
Dinniar yang memiliki usaha lain dengan salah seorang dosennya yang juga membuka usaha bersama dengannya.
Dinniar membaca ulang isi chating dengan beliau untuk mencari beberapa informasi yang terlewat olehnya.
banyak sekali pesan masuk dari ibu Desi untuk Dinniar. sehingga dia harus membaca ulang agar tidak terlewat.
Sli Bu Desi: Hai din
Sli Bu Desi: Apa kabar
The Biggest: Hallo ibu
The Biggest: Kabar baik
The Biggest: Kabar ibu gimana?
Sli Bu Desi: Baik
Sli Bu Desi: Kamis kantor yuk
Sli Bu Desi: Bu fang ultah juga
The Biggest: Okeh Bu, insyallah aku ngantor kamis
Sli Bu Desi: Iya din
Sli Bu Desi: Pak jon ga cariin kamu din
Sli Bu Desi: Din Sl ad produk baru
The Biggest: Enggak
The Biggest: Produk apa Bu?
The Biggest: Kmren liat di group ABS comeback
Sli Bu Desi: O iya minim premi 15jt
Sli Bu Desi: Tradisional
Sli Bu Desi: Single premi Usd
Sli Bu Desi: Din
Sli Bu Desi: Ke ktr ga
The Biggest: Pagi ibu, maaf baru inget klo mau WA🙏🏻
The Biggest: Aku enggak bisa ke kantor
The Biggest: Anakku yg kecil demam dari Senin malem
Sli Bu Desi: Oo
The Biggest: Kmren dh info teh opah
Sli Bu Desi: Cpt smbuh buat dede ny din
The Biggest: Makasih Bu doanya...
The Biggest: Nanti klo ke kantor aku berjabat bu
The Biggest: *Berkabar
Sli Bu Desi: Iy din
Sli Bu Desi: Gmn din si dede ud sehat
The Biggest: Bu maaf td LG di jln anter sekolah mau pada berenang hari ini
The Biggest: Alhamdulillah sudah sehat bu
Sli Bu Desi: Hujn2 renang din
The Biggest: Iyh nih masih disekolahan nunggu ujannya reda
The Biggest: Enggak tau jd apa enggak😂
Sli Bu Desi: Iy
Sli Bu Desi: Kmu ngntr ga din
The Biggest: Nganter bu
The Biggest: Soalnya memang sama ortu
The Biggest: Aku blm bisa ke kantor lagi🥹
Sli Bu Desi: Oooh
The Biggest: Waaaah semakin pintar jourel😇🫶🏻hebat banget, bangga sama jourel🥰
Sli Bu Desi: Thank you onti dinda
The Biggest: Hallo ibu🙏🏻
The Biggest: Kenapa bu ini?
Sli Bu Desi: Gmn knrmu din
Sli Bu Desi: Kbr
The Biggest: LG sakit bu
The Biggest: Sekeluarga sakit
Sli Bu Desi: Sakit apa
Sli Bu Desi: Bapil
The Biggest: Demam, sakit tenggorokan,
Sli Bu Desi: Gws dinda dan kluarga
Sli Bu Desi: Musim ni din
The Biggest: Aamiin bu
The Biggest: Iyh LG musim bu
The Biggest: Sehat-sehat ya bu🙏🏻🤲🏻
The Biggest: Maaf td LG masak sore
The Biggest: Bu, suaraku ilang habis konser pembukaan world cup 😂🤭
The Biggest: Infonya dari teh opah kita mau pindah company?
The Biggest: Kemana kah kita akan berlabuh?
Sli Bu Desi: Bisa sy tlp ga
The Biggest: Ibu
The Biggest: Bisa Bu,
"gimana sayang udah ketemu pesan yang kamu cari?" tanya Jonathan kepada istrinya.
"masih belum mas. aku juga enggak tahu. dimana pesan itu. aku sudah berkali-kali baca itu."
"udah sayang. kita lebih baik nonton film kesukaan kita lagi." ajak jonathan kepada istrinya.
Dinniar meletakkan ponselnya dan dia membuka laptop dan mulai mencari film kesukaan.
mereka berdua langsung menonton film kesukaan mereka berdua.
Rea yang sedang berada di dalam mobilnya tiba-tiba mendapati dua orang itu berada di dalam mobilnya.
"Siapa kalian?" tanya Rea.
Salah seorang pria lalu membekapnya dari belakang. Rea tidak bisa berteriak.
"Aaah." Pekik pria itu ketika Rea menggigit tangannya.
Rea berhasil kabur dari mobilnya yang kebetulan belum dia kunci. Rea langsung lari setelah mengetahui dirinya di kejar oleh dua orang pria asing tersebut.
Rea merogoh kantong blazernya dan mengeluarkan telepon genggamnya. Rea mencoba menghubungi suaminya, tapi Dika tidak kunjung menjawab teleponnya. Lalu dia berusaha menghubungi kakak sepupunya.
"Tolong ... Tolong aku Kak ..." Rea berteriak ketika teleponnya diangkat.
"Rea, ada apa Rea?" Kakak sepupu Rea bertanya dan panik mendengar teriakan adik sepupunya di telepon.
Bruk
Terdengar oleh kakak sepupunya suara seseorang tertabrak.
"Kakak, tolong aku." Itulah perkataan terakhir yang di dengar oleh Mario kakak sepupu Rea yang berkerja sebagai pengacara.
"Ada apa dengan Rea? Kenapa dia terus meminta tolong?"
Mario segera melangkah keluar dari ruangannya dan bergegas pergi setelah dia melihat lokasi keberadaan Rea. Rea sempat mengirimkan lokasi keberadaan dirinya sebelum teleponnya terhubung ke Mario.
Mario begitu panik di dalam mobilnya sehingga dia melajukan mobilnya diatas kecepatan seratus tiga puluh kilo meter perjam.
Dia menyalip beberapa mobil yang menghalanginya di jalan. Dia juga selama perjalanan menghubungi Dika. Namun, sayangnya tidak terjawab.
"Ada apa dengan dia? Kenapa sulit sekali di hubungi?" Mario merasa geram dengan situasi tidak jelas ini
Dinniar begitu serius dengan acara film yang sangat disukainya.
"Sayang. kasian ya si Rea." Dinniar hampir saja menangis.
"udah kita nonton lagi." ajak jonathan sambil memeluk istrinya.
film kembali di mulai
Mama Maria menjadi kesal karena dia di abaikan oleh putranya sendiri. Maria menganggap kalau Dika sangat mencintai Rea. Sehingga baginya begitu sulit untuk memisahkan keduanya.
"Aku harus memisahkan mereka sebelum Rea mengandung. Wanita itu juga sudah satu tahun menikah, tapi masih juga tidak memberikan keturunan. Apa jangan-jangan dia tidak bisa hamil? Aku harus memastikannya. Aku akan menjadikan hal itu sebagai alasan perceraian mereka berdua. Suamiku pasti akan setuju." Niat licik dari mama Maria semakin menjadi-jadi. Dia bahkan memiliki beberapa cara agar bisa terus memisahkan anak dan menantunya.
Di dalam kamar Rea menangis tersedu-sedu. Dia tidak menyangka kalau mama mertuanya bisa sekejam itu menuduhnya selingkuh dengan pria lain. Dia tidak pernah juga membayangkan suaminya akan percaya dengan kata-kata mertuanya.
"Mas, kenapa kamu menjadi begini? Aku tidak pernah melakukan perselingkuhan. Aku selalu setia kepadamu. Aku cinta sama kamu, Mas."
Malam ini Rea mengalami kesedihan yang begitu mendalam. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan saat ini untuk membuat mama mertua dan suaminya percaya dengan apa yang dia katakan.
Dia juga tidak bisa mengadu kepada siapapun. Dia yang hidup tanpa orang tua tidak memiliki tempat untuk bersandar kecuali suaminya yang selalu menjadi tempatnya menggantungkan diri.
Dinniar menjadi tambah berkaca-kaca karena film yang di sukai ya menyajikan episode yang begitu membuatnya terharu. dia tidak menyangka ternyata pria di dalam film itu tidak mencintai istrinya dengan sungguh-sungguh.