
Alesya menutup buku menu dan memberikannya kepada pelayan restoran setelah melihat kedua orang tuanya datang.
Alesya langsung memeluk keduanya dan beralih ke arah Dinniar.
"Maafkan Alesya Mamih. Alesya bukan anak yang baik." kata Alesya sambil kembali menitikkan air matanya.
"sayang sebaiknya kita duduk dulu." Dinniar menggandeng tangan Alesya dan mereka bertiga duduk di meja yang tadi Alesya duduk.
"Sayang sebenarnya ada apa? kenapa kamu bersikap seperti itu terhadap Mamih dia hari ini? papa sangat khawatir kepadamu." Jonathan mengelus lembut rambut Alesya.
Alesya menarik nafas panjang dan dia langsung segera mengatur rasa sesak yang ada di dalam hatinya.
"Mih, Pah. sebenarnya Alesya di culik dan saat aku berada di pabrik kosong itu. seseorang memasukkan ku kedalam sebuah ruangan yang di dalamnya sudah ada satu buah televisi besar dan juga beberapa alat canggih lainnya. Di layar tersebut terlihat beberapa suasana yang ada di dalam rumah kita. beberapa ruangan semua terekam di sana. dia menunjukkan beberapa hal kepadaku. terutama saat aku di culik dan papa hanya tertidur pulas dengan mami di samping papa. seakan kalian tidak perduli terhadapku." Alesya bercerita.
"Sayang, bukan begitu keadaannya." Jonathan langsung menyelam saat Alesya mengambil nafas untuk kembali bercerita.
"Pah, boleh aku lanjutkan dulu ceritaku dan baru nanti kita bahas." pinta Alesya
"teruskan sayang berceritanya." ujar Dinniar.
"Alesya saat itu sangat hancur hatinya. ditambah wanita itu bicara hal yang membuat aku semakin yakin kalau Mamih dan papa sangat tidak menghiraukan aku yang belum pulang ke rumah sampai hampir malam." Alesya bicara dengan nada penuh kesedihan.
mendengar putri mereka memiliki pemikiran yang salah karena dipengaruhi oleh pihak luar membuat Dinniar dan Jonathan menjadi geram.
"Aku benar-benar berpikir begitu. namun, saat aku tahu kemarin kenyataannya. aku pun mulai mengerti. aku tidak sengaja pergi ke halaman belakang dan melihat pak Rendy sedang berbicara melalui telepon dan sepertinya sedang bicara dengan anak buahnya. dia meminta anak buahnya lebih cepat mencari dalang dibalik papa yang tidak sadarkan diri saat kejadian aku di culik dan pak Rendy juga meminta agar anak buahnya mencari dengan cepat siapa yang telah melakukan penculikan." Alesya berhenti sejenak dan kembali menghirup udara.
"Alesya makanya tadi meminta maaf kepada papa dan mami. karena aku sudah meragukan kasih sayang kalian kepadaku. aku telah salah menilai kalian berdua, terutama terhadap Mamih yang sudah mau menerimaku sebagai anak meski kita tak memiliki ikatan darah. aku juga sangat bahagia karena mami sudah mencintai aku dengan sangat tulus."
"Aku tidak menyangka ada seorang wanita yang menjelek-jelekkan orang lain dan merusak kepercayaan seorang anak terhadap mamihnya." tanggap Jonathan saat selesai mendengar ucapan Alesya yang bercerita sambil menangis.
"maafkan Alesya Mamih. Alesya sempat terbesit untuk menganggap mami adalah orang yang seperti itu. Alesya menyesal telah meragukan kasih sayang mami yang sangat tulus. Alesya tidak akan mengulangi hal seperti itu lagi. Alesya dengar bahkan mami sampai tidak makan dan harus diinfus. Alesya tidak melihat hal itu karena saat itu layarnya sedang dalam keadaan mati." jelas Alesya.
Dinniar langsung memeluk Alesya dengan penuh kasih sayang. dia mengerti apa yang dialami Alesya. guncangan dari orang tersebut mungkin bisa membuat Alesya menjauh darinya dan akan berdampak buruk juga kepada Tasya karena Dinniar sempat dengar Tasya diabaikan juga oleh Alesya.
Dinniar bersyukur Alesya bisa berfikir dengan sangat bijak. dia sangat beruntung memiliki seorang putri yang cantik dan bijaksana.
"Terima kasih sayang. karena kamu sudah mau percaya sama Mamih. Mamih tidak akan pernah berbohong dalam memberikan kasih sayang. Mamih sangat sayang sama Alesya. Alesya mami anggap seperti permata yang harus mami jaga dengan ketat. karena Alesya sudah beranjak dewasa. kamu tahu mami sangat khawatir dengan kondisimu yang belum pulang ditambah supir yang dalam kondisi tidak baik-baik saja saat ditemukan dilokasi." Dinniar mengecup pucuk kepala Alesya dengan penuh cinta.
Ketulusan hati memang akan selalu bisa dirasakan dan akan memberikan dampak yang positif untuk seluruh orang yang berada di sekitar kita. Ketulusan juga bisa membawa kita kepada jalan yang benar sehingga Tuhan pun akan memberikan jalan dengan sendirinya agar ketulusan kita tidak diragukan oleh orang lain. tuhan punya caranya sendiri untuk menunjukkan jalan agar orang tidak akan tersesat. Alesya diberikan jalan oleh tuhan agar dia tidak tersesat dalam mengambil keputusan. dan kini mereka bisa dengan baik-baik saja.
Mendengar bahwa rumah mereka sudah dimasuki oleh beberapa orang yang tidak amanah. maka Dinniar, Jonathan dan juga Alesya menyusun rencana mereka untuk mengetahui siapa dalang di balik semua ini dan siapa saja antek-antek dari orang tersebut yang berani menjadi penyusup.
Jonathan akan segera meringkus tikus yang berani bermain-main dengan keluarganya. Dia tidak akan melepaskan mereka yang berani-beraninya mengganggu ketenangan keluarganya.
Setelah selesai berbincang dan memantapkan hati untuk melaksanakan semua rencana mereka. Dinniar, Jonathan dan Alesya makan siang bersama dengan menu yang sudah dipesan oleh Alesya.
Makan bersama hari ini begitu nikmat. Membuat Alesya sangat lahap menyantap makan siangnya. Dinniar sangat senang karena putrinya kembali ceria dan bersemangat. setelah ini mereka akan bergerak demi kedamaian keluarga kembali.
Menjaga keutuhan keluarga bukan hanya tugas dari kedua orang tua atau tugas kepala keluarga saja. menjaga keutuhan keluarga dan kedamaian keluarga adalah tugas seluruh anggota keluarga. Keputusan Alesya untuk bercerita membuat mereka semua bisa mencari solusi bersama dan bisa menjalankan rencana bersama.
Memiliki keluarga yang kompak sangatlah menguntungkan. Ketika ada kesulitan akan saling membantu, dan ketika ada kebahagiaan akan saling berbagi. Alesya sangat bersyukur memiliki orang tua baru yang begitu tulus dan lebih mengutamakan perasaan anak-anaknya. Alesya tidak pernah mendapatkan kasih sayang yang begitu sempurna dari kedua orangtuanya selama ini.
"Aku sangat menyesal telah meragukan kasih sayang kalian berdua. aku janji akan berusaha semampuku untuk membuat semua ini berhasil. aku mau menunjukkan kepada wanita yang menculik ku bahwa kedua orang tuaku saat ini adalah kedua orang tua yang sangat sempurna dan orang tulus itu memang benar-benar ada di dunia ini. Aku tidak akan kalah olehnya. akan aku buktikan aku bukan anak remaja yang bisa dia pengaruhi dan bisa dia remehkan begitu saja." begitu besar penyesalan yang dirasakan oleh Alesya. dia bergumam di dalam hati sambil melihat wajah kedua orang tuanya yang begitu menyayanginya dengan sangat tulus.