Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 165 - Menangkap seekor tikus



Dinniar yang begitu khawatir terhadap anak-anaknya sampai-sampai Dia meminta sopir untuk pergi bersama dengan lebih Imah dan juga satu bodyguard untuk menjemput Alesya di sekolah.


Alesya pulang pada jam 03.00 sore. sehingga Dinniar harus menunggu putrinya di rumah sampai ia datang. Dinniar ingin menunggu Alesya di sekolahan. namun, jonathan tidak mengizinkannya karena sedang mengandung dan harus banyak istirahat.


Dinniar berpesan kepada bi Imah dan juga bodyguard untuk tidak lengah dan terus memperhatikan Alesya. dia mau Alesya baik-baik saja.


BI Imah dan bodyguard yang sudah tiba di sekolah langsung menunggu Alesya keluar dari dalam kelasnya. mereka datang dua puluh menit sebelum bel sekolah berbunyi. karena dia takut ketika sudah bel pulang sekolah dan mereka belum juga sampai di sekolah. akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kepada Alesya.


"Non." panggil bi Imah kepada Alesya yang keluar dari kelasnya.


mereka sudah mendapatkan tugas masing-masing. Alesya juga sudah mengerti tugasnya sebagai seorang anak. dia tidak boleh pulang selain dengan Bi imah dan supir pribadi Jonathan.


Semua saling menjaga dan saling memainkan perannya dengan baik agar tidak ada hal yang buruk lagi terjadi di masa depan.


Alesya yang sangat mengerti kecemasan Dinniar tidak akan pernah bertindak gegabah dan akan belajar menjaga diri sendiri jika suatu saat dia mendapati situasi seperti beberapa waktu lalu.


Jonathan juga memanggil guru seni beladiri untuk anak-anaknya. dia mau kedua anaknya bisa menjaga diri sendiri untuk keadaan darurat.


BI Imah menggandeng Alesya dan mereka masuk ke dalam mobil. lalu mobil kembali berjalan. supir membawa mereka menuju perjalanan ke rumah besar.


"Non, Mamih pesan kita harus tetap bersama apapun yang terjadi. non, Mamih sangat sayang sekali sama non Alesya." ujar BI Imah.


"Iyah bi. Mamih adalah wanita yang sangat luar biasa. dia adalah sosok seorang ibu idaman yang sangat sempurna." puji Alesya sambil tersenyum kearah BI Imah.


setiap manusia memang tidak akan ada yang sempurna namun kekurangan yang mereka miliki bisa mereka tutupi dengan kelebihan mereka yang lebih banyak daripada kekurangan.


Alicia menjadi seorang anak yang beruntung mendapatkan orang tua seperti Dinniar dan Jonathan.


mobil yang dikendarai oleh Ima dan Alesya tiba di depan pintu pagar rumah besar. pintu pagar langsung dibuka oleh kedua satpam yang selalu berjaga di pintu gerbang.


"selamat datang non."sapa mereka kepada Alesya.


sikap sopan santun yang selalu ditanamkan oleh Jonathan sejak keponakannya kecil dan sikap baik hati yang mereka sekeluarga tunjukkan kepada para pekerja membuat para pekerja bekerja dengan sangat nyaman dan bersikap sangat baik kepada mereka semua.


di dunia ini terkadang ada orang yang memandang dari segi perekonomian mereka akan memilih kepada siapa mereka harus bersikap baik akan tetapi di dalam keluarga Jonathan dan diniar mereka mengajarkan kepada anak-anaknya untuk saling menghormati dan tidak memandang manusia dari segi ekonominya.


itulah mengapa anak-anaknya tetap sopan dan hormat kepada para pekerja yang usianya jauh di atas mereka berdua. mereka akan bersikap hormat seperti memperlakukan kedua orang tuanya dan juga keluarga lainnya. bahkan mereka juga menganggap kalau para pekerja juga bagian dari keluarga.


imam membukakan pintu untuk Alesya. Dinniar dan Tasya sudah menunggu di depan pintu rumah mereka.


"hai Kak. kakak tahu tidak sejak tadi di Imah pergi Mami selalu saja mengajakku keluar rumah katanya mau nungguin kakak sampai pulang. jadi aku dan Mami menunggu Kakak sejak tadi di depan pintu rumah." tutur Tasya.


Alesya memandang wajah Maminya yang sudah jauh lebih tenang. "Mami mulai besok tidak perlu lagi menunggu Aku di depan pintu rumah. Aku Pasti Pulang sama Bima dan Pak sopir dan juga bodyguard mami. harus banyak istirahat Aku nggak mau nanti Adik jadi sakit di dalam perut Mami." Alesya menyentuh perut Maminya.


"baik Sayang Mami akan menunggumu di dalam rumah besok dan seterusnya. kamu harus janji akan pulang tepat waktu dan kalau kamu dan teman-teman mau belajar kelompok usahakan belajar kelompok di rumah kita dan Mami akan pastikan teman-temanmu pulang dengan aman." ujar Dinniar.


"siap Mami tidak perlu khawatir. untuk sementara waktu ini tidak ada kegiatan belajar berkelompok. karena beberapa minggu yang akan datang sudah mendekati ujian. guru mau kami semua belajar di rumah masing-masing dengan fokus." cerita Alesya.


"syukurlah jadi Mami tidak terlalu khawatir denganmu."


mereka semua masuk ke dalam rumah dan dinian langsung meminta kepada Surti menyiapkan makanan untuk Alesya yang baru pulang sekolah.


"sayang kamu ganti baju cuci tangan cuci kaki Terus lanjut makan ya. Mami masih ada pekerjaan yang harus dikerjakan. kalian berdua jangan ke mana-mana. kalian berdua harus tetap berdekatan dengan Mami atau dengan mbak Surti dan di Imah kalian mengerti kan?" tanya Dinniar kepada kedua putrinya.


"ya Mami kami mengerti. jangan terlalu cemas dengarkan Tasya dan kakak. Tasya mau adik Tasya sehat dan Mami juga sehat jadi, Mami jangan terlalu banyak khawatir Oke. Mami mengerti?" kasih menirukan gaya bicara dari Dinniar.


mendengar logat dari gaya bicara putrinya dia menjadi tertawa dan percaya kalau kedua putrinya bisa diandalkan dalam menjaga dirinya masing-masing.


sekarang Dinniar tidak lagi tidur di lantai atas mulai hari ini Jonathan meminta untuk mereka berdua tidur di ruangan khusus di lantai bawah. Jonathan tidak mau kalau diniat harus naik turun tangga setiap kali ingin pergi ke kamar mereka berdua.


ruangan khusus itu disulap oleh Jonathan dan anak buahnya menjadi kamar tidur dan juga ruangan kerja untuk mereka berdua. demi kenyamanan dan keamanan istrinya serta janin yang sedang dikandung oleh istrinya Jonathan melakukan hal tersebut sesegera mungkin sehingga mereka sudah bisa menempatinya hari ini.


deniar menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda dan juga dia menyelesaikan beberapa waktu kerjaan yang akan datang.


linear mencari beberapa kandidat untuk menjadi kepala sekolah sebagai pengganti dirinya. tugasnya semakin banyak saat ini selain mengerjakan administrasi sekolah dan juga harus Mencari pengganti dirinya. dia mau penggantinya bisa bekerja seperti dirinya dan bahkan lebih bagus dari dirinya. dia mau ketika meninggalkan sekolah nama sekolah tetap harum dan anak-anak murid tetap menjadi murid-murid yang berbudi luhur dan pintar.


dinner sangat bekerja keras untuk menjadikan Sekolah harapan menjadi sekolah dasar yang sangat kompeten dan bisa bersaing anak-anak didiknya dengan anak-anak didik dari sekolah lain.


...****************...


Rendy masuk ke dalam markas yang biasa mereka jadikan tempat berkumpul dan juga tempat bekerja anak-anak buahnya. mereka berada di sebuah rumah yang tidak terlalu mencolok dan bekerja seperti karyawan biasanya.


"kau sudah membawanya kemari?"tanya Rendy kepada anak buahnya.


kami sudah membawanya pak. dia ada di ruangan sebelah dan dijaga ketat. matanya juga sudah ditutup rapat dan tangan setakatnya diikat dengan tali yang tak mudah dilepas."


Rendy dan Jonathan memang selalu mengingatkan anak buahnya untuk waspada. mereka tidak mengenakan sebuah tambang yang mudah terputus dengan pisau atau alat tajam lainnya. mereka menggunakan sebuah tali yang cukup elastis tapi tidak mudah putus.


"aku akan menemui dia. kalian berjaga dan tetap waspada dia bisa saja meminta bala bantuan kepada rekan-rekannya."kata Rendy memperingatkan anak buahnya.


anak keluar Rendy mengangguk dan mengerti kekhawatiran Rendy terhadap tikus yang sudah mereka tangkap.


"katakan padaku siapa yang menyuruhmu melakukan itu semua?"hanya Rendi sambil berbisik di telinga tikus kecil sudah diringkus oleh anak buahnya.


"oh jadi ini adalah kamu dan anak buah mu?"tanyanya dengan wajah yang cukup bengis.


"oh ternyata itu adalah kamu."kata Rendy sambil menyeringai kuat.


Reni mulai mengenali suara dari anak buahnya. orang ini memang baru bekerja beberapa bulan dengan Rendy karena salah satu anak buahnya harus mengundurkan diri karena merawat ayahnya di kampung.


"Kenapa nggak mau mengincar keluarga Bapak Jonathan? apakah ada seseorang di belakang kalian? oh tentu saja ada. benar bukan?" tanya Dinniar sambil membaca keadaan.


"apapun yang aku lakukan di rumah itu bukan urusanmu. Aku bekerja karena kemauanku sendiri bukan karena keinginan orang lain." jelas pria itu dengan sangat lantang dan tak mengenal rasa takut.


"baiklah jika kamu memang tidak takut dan tidak mau menjawab pertanyaanku. sebaiknya kamu akan siap untuk bermalam lebih lama di dalam jeruji besi di ruangan ini."Jonathan memperlihatkan kunci yang ada di tangannya lalu meninggalkan anak buah yang berkhianat itu.


"Aku tidak akan bermalam di sini. mereka semua akan mengeluarkan kuda di sini. kau lihat saja aku akan menang saat melawan dirimu nanti"


Rendy sangat muak ketika berbicara dengan anak buahnya yang berkhianat kepada dirinya. Rendy mengumpulkan beberapa anak buah yang sudah senior.


"dengar meskipun kau mengurungku di sini tetapi jangan berpikir aku tidak bisa menjangkau mereka dari kejauhan.


" Pria itu mengancam Rendy


"ya Aku tidak akan pernah meremehkanmu karena aku sudah tahu kemampuan kalian semua. namun, sayangnya kalian sudah kalah telak. kita lihat saja setelah ini siapa yang akan menangis tersedu-sedu karena rencananya yang hancur berantakan." kata Rendy.


"dengar dan sampaikan kepada bosmu bahwa kami menantangnya untuk keluar Jangan hanya bersembunyi seperti seorang pengecut." Rendy keluar dari ruangan itu.


Rendy masih belum mendapatkan nama dari sosok yang merencanakan penculikan terhadap Alesya. dia akan kembali segera bersama dengan Jonathan yang saat ini masih dalam perjalanan ke markas mereka.


"dengar kalian harus memberikan makanan mereka yang cukup dengan gizi. aku akan memberikan uang lebih kepada kalian karena telah menampung satu orang lagi.


kelima enak buah nya segera menyalakan mobil dan mencari beberapa makanan serta minuman. karena memang kebetulan beberapa cemilan dan minuman mereka sudah habis sejak tadi pagi.