan agar tahu apa yang terjadi sebenarnya."
Rendy selalu bekerja tanpa harus bertanya kepada Jonathan apa yang dia harus lakukan. Rendy sudah bisa melakukan segala sesuatunya sendiri karena dia adalah tangan kanan dari Jonathan. Rendy akan bertindak sesuai dengan apa yang akan Jonathan perintahkan kepadanya jika hal ini terjadi. Reni sudah terlatih tanggap situasi dan cepat mencari solusi.
Rendy dan Jonathan lalu memutar otak mereka untuk mengetahui atau membaca situasi yang terjadi saat ini.
"Rendy sepertinya dia menaruh tikus-tikus juga di rumah saya dan juga di perusahaan ini kita harus menangkap tikus-tikus itu terlebih dahulu agar bisa mengetahui kejelasannya dan mencari Siapa orang dibalik semua ini."
tidak lama setelah Jonathan berbicara seperti itu ponsel brainly dan terlihat itu adalah anak buahnya yang melakukan panggilan kepadanya.
"Jadi kalian sudah mengetahui salah satu tikus yang menyelinap di rumah Pak Jonathan?" tanya Rendy kepada anak buahnya sekali lagi untuk meyakinkan diri.
"kalau begitu kalian awasi dia jangan sampai lolos Nanti malam kita akan adakan pertemuan dan pastikan kalian membawa dia ke markas kita." perintah Rendi kepada anak buahnya.
"aku sudah mendengarnya kau urus dia pastikan dia berbicara dan aku akan urus di rumah mencari tikus yang masih tersisa." Jonathan tidak perlu lagi mendengarkan penjelasan Rendy tentang apa yang dibicarakan olehnya dengan anak buahnya di telepon. Jonathan sudah cukup mengerti kalau mereka sudah mendapatkan satu tikus yang menyelinap ke dalam rumah besar.
...****************...
Dinniar menemui Adrian di ruangan ketua yayasan. dia akan membicarakan masalah keputusannya untuk mengundurkan diri menjadi seorang kepala sekolah.
dan antrian mempersilahkan masuk si pengetuk pintu.
"hai Dinniar silakan masuk." ada yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan duduk di bangku tamu bersama dengan diniar.
"apa yang akan kamu bicarakan denganku? sepertinya itu sangat penting dan mendesak." tanya Adrian kepada sahabatnya.
"Aku tidak tahu harus dimulai dari mana membicarakan hal ini kepadamu. aku mengambil keputusan sepihak Dan aku harap kamu menyetujui hal ini." Dinniar dengan ragu-ragu berbicara kepada Adrian.
"bicaralah apa yang akan kamu bicarakan kepadaku. tidak perlu ragu, Aku akan mendengarkannya dan kita akan mencari solusinya bersama." kata Adrian dengan sangat bijaksana.
"aku berencana mengundurkan diri dari jabatan kepala sekolah dan dari sekolahan ini. aku mengambil keputusan ini bukan semata-mata hanya untuk kepentingan aku dan keluarga. saat ini situasinya cukup sulit untuk ku karena ada pihak lain yang menginginkan aku hancur." cerita Dinniar.
"hancur Apa maksudmu?"Adrian tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh sahabatnya.
Adrian mengetahui Pernikahan Dinniar dan Jonathan itu sangat bahagia. dia tidak mendengar selintingan apapun tentang pernikahan mereka berdua dan dia juga tidak pernah mendengar ada berita-berita buruk tentang mereka di media sosial.
"kemarin Alesya diculik. ini kedua kalinya aku mengalami tragedi penculikan terhadap anak-anakku. Aku berharap kamu mengerti tentang keputusan yang aku ambil ini. Aku ingin menjaga anak-anakku lebih dekat lagi aku tidak bisa melakukan pekerjaanku sementara pikiranku selalu tertuju kepada mereka berdua. Ada kemungkinan besar juga jika aku tetap berada di sekolah ini maka sekolah ini juga akan ikut terancam." ceritanya lagi.
"Kenapa sekolah harus terancam? Kamu adalah seorang sosok kepala Sekolah yang sangat hebat dan sangat digandrungi banyak orang Dinniar. Tidak mungkin orang percaya dengan sunting-selentingan buruk tentang dirimu. mereka tidak semudah itu dibohongi." kata Adrian seakan menahan keinginan Dinniar untuk berhenti menjadi seorang kepala sekolah.
"maafkan aku Adrian aku tidak bisa terus bekerja. Aku tidak mau kejadian serupa terjadi kepada anak-anakku atau siswa-siswi di sekolah ini yang mungkin bisa dijadikan alat untuk mengancam diriku melalui anak-anak itu." jelas Dinniar tentang ke khawatiran dirinya.
Dinniar sudah menjelaskan tentang keputusan yang telah diambilnya. namun, Adrian tidak setuju dan meminta Dinniar untuk mengambil cuti hamil dan juga melahirkan nanti. hanya saja Dinniar tidak setuju dengan keinginan Adrian. tidak bisa dia melihat tugas seorang kepala sekolah terbengkalai begitu saja. kepala sekolah adalah salah satu tiang pondasi dari dunia pendidikan. dia memang tidak mendidik langsung namun dia harus membuat perencanaan matang untuk peserta didik dan pendidik.
"aku mohon kamu mengerti kenapa aku mengambil keputusan ini. aku tidak mungkin mengambil cuti hamil dan melahirkan karena itu akan menjadi beban untuk kalian semua di sini. tugas seorang kepala sekolah bukan hanya mengawasi dan menerima informasi. tugas kepala sekolah itu banyak sekali dan aku rasa kamu bisa menemukan orang lain yang lebih baik daripada aku." ucap Dinniar.
Dinniar mencoba meluluhkan hati sahabatnya. dia tahu Adrian adalah sosok orang yang tidak mudah untuk dibujuk oleh siapapun.
membujuk Adrian memang begitu sangat sulit. keras kepalanya dan cukup banyak resolusi yang ada di kepalanya ketika dia sedang berhadapan dengan seseorang yang prinsipnya tidak sesuai dengan prinsip dirinya.
"aku mohon dunia tidak ada lagi orang yang lebih pantas daripada dirimu untuk memegang jabatan di sekolah ini sebagai kepala sekolah. kamu tahu sekolah kita lebih berkembang dan sekolah ini lebih dikenal bukan hanya karena guru-guru dan muridnya pintar. semua itu terjadi karena dirimu kamu yang mengatur semuanya dengan sangat baik dan kamu juga yang memberikan arahan kepada guruku agar menjadi seorang pendidik yang baik dan sangat baik untuk peserta didik di sekolah ini." sekali lagi Adrian memberikan sanggahan untuk tetap mempertahankan sahabat yang menjadi kepala sekolah di Sekolah harapan dan sudah dibangun oleh keluarganya sejak lama.
perdebatan antara Dinniar dan Adrian tidak hanya sampai di situ saja. perdebatan ini mungkin masih tetap berlanjut karena bel pulang sekolah sudah terdengar.
dinier pamit kepada Adrian untuk kembali ke ruangannya dan menjemput Tasya di dalam kelas.
setelah dini hari keluar dari ruangannya. Adrian terlihat sangat murung sekali. yang benar-benar tidak rela kehilangan sahabatnya. cukup cintanya tak terbalas oleh diniar. namun, dia tidak mau kehilangan Dinniar sebagai sosok kepala sekolah dan dia tidak mau kehilangan sahabatnya yang membuatnya bisa fokus menjalankan keluarganya di bidang pendidikan.