
Melinda meminta anak buahnya untuk mengikuti ke mana Jonathan dan keluarganya pergi. anak buah Melinda mengikuti apa yang telah diperintahkan kepadanya. dia melihat kalau Jonathan dan keluarganya pergi ke sebuah rumah makan untuk makan siang bersama.
anak buah Melinda duduk tak jauh di tempat di mana Jonathan dan keluarganya berada. dia juga merekam beberapa aktivitas Jonathan, dinniar dan juga kedua anaknya.
"Tasya mau ini? ayo coba tangkap siapa yang bisa tangkap akan papa berikan es krim strawberry ini."Jonathan bercanda dengan kedua anaknya Tasya berusaha mengambil es krim yang ada di tangan papanya begitu pula dengan Devano.
"papa curang dinaikkin terus ke atas tangannya. Aku kan jadi nggak bisa ngambil." protes Tasya yang sudah mulai lelah karena sejak tadi tidak mendapatkan apa yang ada dari tangan papanya.
"hei kata Tasya kakak nggak boleh menyerah gitu dong. itu adek Devano juga masih berusaha untuk dapetin es krimnya. kak Tasya harus seperti Devano. coba sekali lagi siapa yang bisa dapat papa pasti akan beri dua kali lipat." Jonathan menyemangati kedua anaknya dan memberikan janji.
Tasya akhirnya kembali bersemangat dan dia bisa mengambil satu es krim strawberry yang ada di tangan kanan papanya. begitu juga dengan Devano dia berhasil menangkap es krim yang ada di tangan kiri papanya.
"Oke anak papa benar-benar pintar dan hebat semuanya setelah makan es krim itu kita lalu makan siang setelah itu papa akan memberikan es krim lagi untuk kalian setelah selesai berbelanja." Jonathan kembali membuat janji.
kedua anaknya melahap es krim kesukaan sedangkan istrinya hanya bisa senyum-senyum melihat keakraban ketiganya. momen yang tidak bisa terulang dan jika pun kebahagiaan itu terulang namun momen nya pasti akan berbeda.
sedangkan seseorang yang melihat serta mengawasi mereka memberikan informasi kepada Melinda.
"kamu harus terus mengawasi mereka dan ingat ambil rekaman mereka yang terlihat begitu bahagia lalu kirimkan kepada saya." perintah Melinda kepada anak buahnya yang masih duduk di dekat Jonathan dan keluarga.
setelah puas mendapatkan informasi yang begitu menarik dari anak buahnya Melinda keluar dari ruangan dia bersiap untuk pergi ke suatu tempat yang bisa memberikan keuntungan kepadanya.
"kita lihat saja nanti sehebat apa kamu bisa tetap bertahan di keluarga besar itu. aku akan pastikan kamu akan segera dikeluarkan dari keluarga Jonathan dan aku akan bersiap untuk menggantikan posisimu." gumamnya sambil menerima di dalam mobil.
Melinda mengendarai mobilnya menuju suatu tempat selama di dalam perjalanan Melinda asyik mendengarkan musik kesukaannya sambil terus bernyanyi.
tepat pukul 02.00 siang dia sampai di sebuah sekolah yang menjadi tempat keponakannya sekolah. terdengar bunyi bel sekolah berbunyi tanda pelajaran telah usai beberapa murid sekolah sudah mulai berhamburan keluar gerbang.
"Alesya." teriak Melinda memanggil keponakannya.
"tante Melinda." Alesya langsung buru-buru menghampiri tante perempuan satu-satunya.
meski Melinda tante angkatnya akan tetapi Alesya. cukup akrab dengannya dan seringkali dulu Alessia pergi bersama dengan Melinda.
Melinda sejak dulu memang mendekati Alessia berusaha mengambil hatinya agar mau menjadikan dirinya istri dari Jonathan. namun sayangnya setelah keponakannya itu pindah ke sekolah dasar harapan dan bertemu dengan Dinniar. Perhatian Alesya berkurang kepadanya. selain karena kondisi rumah mereka yang sudah berjauhan dan Alicia sibuk karena akan ujian nasional membuat hubungan mereka sedikit merenggang. dan pada akhirnya keponakannya itu memilih Dinniar menjadi pasangan hidup Jonathan.
pada saat saat Jonathan menikah Melinda tidak berada di Indonesia dia sedang berada di Jerman bersama kedua saudara laki-lakinya untuk mengurus beberapa proyek dari perusahaan papanya.
"tante Melinda kapan pulang ke Indonesia yang terkejut melihat tantenya sudah berada di depan gerbang sekolah.
"sebenarnya pulangnya sudah 1 bulan lalu hanya saja Tante baru bisa mengunjungimu. oh ya, om kamu apa tidak bercerita kalau Tante Melinda bekerja di hotel sekarang?" pengen Melinda kepada Alesya.
"papa tidak bercerita apapun dan sepertinya papa juga akhir-akhir ini sedang sibuk karena beberapa hari ini papa sering pulang larut malam." berita Alicia kepada Melinda.
"oh ya apa benar dia sibuk? dan kamu memanggil Om dengan sebutan papa sekarang?" tanya Melinda yang tidak mengetahui hal itu.
"ya benar aku memanggil Om Jonathan dengan sebutan papah dan istrinya dengan sebutan mami. mereka mengadopsiku dan aku juga sangat merasa senang karena memiliki keluarga yang utuh dan selalu berada di dekatku."
melihat rona bahagia di wajah keponakannya membuat Melinda semakin merasa rencananya begitu menarik.
"kamu tahu Mami dan papamu sekarang ada di mana?" tanya Melinda.
"biasanya papa sedang ada di hotel dan Mami kalau tidak di rumah pasti ada di butik." jawabnya yang mengetahui beberapa aktivitas keseharian kedua orang tuanya.
"kamu salah. papa dan mamimu serta kedua anak kecil yang sekarang menjadi adikmu.Tasya RUU sedang bersama dan bersenang-senang. nampaknya mereka tidak mengikutsertakan dirimu dalam acara keluarga ini." Melinda sengaja mengucapkan kata-kata itu untuk membuat anak remaja yang masih labil dalam berpikir menjadi merasa kesal.
"oh ya Tante tahu dari mana?" tanya Alesya.
"tentu saja tante tahu. kamu mau ikut?" Melinda mengajak Alesya untuk pergi bersamanya.
Alesya ke dalam mobil dan ikut dengan Melinda. sedangkan Melinda fokus menyetir mobil agar tetap sampai ke tempat tujuan.
Sesampainya ditempat tujuan mereka. Melinda mendapatkan pesan kalau ternyata Jonathan sedang mencari hadiah untuk Alesya. Dan dia baru ingat kalau hari ini adalah tanggal lahir Alesya.
"Alesya. lihat mereka sedang bersenang-senang tanpa dirimu. Padahal hari ini adalah hari ulang tahunmu." Melinda berusaha menanamkan kebencian di hati Alesya.
"mungkin karena aku pulang siang. Jadi mami, papa serta kedua adikku makan siang bersama. Aku juga pernah makan malam tanpa mami. Dan hanya dengan papa dan Tasya saja." jelas Alesya yang berusaha menetralkan perasaannya.
"Alesya. Kamu jangan terlalu polos. Anak Dinniar yang bernama Tasya memang bukan anak kandung om kami, tapi dia tetap sedarah dengan Devano. Sudah jelas dia anak tiri om kami. Hubungan mereka lebih kental. Sedangkan kamu keponakan yang tidak ada hubungan darah langsung dengan Jonathan apalagi Dinniar." Melinda kembali menanam racun.
"Tante apa bisa kita pergi ke tempat lain saja."
Mendengar perkataan keponakannya sudah jelas Alesya cemburu dengan kesenangan keluarganya tanpa dirinya.
"Baiklah. Tante akan ajak kamu ke suatu tempat." Melinda menyalakan mesin mobilnya dan membawa pergi Alesya yang sudah sedikit dia bisa pengaruhi.
Melinda pergi membawa Alesya ke sebuah restoran. Dan mereka turun bersama dari dalam mobil.
"masuklah duluan. Tante ada perlu sebentar." Melinda menyuruh Alesya masuk ke restoran lebih dahulu.