
seseorang telah memperhatikan Violin dan Dinniar. mata elangnya terus mengawasi kedua wanita tersebut. matanya dengan cepat menangkap pergerakan Dinniar maupun violin.
"kalian sungguh menikmati makan malam di sini. kalian memang kedua wanita yang tidak pantas berada di sini. dan aku akan pastikan juga kalau kamu akan menghilang dari kehidupan Jonathan. Jonathan adalah milikku seutuhnya dan tidak ada satu wanita pun yang bisa memilikinya untuk selamanya." ujar wanita misterius itu.
wanita itu lalu wine yang ada di tangannya. Dan Dia kembali berbaur dengan rekan-rekan bisnisnya yang lain. wanita ini baru pulang dari negeri yang cukup sukses dan membuat namanya melambung. kesuksesan wanita ini terkenal di beberapa negara.
Dinniar dan violin asik menikmati hidangan yang tersaji di beberapa titik. Mereka juga saling bercanda tawa. Dinniar juga terkadang menceritakan kegelisahannya sedikit kepada sahabatnya.
"bagaimana pertemuan Tasya dan juga Darius? aku dengar dari Samuel kalau kalian mengadakan pertemuan dengannya di klinik psikolog anak."tanya Violin kepada sahabatnya.
"ya benar kami mengadakan pertemuan agar Tasya dan Darius bisa kembali menjalin hubungan. Aku tidak mau putriku terus-terusan menyimpan dendam kepada papinya sendiri. mau bagaimanapun Darius adalah Ayah kandungnya." tutur Dinniar.
"ya memang benar apa katamu. dia memang darah daging dari Darius. hanya saja aku tidak menyukai sikapmu yang kasar. Aku menyesal karena pernah memujinya dan mengagumi dirinya sebagai sosok seorang suami yang sangat sempurna untukmu."
dini hari kemudian tertawa mendengar perkataan sahabatnya itu. para sahabatnya memang dulu begitu mengagumi Darius.
"Aku rasa Darius mendapatkan hukuman atas apa yang telah dia perbuat. tidak dibenarkan seorang ayah membawa anaknya dalam kondisi marah ditambah saat itu Tasya dalam kondisi trauma. Aku sampai sekarang masih tidak habis pikir dengan apa yang telah dilakukan Darius. dia benar-benar berhasil membuat semua orang jengkel." Rutuk violin kepada mantan suami sahabatnya.
"Sudah kita nikmati saja pesta ini. kita lupakan rasa kesal itu." Dinniar mengajak Violin kembali menikmati acara.
Saat mereka henda mengambil sebuah minuman. Acara ternyata akan di mulai. Acara amal ini bukanlah acara santunan anak yatim, dhuafa atau sebagainya. melainkan melelang barang yang memiliki harga cukup fantastis lalu, setelah terjual uangnya akan di berikan kepada beberapa yayasan yang sudah menjadi target mereka para pengusaha.
Acara amal ini juga di manfaatkan beberapa orang pengusaha yang ingin terjun ke dalam dunia politik. Mereka akan menggunakan salah satu yayasan untuk menjadi pendukung dan mencari pendukung sebanyak-banyaknya.
Samuel dan Jonathan hanya menyimak acara itu. sebenarnya mereka berdua enggan datang ke acara ini. Di sini persaingan bisnis juga terlihat begitu jelas. Saling menyikut, tapi wajah berusaha sebaik mungkin seperti malaikat penolong. Dunia bisnis memang sangat keras. siapa yang tak bisa bertahan di terpa badai besar, maka dia akan terbawa angin. Tidak mudah bersaing dengan orang-orang yang memang memiliki cara kotor untuk mempertahankan perusahaannya dan jika ada beberapa perusahaan yang Koleps. mereka akan berlomba-lomba mengakuisisi perusahaan itu.
"Hmmm ... Aku sangat bosan dengan acara ini." keluh violin.
"Iyah, tapi lihat mereka semua tidak ada yang wajahnya merasa bisan. bahkan mereka terus melebarkan senyumannya." tutup Dinniar sambil memperhatikan wajah para pengusaha.
"Mereka hanya tersenyum palsu. bukan tersenyum karena ingin. mereka semua memiliki tujuan masing-masing saat memutuskan untuk menghadiri acara ini." jelas violin.
Violin memang sangat tahu seluk-beluk tentang pebisnis. mama dan papanya adalah seorang pebisnis handal di bidang produksi pakaian ekspor impor. Dia juga sebelum menikah memegang salah satu cabang perusahaan dan pastinya dia mengerti kenapa dan apa tujuan di buatnya acara amal ini.
"Aku ambil minum dulu." kata Dinniar dan bergerak mencari meja yang ada minumannya.
Dinniar memilih salah satu minuman. namun, saat dia ingin menyentuh gelas itu. sebuah tangan juga ikut ingin mengambil gelas yang dia pilih.
"Ah, maaf. silahkan buat anda saja." tuturnya mengalah.
"Ya, memang seharusnya minuman ini untukku. seharusnya kamu memang tidak menyentuhnya. agar kamu tidak merasakan seberapa dinginnya minuman ini." Tutur wanita itu lalu meneguk minumannya sedikit.
Dinniar tidak mengerti maksud perkataan wanita itu. Jika dia menganggap itu sindiran sungguh terlalu berlebihan karena dia tidak mengenal wanita itu dan jika itu hanya sebuah ungkapan biasa. menurut Dinniar itu cukup menyindir.
"apa anda memiliki masalah dengan saya?" tanya Dinniar dengan berusaha tenang.
"Kenapa? kamu bingung saya bicara seperti itu? saya hanya ingin kamu sadar bahwa kamu tidak sepantasnya bersamanya. Dia seharusnya tidak bersama mu. Seorang janda beranak satu yang cukup merepotkan." Tuturnya dengan begitu kasar.
Wanita itu sangat ketus kepada Dinniar. padahal mereka baru bertemu hari ini di pertemuan ini. mengingat kembali perkataan wanita itu. Dinniar kini mengerti maksud dari perkataan wanita itu. Dia pasti membahas tentang Jonathan. Dinniar menjadi geram. pasalnya bagi dia jodoh bukan ditangan manusia.
"Maaf, saya permisi dulu." Dinniar membalikkan tubuhnya.
"Tunggu!" ucapnya membuat Dinniar mengurungkan niat untuk melangkah.
"Aku harap kamu sadar diri dan meninggalkan Jonathan. aku tidak suka melihat dia menikah denganmu. wanita yang sudah pernah menikah dan gagal dalam pernikahannya. itu berarti dia tidak mampu menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya dan ...," wanita itu menjeda perkataannya.
"Dan berarti dia bukan seorang wanita yang bisa menjaga keutuhan rumah tangganya. Seorang wanita yang baik seharusnya tidak meninggalkan suaminya dalam keadaan apapun. demi menjaga rumah tangganya dan juga menjaga kehormatannya." wanita itu begitu kejam menilai Dinniar.
"Maaf saya tidak mengenal Anda. dan Saya rasa Anda juga tidak mengenal saya. di acara yang cukup ramai ini saya tidak ingin membuat masalah dan mencari keributan. jadi saya harap anda tidak mengganggu saya lagi. Saya permisi dulu"
Dinniar sangat geram mendengar semua ucapan wanita itu. namun, dia tidak mau mengundang keributan di acara ini. terlebih dia baru pertama kali datang ke acara amal. Dia hanya bisa menyembunyikan rasa sakit dan sesak di dadanya. Dinniar langsung kembali ketempat dimana violin menunggunya. Dengan hati yang dongkol dia melangkah dengan pasti.
tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba wanita itu menghampirinya dan berbicara yang menohok kepadanya. diniat tahu kalau dia adalah seorang single parent yang mendapatkan pria dengan sejuta pesona dan juga sangat kaya raya. bukan salahnya karena dia memiliki Jonathan sebagai sosok seorang suami. semua itu sudah ditakdirkan oleh Tuhan siapa jodoh kita dan bagaimana pasangan yang akan kita dapatkan.
diniat kembali menghampiri sahabatnya dan melupakan kejadian yang tadi. dunia tidak mau menyimpan dendam kepada siapapun. dia juga tidak mau kalau sampai merusak suasana hatinya.
acara yang sedang digelar memiliki beberapa hiburan diantaranya ada beberapa band terkenal yang menjadi pengisi hiburan hari ini.
"hadirin sekalian saya akan menantang kalian untuk bernyanyi bersama saya di atas panggung. siapa yang mau berduet bersama dengan saya?"tanya seorang penyanyi kepada para tamu undangan yang datang pada malam hari ini.
Jonathan langsung menaikkan tangannya."istriku akan bernyanyi. suaranya sangat merdu sekali"kata Jonathan sambil membawa Dinniar naik ke atas panggung untuk bernyanyi.
"Mas aku tidak lagi nyanyi."
"sudah kamu nyanyi saja suaramu itu sangat bagus."
"itu kan katamu Mas bukan kata orang lain." Dinniar amat tidak percaya diri.
"silakan bernyanyi bersama saya."
~ lagu ciptaan author ~
di matamu ada cahaya
di senyummu ada bahagiaku.
aku disini menanti dirimu
ku disini ingin memelukmu
cinta jangan kau pergi
cinta tunggu aku di situ
ku akan menghampirimu demi cintaku kepadamu
aku akan selalu mencintaimu sepanjang hidupku
kau adalah bidadariku yang turun dari kayangan dan membuat hidupku menjadi sempurna.
tatapanmu yang hangat membuat aku selalu merasa nyaman ketika berada di dekatmu
Bidadariku jangan pernah pergi meninggalkan aku sendiri dan hanya berteman sepi.
aku ingin kau terus bersamaku mengarungi perjalanan hidup ini.
aku akan terus berada di sisimu dalam suka maupun duka.
aku akan selalu memujamu hingga akhir hidup kita.
cinta ini bukan cinta biasa.
cintaku hanyalah untuk dirimu seorang.
bidadariku jangan pernah pergi dariku.
tak mampu melawan sepi sendiri.
aku tidak mampu berjalan tanpa bergandengan denganmu.
aku sangat merindukanmu.
pelukan hangatmu ingin selalu aku rasakan setiap saat.
sorot mata tajam mu yang membuatku selalu terpesona.
kaulah bidadari yang selalu membuatku jatuh cinta setiap hari.
kau adalah bidadari cantik yang tak akan pernah tergantikan oleh apapun di dunia ini.
bidadariku aku sangat mencintaimu.
mereka semua selesai bernyanyi bersama. sorak-sorai terdengar dari para tamu undangan yang hadir.
"suaranya sangat bagus sekali." teriak sang vokalis band.
suara Dinniar memang sangat merdu. semua orang mengakuinya hanya saja dia tidak percaya diri.
"sudah aku bilang kan kalau suaramu sangat merdu."Jonathan kepada istrinya.
Dia hanya bisa malu-malu karena suaminya selalu memujinya. menjadi istri Jonathan benar-benar banyak menuai pujian. Jonathan begitu bangga terhadap istrinya yang memiliki banyak keahlian. bukan hanya paras cantik yang dimiliki oleh istrinya. hati yang baik dan sangat tulus kepada orang lain. suara yang merdu dan mampu membangkitkan suasana hati. membuat Junior memiliki daya tarik tersendiri sebagai seorang wanita.
saat diniar menuruni tangga banyak sekali tamu undangan yang memberikan selamat dan memuji suaranya yang begitu merdu.
"suaramu sangat merdu. jika aku memiliki studio rekaman aku akan merekrutmen menjadi penyanyi single." kata seorang pria kepada diniat dan Jonathan.
dinier hanya bisa tersenyum mendapatkan pujian yang begitu banyak dari mereka semua.
"terima kasih atas pujiannya. saya merasa tersanjung telah dipuji."Dinniar merespon pujian dengan sangat sopan.
melihat wanita yang telah merebut pria yang dicintainya membuat Evi semakin geram kepada dinier.
"suaranya tidak cukup bagus. menurutku suaranya biasa saja kenapa mereka memuji Dia sangat berlebihan seperti itu." evi terlihat sangat geram mendengar setiap ujian yang diterima oleh Dinniar.