
sepeninggalan Dinniar dan juga Jonathan. Darius kembali ke kamarnya untuk menemani sang istri. dia menatap wajah istrinya yang sedang tersenyum.
"apa yang dibicarakannya kepadamu? kalian bicara cukup lama."
"hanya pembicaraan sesama wanita Mas. kamu tidak perlu takut dinner adalah wanita yang sangat baik. dia hanya bersimpati kepadaku karena telah mengalami hal buruk. dan dia juga mendoakan aku serta buah hati kita agar tetap sehat dan dia bisa lahir ke dunia ini dengan selamat tanpa kurang satu hal apapun." ujar Salsa sambil mengelus perutnya yang masih rata.
kalau begitu kamu tidur dulu besok pagi aku harus pergi ke suatu tempat karena urusan bisnis. aku minta kamu menjaga dirimu baik-baik saat aku tidak ada di sisimu." ujar Darius.
"kamu tenang saja Mas aku bisa menjaga diriku. kamu juga harus hati-hati. jangan pernah lengah dan tetap harus mengingatku." senyumnya jahil.
"tentu saja aku akan selalu mengingatmu aku tidak mau kehilangan orang yang berharga di dalam hidupku lagi karena kesalahan dan kebodohanku." Darius mengecup lembut punggung tangan istrinya.
Darius memang benar-benar sudah sangat menyesal dan berjanji tidak akan pernah mengulangi kebodohan yang pernah dia lakukan kepada mantan istrinya dan juga anaknya Tasya.
.
.
.
Dinniar sampai di rumah bersama dengan suaminya. Jonathan semakin bangga kepada istrinya karena mampu memaafkan dan juga tetap percaya kepada Salsa. dia juga melihat istrinya semakin tenang ketika mengetahui bahwa Salsa bukanlah Cornelia.
sejak mengetahui bahwa Tasya curiga kepada Salsa membuat istrinya selalu termenung dan sangat gelisah bahkan sesekali di dalam tidurnya Dinniar harus terbangun.
"hatimu sepertinya sudah semakin lega. sekarang percayalah kepadaku dan serahkan semuanya kepadaku. aku akan membereskan ini semua tugasmu sudah selesai. kita sama-sama menjaga keluarga ini." Jonathan memeluk sang istri.
.
.
.
Di Pagi harinya Darius yang sedang pergi ke suatu tempat untuk melakukan perjalanan bisnis yang kebetulan dia harus bekerja sama dengan salah satu modeling yang berada di luar kota. dia mengurus semuanya sendiri karena asisten pribadinya sedang cuti dan hal ini adalah penting untuk usahanya di bidang entertainment.
"semoga semuanya lancar. aku harus menemui wanita ini dan memintanya untuk bergabung dengan agensi ku." hujannya dengan cepat turun dari dalam mobil dan masuk ke sebuah kantor pribadi milik model yang sudah cukup ternama.
"selamat pagi, Saya mau bertemu dengan nona Agnes." kata Darius dengan sangat sopan.
"Anda adalah Pak Darius?" satpam yang menjaga di depan pintu.
"benar saya adalah Darius. sudah ada janji ketemu dengan nona Agnes." kata Darius.
Darius masuk dalam ruangan tersebut dan melihat ada Agnes Dan juga manajernya. Darius berbincang-bincang dengan Agnes Dan juga manajer yang mendampingi model tersebut.
"terima kasih sudah mau mendengarkan presentasi saya. Saya berharap besar bisa bekerja sama dengan non Agnes." Darius julurkan tangannya dan mereka berdua saling bersalaman.
"kami akan tinjau lebih jauh lagi dan akan secepatnya memberikan kabar." ujar sang manager.
"baik saya tunggu kabar baiknya dan saya permisi. selamat siang." Darius melangkah keluar dari ruangan tersebut dan pergi mengendarai mobilnya.
karena hari sudah siang dan menunjukkan waktunya makan siang Darius mencari cafe di dekat kantor tersebut. saat menemukan cafe dia langsung turun dan memasukinya. di sana dia memesan makanan dan tiba-tiba seorang wanita menghampirinya.
wanita itu mengenakan topi kacamata hitam dan juga masker yang menutupi wajahnya. ya duduk di depan Darius dan Darius mengurutkan dahinya dan melihat dengan seksama siapa orang yang duduk di depannya.
"siapa anda?" tanya Darius.
"ternyata kamu tidak lagi mengenali aku. dulu di mana pun aku berada kau selalu bisa menemukanku. Baiklah sekarang itu tidak penting. sekarang Aku hanya ingin memberitahumu bahwa wanita yang sedang bersamamu sekarang bukanlah Salsa yang asli. dia hanyalah sebuah boneka yang diatur untuk memikat hati mu. Dia seorang pembohong besar yang menipu dirimu." celotehnya.
"apa maksud dari ucapan? dan siapa kamu sebenarnya. mengapa kamu mudah berbicara bahwa istriku bukanlah Salsa. di mana Salsa yang asli? dan siapa istriku sebenarnya?" tanya Darius dengan ketus.
"kalau kamu mau tahu siapa sebenarnya istrimu. tanyakan saja langsung. setelah kamu bertanya Kamu akan bisa mendapatkan jawaban dari dirinya. satu hal lagi yang harus kamu ketahui, dia telah menipumu mentah-mentah. dia adalah boneka yang diciptakan oleh Cornelia untuk menghancurkan dirimu!" jelasnya lalu pergi begitu saja menyisakan kebingungan dan kemarahan di hati Darius.
wanita itu jelas mengetahui seperti apa sifat dan sikap Darius. sehingga dia dengan mudah menurut aku yang ada di dalam hati sang pria itu. Darius yang tadinya merasa perutnya lapar menjadi kenyang karena amarahnya. dia langsung pergi ke dalam mobilnya dan mengendarainya untuk pulang ke rumah. tanpa pikir panjang lagi Darius menginjak pedal gas mobilnya dengan kecepatan tinggi. tidak butuh waktu lama, sampai di rumah yang selalu ia rindukan suasananya.
sebelum dia turun dari dalam mobil Darius kembali memikirkan apa yang dibicarakan oleh wanita yang menemuinya tadi.
"apa benar istriku bukanlah salsa yang selama ini aku tahu? siapa dia sebenarnya?" Darius bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.
Darius lalu turun dari mobil dan memasuki rumahnya. di sana dia bertemu dengan sang istri yang sedang menyiapkan beberapa menu masakan.
"sayang kamu sudah pulang? apa pertemuannya lebih cepat dari yang kamu bayangkan?" tanya salsa yang tidak mengetahui bahwa suaminya sedang dalam kondisi emosi.
"siapa kamu sebenarnya? dan kenapa kamu masuk ke dalam? apa tujuanmu menjadi boneka dari Cornelia? apakah kamu memiliki dendam kepadaku?" tanya Darius kepada Salsa.
manik mata Salsa menunjukkan ekspresi terkejut. hampir saja dia menjatuhkan piring yang ada di dalam genggamannya. dia tidak menyangka suaminya mengetahui bahwa dia bekerja sama dengan Cornelia.
"aku bisa menjelaskan semuanya kepadamu. aku bukanlah boneka Cornelia yang seperti kamu bayangkan. Aku bahkan tidak pernah ingin menipumu. bisakah kita duduk terlebih dahulu dan mendinginkan kepala agar bisa saling berbicara dari hati ke hati?" tanya Salsa dengan penuh rasa kecemasan.
"dari hati ke hati katamu? jangan kamu anggap karena kamu sedang mengandung anakku. aku bisa melunak kepadamu. aku tidak mentolerir apapun kesalahan yang pernah kamu buat. jika kamu diminta untuk menjadi alat balas dendam kepadaku. aku rasa Aku tidak bisa lagi hidup dengan wanita sepertimu. Aku tidak bisa hidup dengan wanita yang mampu mencelakai orang-orang yang berharga di dalam hidupku. apakah waktu lalu kamu juga yang mencelakai Tasya?" tanya Darius.
"mencelakai Tasya? Apa maksud ucapanmu Mas aku benar-benar tidak mengerti, Aku tidak pernah berusaha mencelakai Tasya." Salsa berusaha meyakinkan suaminya.