Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 62 - Perasaan menyesal.



di tengah-tengah keributan Dinniar dengan Darius dan juga Cornelia. dokter tiba-tiba memanggil kedua orang tua Tasya.


"maaf saya ingin bertemu dengan kedua orang tua pasien atas nama Tasya."


"saya dokter."


Darius dan juga Dinniar. maju bersama menemui dokter yang memeriksa kondisi putrinya.


"Ada apa dengan putri saya dokter?"tanya Dinniar dengan cemas.


"begini bapak dan ibu. Putri kalian mengalami dehidrasi sehingga beberapa kali dia berhalusinasi. diet beberapa kali berteriak ketakutan dan juga memanggil maminya."


dokter menjelaskan kepada Darius dan Dinniar saat mereka sudah berada di ruangan dokter.


"lalu apakah itu mengancam kondisi kesehatannya? atau kondisi mentalnya?"Dinniar terlihat semakin cemas.


"tidak mengganggu mentalnya. hanya saja dia butuh perawatan intensif di rumah sakit ini. jadi kemungkinan besar Putri kalian tidak bisa pulang hari ini. masih butuh tiga atau empat hari lagi untuk bisa pulang. setelah kondisinya benar-benar stabil." dokter memberikan penjelasan lebih rinci kepada kedua orang tua yang telah berpisah itu.


"dokter melakukan yang terbaik untuk putri kami." Darius memohon kepada dokter yang merawat putrinya.


"kalau saja kamu tidak lalai dalam menjaga Putri kita. tidak akan mengalami hal tragis seperti ini!" Dinniar kembali menyalahkan Darius.


"ibu. tolong tenang. sebaiknya kalian berdua tidak usah fokus kepada kejadian yang menimpa Tasya. namun, sekarang kalian harus fokus kepada kondisi kesehatan Tasya." dokter matikan nasihat kepada Darius dan juga Dinniar.


Dinniar mengerti dan paham maksud dari dokter. hanya saja dia masih kesal dengan Darius yang tidak bisa menjaga Putri mereka dengan benar.


keluar dari ruang dokter. Dinniar melihat ada beberapa polisi datang. polisi itu menghampiri mereka semua.


"Ada apa ini?" tanya Darius.


"Aku minta polisi untuk datang dan untuk membawa kedua penculik ini untuk diinterogasi di kantor polisi." Jonathan sudah mengambil langkah di depan.


"kalian bilang kalau kami mau ngaku, bahwa dia yang telah menculik anak kecil itu. maka kami berdua akan bebas." Teriak salah satu pria.


"dengar itu sayang. pria itu bilang kalau mereka menjanjikan tidak akan membawa mereka ke polisi. kalau mereka menyebutkan bahwa aku adalah penculiknya." Cornelia mulai bermain playing victim.


"jangan bicara sembarangan kamu Cornelia. sebelumnya mereka sendiri yang bilang. kalau yang menyuruh mereka menculik adalah seorang model. model itu adalah ibu tiri dari anak tersebut." kecamatan apa yang ia dengar dari kedua penculik itu.


"tidak mungkin Kalian pasti sudah mengancam mereka. dan membayar mereka untuk bicara bahwa aku yang menculik Tasya." Cornelia memainkan mimik wajahnya.


"cepat katakan kalau kamu tidak menekan kalian ataupun membayar kalian." Dinniar terlihat putus asa.


Dia menjadi kehilangan arah ketika pria yang sejak lama hidup dengannya. tidak sama sekali membela dirinya.


"kami diminta untuk bicara yang menyuruh kami menculik adalah wanita itu. mereka memberitahukan kepada kami wajahnya. dan meminta kami untuk mengakuinya."


pria itu bicara memutar balikan fakta. ini mereka telah menyudutkan Dinniar dan juga Jonathan.


"Brengsek!" Jonathan menunjuk perut salah satu penculik itu.


"jadi kalian ternyata ingin memutarbalikkan fakta? kalian ingin menukar cerita? jangan pikir aku bodoh. keluarkan rekaman suara mereka!" Jonathan memberikan perintah ke pada anak buahnya.


"dengarkan ini." anak buah Jonathan menyetel video yang sudah mereka rekam saat berada di rumah kosong tersebut.


mereka semua mendengarkan dengan seksama dan melihat dengan jelas rekaman video tersebut.


Dinniar duduk lemas. dia tidak menyangka ternyata kedua penculik itu malah memutar balikan keadaan. Untung saja Jonathan memiliki rekaman video untuk membuktikan kalau Cornelia adalah dalang dibalik penculikan Tasya.


"tidak ... tidak Mas. Ini semua tidak benar. Aku tidak pernah menyuruh orang untuk menculik Tasya. Kamu tahu kan kalau aku sangat menyayangi Tasya?" Cornelia kembali berdalih.


sangkalan demi sangkalan dikeluarkan oleh Cornelia. melihat wanita itu terus-menerus menyangkal. Jonathan akhirnya yang menarik tangan wanita itu.


"bawa saja dia ke kantor polisi, Pak. introgasi dia di sana sampai mengaku. dan bawa juga dua pria ini bersamanya." Jonathan melemparkan Cornelia tepat ditangkap polisi.


Darius ingin membantu istrinya, tetapi dia sadar bahwa putrinya lebih penting daripada Cornelia.


...****************...


Cornelia di bawah oleh polisi bersama dengan dua pria yang menculik. mereka bertiga diinterogasi di ruangan yang berbeda.


"Kapan kalian pertama kali bertemu dengan wanita itu?" tanya pihak kepolisian saat menginterogasi salah satu penculik.


"jika kalian berkata jujur maka hukuman kalian akan diringankan. atau jika kalian bersikap kooperatif, mungkin penuntut akan mencabut tuntutannya." polisi memberikan harapan kepada para penculik itu.


mereka bertiga diinterogasi dengan beberapa macam jenis pertanyaan.


"Dari mana kamu mendapatkan perintah penculikan? dan sejak Kapan perintah itu muncul kepada kalian?" tanya polisi kepada salah satu penculik lainnya.


di dalam ruangan lain. Cornelia juga sedang diinterogasi oleh salah satu polisi bagian kriminal.


"Kapan pertama kali anda melihat kedua pria yang diduga sebagai pelaku penculikan itu?"


pertanyaan pertama dilontarkan oleh pihak polisi kepada Cornelia.


"aku baru pertama kali melihatnya hari ini, di rumah sakit." Cornelia menjawab pertanyaan pertama dari polisi.


polisi mencatat pertanyaan yang dilontarkan dan juga jawaban yang diberikan oleh Cornelia yang saat ini statusnya masih terduga.


Cornelia begitu ketakutan, tapi dia tetap berusaha bersikap tenang. karena jika dia tidak bersikap tenang, maka dia bisa salah bicara dan salah bertingkah.


Cornelia dan kedua penculik itu dimasukkan ke dalam jeruji besi untuk sementara waktu sampai penyelidikan selesai.


Darius tidak lama muncul dan menghampiri Cornelia.


"apa kamu benar-benar menculik Tasya?"


itulah pertama kali pertanyaan yang dilontarkan oleh Darius kepada istrinya.


Cornelia menjadi gemetar. saya tidak tahu harus menjawab apa kepada Darius. dia tidak menyangka kejadian ini akan terjadi. semua rencananya hancur berantakan karena satu orang yaitu 'Jonathan'. pria itu yang mampu menemukan Tasya.


"jadi kamu tidak percaya denganku?" Cornelia berharap Darius percaya dan mau membantunya.


"Aku bukan tidak percaya kepadamu. hanya saja semua bukti mengarah kepada dirimu." serius menggenggam erat kedua tangan istrinya itu.


Cornelia mulai menitikan air matanya. Dia membuat wajahnya seakan-akan menderita. akan menyedihkan dikeluarkannya. air mata deras mengalir ke pipinya. bibir yang bergetar dan merasa menjadi orang yang tersudut.


"Aku tahu kamu melakukan karena ini semua menyangkut Tasya. percayalah aku tidak mungkin melakukan hal itu." Cornelia menyandarkan kepalanya di dada suaminya.


"dengarkan Aku. kalau kamu tidak bersalah, maka aku akan berusaha untuk mengeluarkanmu. Namun, jika kamu terbukti bersalah. maafkan aku yang tidak bisa memaafkan."


Darius menghapus air mata istrinya. Meski hatinya masih terasa galau. Dia masih bingung menentukan siapa yang benar dan perkataan siapa yang bisa dia percaya.