Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 48 - Dimana putriku!



Tasya dan Darius pergi menuju restoran yang sudah di pesan oleh Cornelia. Mereka makan sesuai dengan pilihan dan keinginan Cornelia. Darius benar-benar membuat istrinya itu bagaikan seorang ratu.


"Sampai, kita turun yuk."


Darius dan putrinya turun. Mereka bergegas masuk ke dalam sebuah cafe yang menyediakan masakan ala Jepang kesukaan wanita itu.


Cornelia melambaikan tangan menunjukkan keberadaan dirinya.


Darius dan Tasya langsung menghampiri meja yang sudah dipesan Cornelia.


"Sayang." Darius mengecup pipi istrinya


Tasya yang menyaksikan itu semua merasa semakin tidak nyaman didekat kedua orang ini.


"Hallo, Tasya." Cornelia menyapa anak sambungnya itu.


Tasya hanya tersenyum biasa saja. Dia bahkan tidak menyambut sapaan Cornelia.


"Pih, aku duduk di sini ya." Tasya langsung duduk.


Cornelia melihat sikap Tasya menjadi geram. Hanya saja dia harus menahannya. Hati wanita itu tidak begitu baik. Dia sebenarnya tidak mau direpotkan dengan kehadiran bocah kecil itu. Namun, karena dia tidak mau kehilangan Darius. Dia harus berakting menyayangi putri bawaan suaminya.


...****************...


Di rumah Dinniar terus kepikiran putrinya. Dia selalu begitu jika Tasya pergi dengan Darius. Dia merasa tidak tenang dan merasa kasihan kepada putrinya.


Dinniar ingin rasanya memastikan keselamatan putrinya, tapi dia juga tidak bisa mengganggu makan malam mereka. Dinniar takut kalau pasangan itu merasa terganggu.


Dinniar pernah melakukan hal itu dan ternyata Darius marah. Darius sangat tidak memahami apa yang dikhawatirkan oleh seorang ibu meskipun putrinya berada di sekitar ayahnya sendiri.


Sekarang dan dulu itu sangatlah berbeda. Karena dulu Tasya merasa aman dan nyaman bersama Darius yang masih menjadi suami maminya. Sekarang mereka sudah terpecah belah. Sudah pasti putrinya tertekan. Saat pulang dari bertemu Darius. Tasya pasti akan diam seharian seperti biasanya.


Dinniar mengetahui dimana tempat mereka akan pergi. Dinniar meraih tasnya dan bergegas pergi ke tempat dimana mantan suami dan putrinya berada.


Sambil menuruni tangga Dinniar memeriksa barang bawaannya di dalam tas. setelah semua terbawa Dinniar keluar dari rumah dan masuk ke mobil untuk mengendarainya.


...****************...


Darius dan Cornelia sedang asik menikmati makan malam mereka. Saat Darius ingat kalau putrinya sudah pergi ke toilet agak lama. Dia langsung menghentikan menyantap makanannya. Darius langsung mencari keberadaan putrinya namun sayang putrinya tidak ada di toilet wanita. Dia sangat lalai ketika membiarkan putrinya yang masih berusia lima tahun pergi ke toilet sendirian.


Darius mencari ke seluruh penjuru restoran.


"Apa kamu menemukannya?" tanya Darius


"Tidak, dia tidak ada." Cornelia menggeleng.


Darius menjadi semakin gelisah. Tetesan air keringat sudah membasahi tubuhnya. Darius kembali berlari kesana kemari untuk bisa menemukan putrinya namun ternyata tidak ada.


Dia terduduk dan menyesali kebodohannya.


"Apa yang harus aku katakan kepada Dinniar. Dia pasti akan marah besar kepadaku." Darius menangis.


"Mas, kenapa dia harus marah? Tasya itu juga putrimu. Kamu tidak sengaja. Mungkin saja Tasya hanya bermain ke sekitar restoran." Cornelia terlihat sangat santai.


"Cornelia. justru karena dia adalah putriku. Seharusnya aku bisa lebih menjaganya. Karena dia adalah darah dagingku. Dia adalah hal yang paling berharga." Darius menjadi geram terhadap istrinya yang menganggap enteng semua ini.


Darius sedang pusing dengan hilangnya Tasya. Tiba-tiba Seorang wanita berdiri tepat di hadapannya.


"Dimana putriku?" tanya Dinniar.